Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Awas Penipuan "New Color for WhatsApp" Bikin Android Banjir Iklan

Setelah disibukkan dengan WannaCry, pengguna internet Indonesia, khususnya pengguna smartphone, kembali diserang oleh scam melalui aplikasi WhatsApp.

Penipuan itu dirancang sedemikian rupa dengan tampilan desain yang menarik dan meyakinkan, seakan-akan dari Whatsapp yang menawarkan fitur penggunaan warna baru untuk aplikasi Whatsapp.

Pesan yang diberikan menggunakan pemendek tautan/URL shortener Go Daddy dengan alamat http://x.co/6lsC9. URL itu mengarah ke situs http://wp8.link.color.

Seperti biasa, pengakses kemudian akan diberi janji-janji indah dimana syarat mengakses fitur baru tersebut hanya perlu mengundang 10 kontak WhatsApp, atau 5 grup percakapan Whatsapp.

Jika hal itu dilakukan, maka menyebabkan banjir scam New Colors for Whatsapp.

Dampak dari penerima scam ini bisa ringan seperti menerima iklan instalasi aplikasi Fast Cleaner sampai aplikasi Opera Mini, agak mengancam seperti pemberitahuan aplikasi smartphone dalam bahaya dan diarahkan untuk install aplikasi yang diiklankan sampai yang sangat berbahaya seperti tampilnya iklan dewasa dengan konten pornografi.

Pemerhati keamanan cyber Alfons Tanujaya yang sekaligus pendiri Vaksincom menyarankan para pengguna WhatsApp untuk tidak mengklik scam yang beredar dan bagi Anda yang sudah menjadi korban, harap menginformasikan kepada rekan/grup yang Anda kirimkan untuk berhati-hati terhadap konten scam ini.

Scam akan datang dalam pesan WhatsApp dari kontak yang Anda kenal dengan tampilan seperti gambar 1 di bawah ini :

Tautan yang diberikan dalam scam tersebut adalah http://x.co/6lsCq yang menurut pantauan Vaksincom merupakan pemendek tautan gratis yang disediakan oleh penyedia layanan Go Daddy.

Tujuan dari penggunaan pemendek tautan/URL Shortener adalah untuk mengantisipasi pemblokiran oleh WhatsApp dimana jika diblokir, maka pembuat scam tinggal membuat URL Shortener baru yang tetap mengarah pada situs penipuan yang telah dipersiapkan.

Jika tautan itu di-klik, tautan tersebut bakal langsung mengarahkan pada situs yang telah dipersiapkan sebelumnya, yaitu http://wp8.link/color/.
Situs landing yang telah dipersiapkan.Ist Situs landing yang telah dipersiapkan.
Tampilan situs ini cukup meyakinkan, meskipun harusnya alamatnya Whatsapp.com dan pengguna WhatsApp yang teliti harusnya tahu kalau situs ini adalah situs palsu dan biasanya digunakan untuk tujuan phishing (mencuri password) atau Scam (mengecoh korban untuk mendapatkan keuntungan finansial).

Disebutkan bahwa syarat untuk menggunakan fitur baru Whatsapp ini harus melakukan Verifikasi User. Dan caranya mudah, yaitu hanya dengan mengundang 10 teman atau share informasi ini ke lima grup percakapan.

Ini merupakan indikasi kedua setelah alamat situs yang palsu, bahwa ini bukan dari WhatsApp, karena WhatsApp tidak perlu meminta Anda mengundang 10 teman atau sharing ke lima grup WhatsApp hanya untuk memverifikasi penggunanya. Karena jika Anda sedang menggunakan WhatsApp, tentunya sudah terverifikasi secara otomatis dan tidak memerlukan verifikasi lagi.

Tujuan utama

Tujuan utama dari pembuat scam ini adalah mendapatkan keuntungan finansial dari iklan yang akan diklik oleh korban scam ini.

Setelah korbannya berhasil dikelabui menyebarkan informasi palsu ini ke kontak-kontak WhatsAppnya, bukannya mendapatkan fitur baru WhatsApp seperti yang dijanjikan, mereka malahan akan dibombardir dengan kumpulan iklan yang akan mengarahkan pada instalasi aplikasi, ancaman bohong bahwa smartphone-nya perlu di-upgrade, atau terancam virus. 

Yang paling memprihatinkan adalah tampilan akses konten pornografi yang jika ditelusuri kemungkinan berasal dari India.

Menurut pengalaman Vaksincom, scam WhatsApp yang sebelumnya juga erat kaitannya dengan India. Vaksincom tidak menyarankan Anda untuk meng-install aplikasi apa pun yang diiklankan oleh scam ini.

Sebaiknya Anda menghindari semua aplikasi yang diiklankan dengan cara ini, karena hal ini menunjukkan bahwa perusahaan pembuat aplikasi secara tidak langsung melakukan perbuatan tidak terpuji dengan mendukung scam dan konten pornografi dalam mempromosikan produknya.

Read More

Jangan klik fitur 'baru' multicolor Whatsapp. Itu penipuan!

Apakah akhir-akhir ini Anda sering menerima broadcast pesan multicolor Whatsapp atau Whatsapp colors? Seolah-olah fitur baru Whatsapp, ternyata itu hanyalah scam alias penipuan. 

Pesan broadcast itu berisi tawaran untuk membuat aplikasi Whatsapp lebih berwarna. Dikutip dari laman Express.co.uk, salah satu bunyi pesan berantai itu adalah: 

You can now activate the new multicolor Whatsapp! Click here to activate! 
Pesan berantai ini disertai dengan url yang sudah dipendekkan, seperti  http://x.co/6lsC9 atau http://go2l.ink/1m2n. Jika url itu diklik, Anda akan diarahkan ke url lain, yakni http://wp8.link/color/.

Pengguna Whatsapp di seluruh penjuru dunia diimbau untuk tidak mengklik url itu. Pesan berantai itu juga beredar di pengguna Whatsapp Indonesia. 

Begitu mengklik, Anda akan diminta untuk membagikannya ke 12 teman. Setelah itu, pengguna akan diberi tahu bahwa multicolor Whatsapp hanya bisa digunakan di desktop. Dan, untuk membuat fitur itu bekerja, pengguna kemudian diminta untuk meng-install ekstensi bernama BlackWhats dari Chrome Web Store.

Dari situlah 'penderitaan' pengguna akan dimulai. Karena, itu palsu. Alih-alih Whatsapp multiwarna, pengguna malah memasang perangkat iklan--demikian juga 12 teman yang Anda share tadi. 
Read More

Arti Kata Ikeh - Viral di Medsos Remaja Potianak Pakai Kaus Bertuliskan 'Ikeh', Ini Artinya

Beberapa hari ini warganet dikejutkan dengan foto empat remaja yang kedapatan mengenakan kaos bertuliskah Ikeh.

Foto mereka yang diambil seseorang di area Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani Pontianak.

Yang memantik kontroversi adalah kaos hitam bertuliskan Ikeh itu, dibarengi dengan gambar, foto, atau ilustrasi adegan intim layaknya suami istri.

Foto diduga diambil, Minggu (24/09/2017).

Apa sebenarnya Ikeh? Tribunpontianak.co.id menelusuri beberapa laman yang menjelaskan tentang Ikeh.

Kata Ikeh biasanya dirangkai dengan kata selanjutnya, Kimochi.

Jadi, biasanya diucapkan Ikeh-ikeh Kimochi.

Kimochi artinya enak, it’s good, atau untuk menunjukkan sesuatu perasaaan yang nyaman, enak, dan tidak bisa diungkapkan.

Tak jarang istilah ini juga dimunculkan dalam meme yang tak berhubungan dengan JAV.

Hal ini kadang membuat netizen penasaran.

Jadi, Ikeh ikeh kimochi tidak melulu dipakai dalam JAV.

Contoh lain dari makna istilah ini dapat disamakan dengan feeling good pleasure dalam konteks yang negatif.

Sedangkan kamus bahasa gaul, Kamus slang mengkategorikan Kimochi sebagai istilah cabul.

Selain Ikeh Kimochi, ada beberapa kata lain yang cukup melekat di benak penggemar JAV.

Beberapa di antaranya adalah Yamate Kudasai (sudah cukup), Hayakku (cepat), Senpai (kakak kelas), dan Dame (jangan).

Kecuali Senpai, beberapa istilah yang disebut belakangan tidak begitu populer di kalangan pembuat meme.

Dalam gambar meme, memang sering ditunjukkan foto, gambar, atau ilustrasi untuk kata-kata di atas.

Foto, gambar, atau ilustrasi tersebut persis seperti kaos yang dipakai empat remaja di CFD Pontianak.

Pada gambar atau ilustrasi tersebut, biasanya tertulis, Ikeh, Ikeh-ikeh Kimochi, Yamate ah ah, Hell yeahh...
Read More

Mengejutkan ! Berikut 4 Fakta Remaja Pakai Kaus Ikeh 69 di Pontianak,Satu Baju Dibeli 60 Ribu !

Baru-baru ini media sosial tengah diramaikan dengan unggahan foto yang memperlihatkan beberapa remaja menggunakan kaus hitam yang mengandung gambar tidak senonoh, Senin (25/9/2017).

Tak hanya gambar tidak senonoh, kaus tersebut juga bertuliskan kata 'Ikeh 69' yang makin membuat gempar orang-orang yang melihatnya.

Melansir dari Tribun Pontianak, kejadian dalam foto tersebut terjadi di trotoar di Jalan Ahmad Yani Pontianak, yang diketahui tidak jauh dari Masjid Raua Mujahiddin, Jalan Ahmad Yani pada Minggu (24/9/2017).

Akibat kelakuan sekelompok remaja ini, lokasi Car Free Day menjadi tercoreng.

Terlebih lagi lokasi tempat sekelompok remaja tersebut berkumpul pun tidak jauh dari Kantor Komnas HAM dan KPAID Kalimantan Barat.

1. Buat Wali Kota Pontianak geram

Melansir dari Tribun Pontianak, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji pun berang adengan adanya sekelompok remaja yang berani terang-terangan menggunakan baju bergambar pornografi di area Car Free Day.

Saat itu ia mengatakan bahwa pihaknya akan mencari tahu anak yang memakai kaus tersebut.

Menurutnya, apa yang sudah mereka kenakan saat itu sudah menjurus kepada pornografi dan sudah tidak bisa ditolerir lagi.

"Saya minta kepolisian untuk cari mereka dan cari motif komunitas ini," tegasnya ketika dihubungi lewat WhatsApp, Senin (25/9/2017).

Ketika ditanya soal pengawasan CFD, dia tak menjawab pasti, Sutarmidji hanya berujar bahwa CFD merupakan tempat olahraga.

"Kan kita tidak tahu ada kayak gini dan belum tentu juga anak kita. Polisi harus cari yang pakai kaus itu," pungkasnya.

2. Perwakilan orangtua minta maaf

Satu di antara orangtua sekelompok remaja Ikeh 69 yang viral di Facebook, Gusti Muhammad Iqbal, meminta maaf kepada seluruh masyarakat akibat perbuatan anaknya yang membuat heboh Pontianak.

"Saya sangat menyesali masalah ini, saya juga tidak tahu masalah anak-anak ini, tadinya tahu berita ada teman membicarakan dan saya konfirmasi panggil anaknya," ujarnya, saat ditemui malam hari di Sekreteriat MABT Kubu Raya, Senin (25/09/2017) melansir dari Tribun Pontianak.

Ia menjelaskan bahwa anaknya sendiri tidak mengetahuinya, saat mengerti ada yang mengancam lapor ke polisi, sang anak pun ketakutan. Maka dari itu ia memberikan klarifikasinya.

"Saya sebagai orang tua, minta maaf sebesar-besarnya mungkin ada kesalahan, dan saya juga sebagai orang tua. Walaupun selama ini sudah cukup, ternyata masih kurang. Jadi mohon maaf, saya jamin anak saya tidak melakukan hal seperti itu. Karena ketidakmengertian mereka seperti ini," ungkapnya.

3. Anak-anak banyak yang menangis

Tak hanya itu, Gusti Muhammad Iqbal juga menjelaskan bahwa anaknya sempat menangis dan meminta maaf.

Gusti sebagai orangtua pun memberikan pesan untuk jangan sekali-sekali mengikuti sesuatu yang tidak mengerti.

"Sebagai orang tua saya minta maaf atas kejadian ini yang tidak mengenakan masyarakat Kalbar khususnya dan Indonesia umumnya. Dan hal ini akan saya bina terus dan perhatikan anak saya. Saya rasa cukuplah pembelajaran bagi dia dan terpukul berat anak-anak," katanya.

Untuk masalah kaus tersebut, Gusti mengaku belum sampai menanyai karena anak-anak remaja itu semuanya menangis dan merasa terpojok.

Ia pun mengatakan, baju ada yang dikoyak dan ada juga disimpan.

"Jangan sampai merusak mental mereka bagaimana-bagaimana. Saya akan selalu mengawasi anak saya dengan adanya kejadian ini, saya tidak mau kecolongan lagi, akan dilihat bagaiman perkembangannya, berteman dan lainnya, akan saya awasi terus. Takut akan memperburuk masa depan mereka, bimbingan juga akan diberikan. Dan akan perbanyak ekstrarikuler mereka yang baik-baik," ujarnya.

4. Pengakuan mengejutkan salah satu pengguna kaus

Seorang anak yang menggunakan kaus tersebut, sebut saja Bunga, mengaku bahwa dirinya tidak tahu makna baju dan tulisan tersebut.

"Kami dapat baju itu, kami buat sablon, awalnya kami gak tau arti Ikeh itu, dan kami dapat gambar itu dari saran orang sablon. Memang sih kami yang minta karena ingin beda dari yang lainlah ya, nama juga anak-anak ingin keren sendiri terlihat beda bajunya," tuturnya, Senin (25/09/2017) malam.

"Kalau dibilang makna tidak tahu, tapi kalau gambar itu pasti semua orang taulah," terangnya melansir kembali dari Tribun Pekanbaru.

Perihal gambar, Bunga menjelaskan bahwa awalnya itu adalah asli gambar orang dalam bentuk animasi.

"Kalau gambar ya tahu, tapi maksudnya tidak taulah, harganya Rp. 60 ribu perbaju, Kami tidak langsung buatnya, tapi satu-satu di daerah Kota Baru," katanya.

Ia juga mengaku bahwa menggunakan kaus tersebut langsung dairi rumah tanpa didobeli dengan jaket.

"Ada anggota pun acuh tak acuh jak. Kan ada pak polisi jaga pagi-pagi di CFD. Saat itu berempat yang menggunakan," katanya.

Bunga pun mengaku juga bahwa dirinya menyesal dan malu akibat kejadian tersebut.

"Menyesal ya pasti menyesal malu juga. Kasian juga dengan orangtua sendiri, tapi bagaimanalah terlanjur dan bubur dah jadi nasi bisa minta maaf jak," ujarnya.

Ia mengatakan, saat viral, temannya ada koyakkan bajunya di rumah, karena takut. Teman, kata dia adalah kenal biasa, karena juga saudara teman dan adik.

"Saya mewakili dari gruplah ya, 69 mengucapkan penyesalan yang amat sangat, minta maaf juga pada Pak Wali Kota telah mencemarkan nama Kota Pontianak, kami sangat menyesal," ucapnya.

Namun saat ditanya menamai grup, ia pun menepis.

"Itu tu bukan grup, tapi jika dilihat ramai disebut grup, tapi kami bukan grup, dan tidak ada grup, berkumpul itu pun dirumah saya," tukasnya.
Read More

Heboh, Para Remaja Gunakan Kaus Ikeh 69 Saat Car Free Day, Pengakuannya Mengejutkan

Satu di antara anak yang menggunakan baju kaus bergambar pornografi bertuliskan Ikeh 69 saat Car Free Day, buka suara.

Sebut saja Bunga, mengaku tidak tahu makna baju dan tulisan, namun menurutnya semua orang pasti tahu.

"Kami dapat baju itu, kami buat sablon, awalnya kami gak tau arti Ikeh itu, dan kami dapat gambar itu dari saran orang sablon. Memang sih kami yang minta karena ingin beda dari yang lainlah ya, nama juga anak-anak ingin keren sendiri terlihat beda bajunya," tuturnya, Senin (25/09/2017) malam.

"Kalau dibilang makna tidak tahu, tapi kalau gambar itu pasti semua orang taulah," terangnya.

Mengambil gambar itu, kata dia, awalnya asli gambar orang, tapi animation, karena orang tidak ada jadi ia pun membuat.

"Kalau gambar ya tahu, tapi maksudnya tidak taulah, harganya Rp60 ribu perbaju, Kami tidak langsung buatnya, tapi satu-satu di daerah Kota Baru," katanya.

Ia mengatakan, menggunakan langsung dari rumah, tidak menggunakan jaket.

"Ada anggota pun acuh tak acuh jak. Kan ada pak polisi jaga pagi-pagi di CFD. Saat itu berempat yang menggunakan," katanya.

Ia pun mengaku menyesal dan malu akibat kejadian dan perbuatan yang dibuatnya sendiri.

"Menyesal ya pasti menyesal malu juga. Kasian juga dengan orangtua sendiri, tapi bagaimanalah terlanjur dan bubur dah jadi nasi bisa minta maaf jak," ujarnya.

Ia mengatakan, saat viral, temannya ada koyakkan bajunya di rumah, karena takut.

Teman, kata dia adalah kenal biasa, karena juga saudara teman dan adik.

"Saya mewakili dari gruplah ya, 69 mengucapkan penyesalan yang amat sangat, minta maaf juga pada Pak Wali Kota telah mencemarkan nama Kota Pontianak, kami sangat menyesal,"ucapnya.

Namun saat ditanya menamai grup, ia pun menepis.

"Itu tu bukan grup, tapi jika dilihat ramai disebut grup, tapi kami bukan grup, dan tidak ada grup, berkumpul itu pun di rumah saya," tukasnya.

Netizen kembali berang dengan fakta baru pengguna kaos ikeh di Pontianak.

Seorang netizen dengan akun Sarmili Wirama mengunggah foto terbaru genk tersebut di dalam halaman Masjid Mujahidin Pontianak.

Foto tersebut diunggahnya di grup PONTIANAK INFORMASI.

Terlihat seorang remaja menggunakan kaos tersebut di parkiran motor Masjid Mujahidin Pontianak.

Beragam komentar bahkan hujatan pun di komentari oleh netizen pada foto tersebut.

Sebelumnya viral akun Facebook @Agmaza Marta memposting sebuah foto yang memperlihatkan beberapa remaja menggunakan baju kaos hitam mengandung gambar tak senonoh.

Diketahui, sekelompok reamaja ini sedang berjalan kaki di area Car Free Day trotoar tepat di depan Masjid Raya Mujahidin, Jalan Ahmad Yani Pontianak.

Mirisnya lagi, yang menggunakan baju tersebut adalah remaja perempuan, ditandai dengan rambut panjangnnya.

"Car FREE day Pontianak, mhn diviralkan biar ditangkap nih bocah2 ( untuk dibina/ peringatan keras), agar tidak ada lagi yang beginian. CFD area umum banyak anak-anak yang liat.* Ikeh ( bahasa Jepang) artinya enak, terus dan terus," tulis akun Facebook @Agmaza Marta.

Sita Mezhuka: Makin gila ank2 skrg ni... Pornography terang2an...

Jack Zin Ary: Masjid mujahidin lagi backroudnye,luar biase gak ye

Fajar Hidayat: Sebenarnya apa yang di banggakan pakai pakaian spt itu ...?? Di lingkungan masjid pulag

Nurhayati Nur Emang lah budak niih ye tak tau malu benr orng kire nengok kau tuh bagos ke

Askariyanto Rezca: Ya Allah....ke mesjid mujahidin pula budae ni makan baju macam itu.....

Zarr: Itu komunitas rutinitas nye ape ye...gambarnye macam itu. 
Read More

Gadis Korut Beber Kebiasaan Mengerikan Kim Jong Un

Perempuan yang membelot dari Korea Utara (Korut) mengisahkan betapa kejam dan mengerikannya Kim Jong Un, pemimpin negara komunis itu. Mempertaruhkan keselamatannya, Hee Yeon Lim (yang mengubah nama aslinya dengan alasan keamanan), 26 tahun, merupakan anak anggota militer senior Korea Utara.

Hee Yeon mengatakan Kim adalah sosok penguasa paranoid yang kejam. Menurut dia, Kim dapat menghabisi orang-orang kepercayaan di lingkaran kekuasaannya, bahkan anggota keluarganya sendiri.

Kisah Hee Yeon ini diceritakan dalam sebuah wawancara dengan Mirror hanya beberapa hari setelah Kim menguji coba nuklir yang kekuatannya sepuluh kali bom Hiroshima. Wawancara tersebut dilakukan di sebuah lokasi rahasia di Seoul, Korea Selatan (Korsel).

Hee Yeon menceritakan kebijakan Kim yang memaksa rakyat dan elit kelas atas di Pyongyang untuk menyaksikan hukuman mati mengerikan. Menurut dia, Kim mencuci otak warga dengan menyebut Korut mampu menakut-nakuti Amerika Serikat.

Hee Yeon juga menyebut Kim memiliki ratusan tempat persembunyian rahasia mewah di seluruh Korut. Keberadaan tempat persembunyian itu menyulitkan mata-mata Barat untuk mengetahui posisinya.

Kim Jon Un Memperbudak Siswi Sebagai...

Yang mengerikan, menurut Hee Yeon, Kim dituding menjalankan perbudakan seks meski telah memiliki istri cantik Ri Sol-ju dan tiga orang anak. Gadis-gadis yang menjadi budak seks Kim merupakan pelajar-pelajar sekolah menengah atas di negara tersebut.

" Saya dibesarkan agar melihat dia seperti Tuhan. Pejabat datang ke sekolah kami dan memilih gadis remaja untuk bekerja di salah satu dari ratusan tempat persembunyian di sekitar Pyongyang," ucap Hee Yeon.

Gaya hidup Kim, kata dia, juga berbanding terbalik dengan kehidupan rakyatnya.

" Gaya hidup Kim sangat mewah. Dia bisa menggelar makan siang mewah senilai 1.000 poundsterling (sekitar Rp18 juta), sementara rakyatnya harus makan rumput," ujar Hee Yeon.

Hee Yeon melarikan diri dari Pyongyang, tempat dia dibesarkan, pada 2015 dan sampai di Seoul, Korsel tahun lalu.

Kisah Hidup Hee Yeon

Dia melarikan diri dengan ibu dan adiknya setelah ayahnya, Kolonel Wui Yeon Lim, seorang anggota senior Tentara Rakyat Korea, meninggal pada usia 51 tahun. Hee Yeon sadar dia telah meninggalkan kehidupan yang cukup istimewa di Pyongyang berkat pangkat ayahnya di militer.

Selain rumah tiga kamar, keluarga Hee Yeon diberi jatah kendaraan jenis SUV merek China, lengkap dengan sopir pribadi. Setiap hari, Hee Yeon akan diantar dan dijemput sekolah dengan mobil dinas tersebut.

" Saya punya teman seperti anak-anak lain. Tapi kami tahu sejak usia dini untuk tidak pernah mempertanyakan pemimpin saat itu, Kim Jong Il, termasuk anaknya, Kim Jong Un," ucap dia.

Hingga dia besar, Hee Yeon menganggap itu normal. Tetapi, meski memiliki kehidupan sosial yang 'normal' di Pyongyang, Hee Yeon merasa selalu ada teror.

Menyaksikan Eksekusi

Dia menyaksikan eksekusi terhadap 11 musisi Korut yang dituduh membuat video porno. Kata dia, eksekusi tersebut dilakukan sesaat setelah Kim menggantikan ayahnya Kim Jong Il.

" Ada sekitar 10.000 orang yang diperintahkan untuk menonton hari itu dan saya berdiri 200 kaki dari para korban ini. Sebuah senapan anti-udara ditembakkan, suaranya memekakkan telinga dan benar-benar mengerikan.

" Para musisi itu tumbang setiap kali senjata itu ditembakkan. Tubuh mereka meledak, hancur total. Darah dan bagian tubuh terbang ke mana-mana. Setelah itu tank-tank militer bergerak masuk dan melindas mayat-mayat mereka hingga rata dengan tanah," Hee Yeon menceritakan.

Setelah menyaksikan eksekusi mengerikan itu, Hee Yeon mengaku sakit. Dia sampai tidak bisa makan selama tiga hari karena merasakan mual.

Hee Yeon mengatakan pilihan politik Kim mengancam perang dengan Amerika Serikat karena terpojok.

" Dia takut rezimnya akan berakhir dan tidak punya pilihan lain. Dia berusaha terlihat kuat di mata lawannya. Rakyat mendukungnya karena takut dan terpaksa. Mereka akan mati jika tidak mendukung Kim," kata Hee Yeon.

Read More

4 Kejutan Ulang Tahun yang Berakhir Tragis, Dari Mata Buta Hingga Tewas

Alih-alih panjang umur, malah menemui Tuhan lebih cepat.

Tradisi mengerjai teman yang sedang ulang tahun memang sudah membudaya di Indonesia. Mungkin kamu juga salah satu orang yang mernah ngerjain atau dikerjain saat hari bertambahnya usia. Hal itu memang momen menyenangkan yang hanya dilewati satu kali dalam setahun.

Meski demikian, pastikan jika kejutan perayaan tersebut masih dalam batas kewajaran. Tidak keterlaluan atau membahayakan. Sebab, telah banyak kasus kejutan ulang tahun yang justru berakhir tragis. Niat hati mengerjai teman yang tambah usia, tapi justru bencana yang terjadi. Berikut ini adalah beberapa contoh perayaan ulang tahun yang keterlaluan dan berakhir dengan tragis.

Nasib tragis Sandy yang tewas kesetrum saat dikerjai teman
Hari ulang tahun juga menjadi hari kematian bagi Sandy. Pemuda yang saat itu baru genap 28 tahun tersebut mendapat kejutan ulang tahun dari rekan-rekan kerjanya. Sekitar pukul 00.04 dini hari, Sandy digiring oleh teman-temannya menuju lapangan basket Bumi Serpong Damai, kota Tangerang. Ia pun diikat di salah satu tiang lampu lapangan. Tak cukup dengan diikat, Sandy kemudian diguyur dengan air.

Tiang lampu yang mengandung aliran listrik itupun sontak membuat tubuh Sandy kejang-kejang. Menyadari ada yang tidak beres dengan Sandy, rekan-rekannya pun meminta bantuan petugas lapangan untuk membantu melepaskan ikatan. Sandy langsung dilarikan ke rumah sakit Eka Hospital, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Siswa SMA jadi buta setelah dilempar telur busuk
Hari ulang tahun memang momentum spesial yang kerap dirayakan. Namun, beberapa remaja di Indonesia tampaknya memanfaatkan momen tersebut untuk mem-bully teman sendiri. Tentu bukan hal aneh lagi saat melihat ada siswa yang disiram tepung, air, sampai dilempari telur. Hal seperti itu tentu menjadi momen seru, namun apa yang diceritakan oleh akun facebook Polres Tebing Tinggi, Sumatera Utara sungguh memilukan.

Dalam postingan tersebut, admin akun resmi polisi setempat mengimbau masyarakat untuk tidak lagi melakukan tindakan perayaan ulang tahun yang berlebihan. Sebab, telah terjadi kasus di mana seorang siswa ulang tahun sedang dikerjain oleh teman-temannya. Dia dilempar telur busuk. Sialnya, cairan telur busuk yang pecah tersebut mengenai mata. Setelah membersihkan matanya, ternyata ia tidak bisa lagi melihat. Dokter spesialis mata menyatakan jika bakteri telur busuk tersebut sudah merusak korena matanya.

Kejutan yang berlebihan berujung kerusakan otak korban
Maizatul Farhanah adalah salah satu korban kejutan ulang tahun tragis yang dilakukan teman-temannya. Cerita awalnya, Farhanah diajak ke kantin oleh teman-temannya. Rupanya, tindakan mengajak Farhanah ke kantin itu hanya mengalihkan perhatian, karena teman-teman lainnya langsung melakukan skenario jail mereka dengan memasukkan uang senilai 300 ribu dan beberapa ponsel ke dalam tas Farhanah. Mirisnya, guru-guru juga terlibat dalam skenario tersebut. Farhanah dipanggil ke ruang guru, dimaki-maki. Teman-temannya juga meneriakinya maling. Saking syoknya, siswi kelas VII SMP tersebut jatuh pingsan.

Farhanah berubah total sejak hari itu. Keesokan harinya, siswi 13 tahun tersebut memang masih kembali ke sekolah, namun dia tidak mengerjakan tugas apapun yang diberikan guru. Kondisi kejiwaan dan kesehatan Farhanah tidak stabil sejak saat itu. Ia pun jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit selama 14 hari. Farhanah mengalami gangguan otak akibat dari kejutan yang berlebihan. Namun, setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit, kondisinya tak kunjung membaik, melainkan terus memburuk hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Ducati mengantarkan mahasiswa pada maut

Subhan Baugwala baru saja genap berusia 18 tahun. Untuk merayakan itu, kedua orangtuanya memberikan kado berupa motor Ducati. Tentu bahagia mendapat hadiah spesial tersebut. Subhan pun menggunakan motor tersebut untuk berangkat ke kampus. Namun, motor gede itu justru mengantarkan Subhan pada maut.

Menurut para saksi, remaja tersebut memang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Saat melewati persimpangan, terjadi selip dan akhirnya motor Subhan menabrak pembatas jalan. Remaja tersebut segera dibawa ke rumah sakit, namun sayangnya ia merenggang nyawa saat berada di perjalanan.

Telah banyak kasus kejutan ulang tahun yang berakhir mengenaskan. Mirisnya, hingga kini budaya kejutan hari lahir masih saja dilakukan. Dengan adanya berbagai kasus tragis di atas, budaya kejutan tersebut memang seharusnya segera diakhiri.
Read More

Wakil Ketua Komisi I DPR: Panglima TNI membuat ketakutan rakyat

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin menyayangkan pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo soal 5000 pucuk senjata ilegal yang dipesan dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasanuddin menilai, pernyataan Jenderal Gatot membingungkan dan dapat picu keresahan. 

Menurut Hasanuddin, 5 ribu pucuk senjata api itu sama dengan kekuatan 4-5 batalyon tempur. Jadi, sambung dia, ucapan Panglima TNI soal masuknya ribuan senjata ilegal dapat menciptakan rasa tidak aman di masyarakat, mengingat peruntukan senjata itu tidak jelas. 

"Kalau pengadaan senjata untuk TNI atau Polri itu legal dan jelas tercatat dalam anggaran Negara (APBN). Nah, ini 5 ribu pucuk senjata api ilegal, siapa yang memesan? Untuk siapa? Dan untuk apa?" kata Hasanuddin, Senin (25/9).

Dari penjelasan Menko Polhukam Wiranto, ada miss informasi yang diterima Panglima TNI. Wiranto menyebutkan, BIN membeli 500 senjata legal, dengan uang APBN. Senjata juga tak dibeli impor, tapi buatan PT Pindad.

Hasanuddin pun menambahkan, seharusnya Gatot tak melepas informasi ini ke publik. Tapi justru mengantisipasi dengan koordinasi kepada pihak terkait.

"Menurut prosedur yang saya tahu, kalau memang benar bahwa ada indikasi akan masuk 5 ribu pucuk senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Jokowi, sebaiknya dikoordinasikan dulu dan di cross check dengan aparat lain, seperti, Menhan, Kapolri, Kepala BIN, dan Menko Polhukam. Kalau perlu dilaporkan langsung kepada Presiden untuk diambil tindakan pencegahan atau kalau perlu diambil tindakan hukum," kata dia.

Untuk itu, TB Hasanuddin menyarankan agar ke depan harus lebih berhati-hati lagi dalam merilis berita sensitif. Terlebih lagi, yang menyangkut masalah keamanan dan keselamatan negara.

"Mewartakan kepada media sebelum ada kepastian dan tindakan hanya membuat ketakutan rakyat. Kalau benar ada ancaman ya diselesaikan," kata TB Hasanuddin. 

Sebagaimana diketahui, dalam acara 'Silaturahim Panglima TNI dengan Purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9), Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan ada institusi yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Indonesia.

"Mereka memakai nama Presiden, seolah-olah itu yang berbuat Presiden, padahal saya yakin itu bukan Presiden, informasi yang saya dapat kalau tidak A1 tidak akan saya sampaikan di sini. Datanya kami akurat, data intelijen kami akurat," kata Gatot. 
Read More

Kontroversi ucapan Panglima TNI soal 5 ribu senjata ilegal

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mendapat informasi soal 5 ribu senjata ilegal dipesan oleh instansi dari luar. Ucapan itu disampaikan Gatot dalam acara 'Silaturahim Panglima TNI dengan Purnawirawan TNI' di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9) lalu.

Pimpinan DPR meminta Panglima TNI Gatot Nurmantyo agar menjelaskan institusi apa yang diisukan memesan 5 ribu pucuk senjata ilegal dari luar.

"Saya juga membaca itu, mendengar itu. Memang ini menjadi pertanyaan besar. Tetapi saya juga tidak tahu yang dimaksud Panglima TNI itu institusi mana. Kalau misalnya ada seperti itu mestinya bisa dibuka supaya tidak boleh ada kejadian lagi," kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Pengadaan alutsista termasuk senjata, lanjut Fadli, memiliki mekanisme dan prosedur. Karena itu tak boleh ada institusi yang tidak berhak memesan senjata dalam jumlah ribuan.

"Itu sangat berbahaya. Kita hanya membolehkan yang punya hak untuk mengadakan senjata dan sebagainya," ujarnya.

Pernyataan Panglima TNI itu juga menurutnya bisa menjadi peringatan. "Jadi saya kira ini warning juga. Mudah-mudahan Panglima TNI bisa menjelaskan institusinya institusi mana. Kalau ada institusi itu bersalah ya tentu harus ditegur," jelasnya.

Ia menambahkan institusi itu juga harus dipelajari apakah murni sebagai institusi atau sekadar mengatasnamakan oknum tertentu. "Apakah ini institusi sebagai institusi atau sekadar oknum-oknum yang mengatasnamakan institusi tersebut. Ini kita harus pelajari," terangnya.

Menko Polhukam Wiranto menepis isu soal ada institusi di luar TNI dan Polri memesan 5 ribu senjata api ilegal. Menurut Wiranto, dalam isu tersebut yang benar adalah Badan Intelijen Negara (BIN) memesan 500 pucuk senjata untuk kepentingan sekolah.

"Ini pun buatan Pindad bukan dari negara orang," kata Wiranto.

Wiranto pun meminta isu tersebut tak perlu dipolitisasi. "Untuk itu maka saya jelaskan agar tidak muncul spekulasi lain," kata dia.

Wiranto juga menegaskan kondisi bangsa saat ini tetap aman dan tak perlu ada yang dikhawatirkan. "Jangan ada spekulasi lain," katanya.

Wiranto mengatakan ada persoalan komunikasi yang tak tuntas antara lembaga terkait. Ia telah memanggil Kepala BIN, menghubungi Panglima TNI, Kapolri dan pimpinan lembaga terkait lainnya mempertanyakan informasi tersebut.

"Ternyata memang ini hanya masalah komunikasi yang tidak tuntas dalam hal pembelian senjata," ujarnya.

Selain itu, Wiranto menegaskan pembelian itu tak perlu izin atau kebijakan dari Presiden. "Prosedur pembelian senjata pada jenis seperti ini secara spesifik tidak perlu kebijakan Presiden secara khusus. Tidak perlu libatkan Presiden," jelasnya.

Dia mengatakan, senjata yang dibeli untuk keperluan sekolah intelijen ini juga bukan standar TNI dan izinnya tidak melalui Mabes TNI melainkan Polri. "Oleh karena itu kalau ada isu bahwa pembelian senjata ini atas persetujuan Presiden dan sebagainya saya kira tidak," tambahnya.

Dia membantah asumsi publik yang mengatakan bahwa isu pembelian senjata dilakukan kelompok tertentu yang dapat mengganggu keamanan nasional. Wiranto juga meminta publik tak memperpanjang polemik tersebut. Selain itu dia meminta agar isu ini tak dipolitisir.

"Tidak ada masalah sebenarnya. Tidak akan dikhawatirkan bahwa ada kekuatan-kekuatan lain yang akan membeli senjata sampai 5 ribu pucuk untuk hal-hal yang akan mengganggu kepentingan nasional. Tidak sama sekali," tegasnya.
Read More

Terakhir Kali Ngamuk pada 1963, Gunung Agung Meletus Hampir Setahun

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah pengungsi di sekitar Gunung Agung, Bali, terus bertambah.

Berdasarkan catatan sementara, jumlah pengungsi akibat adanya aktivitas vulkanik di gunung tersebut mencapai 1.259 orang.

"Jumlah pengungsi terus bertambah, mengingat belum semua data dilaporkan ke Pusdalops BPBD Bali," ujar Sutopo dalam keterangan tertulis, Kamis (21/9/2017‎).

Menurut Sutopo, masyarakat sudah berinisiatif mengungsi meski belum ada perintah untuk mengungsi dari pejabat berwenang. ‎

Sebagian besar masyarakat mengungsi karena pengalaman masa lalu, saat Gunung Agung meletus tahun 1963. Gempa vulkanik yang sering terjadi saat ini mirip dengan kejadian sebelum Gunung Agung meletus tahun 1963.

"Letusan saat itu berlangsung hampir selama setahun, yaitu 18/2/1963 hingga 27/1/1964. Korban tercatat 1.148 orang meninggal dan 296 orang luka," ungkapnya.

Menurut Sutopo, ‎tidak mudah menangani pengungsi. Apalagi, pengungsi akibat erupsi gunung api yang jumlahnya besar, dan tidak diketahui lama waktu pengungsiannya.

Sutopo mengatakan, ‎saat ini sudah banyak tenda pengungsi didirikan di sekitar Gunung Agung. Namun, umumnya mengungsi di tenda tidak nyaman, karena panas. Dan jika terjadi erupsi disertai hujan abu dan pasir, tenda dapat roboh seperti saat erupsi Gunung Merapi tahun 2010.

Banjar atau balai desa adalah tempat pengungsian yang lebih nyaman. Begitu juga mengungsi di kerabat atau desa sekitarnya.

"BNPB telah menyarankan agar dicari desa-desa di sekitarnya yang aman dan bisa menampung pengungsi. Model ini dikenal sister village seperti yang banyak dikembangkan di sekitar Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta," tuturnya.

Sutopo mengimbau masyarakat tetap tenang. Pemerintah dan pemda bersama unsur lainnya pasti akan melindungi masyarakat. Saat ini masih terus disiapkan sarana dan prasarana di pos pengungsian. Prioritas pengungsian adalah kelompok rentan, yaitu balita, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas. 
Read More

Potensi Gunung Agung Meletus Makin Tinggi, Siapkan Hal Ini Untuk Antisipasi Hal Buruk!

Gunung Agung terus menunjukkan peningkatan aktivitas sejak statusnya berubah menjadi Siaga (Level III) pada 18 September lalu.

Bahkan informasi terkini disebutkan bahwa magma sudah naik ke permukaan. Magma sendiri adalah cairan ultra panas yang berada di kawah gunung.

Tak hanya itu, gempa vulkanik dalam dan dangkal pun terus terjadi. Pemukiman warga di lereng gunung tertinggi di Bali ini pun terancam.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Sutopo Purwo Nugroho pun mengatakan adanya peningkatan aktivitas yang tinggi.

“Ada proses pergerakan magma yang mendorong permukaan dan meruntuhkan batuan yang menyumbatnya di jarak 5 kilometer di bawah permukaan bumi. Namun status Gunung Agung belum berubah, masih Siaga (Level III),” ujar Sutopo melalui pesan WhatsApp yang diterima di Denpasar, Kamis (21/9/2017).

Diprediksi frekuensi gempa akan terus mengalami peningkatan hingga ke depan.

Dari hasil pemantauan, pergerakan magma sudah terjadi di sekitar jarak 5 kilometer di bawah permukaan laut .

Tenda untuk pengungsi akibat erupsi Gunung Agung telah berdiri di pos pengungsian di Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (21/9/2017) siang.

Tenda untuk pengungsi akibat erupsi Gunung Agung telah berdiri di pos pengungsian di Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (21/9/2017) siang. (Repro/KompasTV)

Disebutkan pula bahwa dalam energi gunung berapi terkandung uap dan gas yang berfungsi mendobrak material yang berada di atasnya.

Untuk hal ini petugas hanya bisa membaca tanda-tanda namun tidak bisa menebak secara pasti kapan akan terjadi dobrakan atau letusan.

Energi yang dihasilkan dari aktivitas magma di bawah permukaan Gunung Agung demikian besar.

Itu bisa diprediksi dari jarak waktu letusan yang cukup lama, yakni selang 54 tahun dari waktu terjadinya letusan terakhir pada tahun 1963.

Setelah mengetahui hal ini, penduduk di lereng gunung atau yang berada di zona bahaya pun kini diimbau untuk segera mengungsi untuk mengantisipasi hal buruk.

Adapun persiapan tambahan yang perlu dilakukan masing-masing individu atau warga yang tinggal di sekitar Gunung Agung.

Tribun Bali melansir dari berbagai sumber tentang apa saja peralatan yang dibutuhkan untuk menghadapi gunung meletus. Sebelum Gunung Api Meletus

1. Kenali tanda-tanda, karakter dan ancamannya
2. Ajak keluarga, masyarakat untuk menghindari daerah berbahaya, seperti lereng gunung, lembah, bantaran sungai (tukad) dan kawasan lain yang mungkin dialiri lahar.
3. Mengetahui peta jalur pengungsian yang telah tersedia kebutuhan dasar (air, tempat tidur, mck, dapur umum) dan lain sebagainya.
Read More

Terkendala Adminitrasi Ibu Ini Bawa Jenazah Bayinya Pakai Angkot


Seorang ibu asal Kotabumi, Lampung Utara ditemukan sedang menangis didalam mobil angkutan kota (angkot) jurusan Tanjungkarang-Rajabasa. Ibu itu bserusaha tahan isak tangis sambil menggendong jenazah bayi perempuannya yang baru saja meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung, Rabu 20 September 2017 sekira pukul 16.00 WIB.

Wanita yang diketahui bernama Delvasari itu itu hendak menuju ke kampung asalnya di Desa Gedung Nyapah, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara. Sebuah kisah yang menjadi viral di media sosial ini kemudian dibagikan pengguna akun facebook @Yuni Rusmini.

Diceritakan, bahwa ibu tersebut mengaku tidak kuasa menahan sedih karena putrinya yang masih berumur satu tahun meninggal begitu cepat. Ironisnya, putrinya tersebut dinyatakan meninggal setelah operasi, jenazah putrinya tak diantar menggunakan mobil ambulans karena masalah administrasi yang belum rampung.

Ia menduga, kemungkinan dirinya tidak mendapat layanan ambulans lantaran almarhumah putrinya hanya berobat menggunakan fasilitas BPJS.

Sementara itu, manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) membantah jika pihaknya tidak menyediakan ambulans. Informasi didapat mengungkapkan, pihak RS sebenarnya telah menyiapkan satu unit mobil ambulans untuk mengantar jenazah bayi malang itu. Tapi, lantaran terhambat persoalan administrasi dan yang bersangkutan sudah tidak sabar, akhirnya ia membawa sendiri pulang bayinya dengan menumpang angkot.
Read More

Setelah Ransomware WannaCry Kini Giliran Petya Yang Menggemparkan Dunia, Lihat Penjelasannya

icara tentang virus komputer pasti tidak akan ada habisnya. Pasalnya virus komputer dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab sebagai pembawa keuntungan ataupun sengaja untuk membuat kerusakan. Sekarang ini ada informasi tentang virus Ransomware. Ransomware sendiri merupakan virus yang menakutkan dan bisa merugikan perusahaan ataupun perorangan.  Apa Itu Ransomware?  Menurut Wikipedia Perangkat pemeras (ransomware) adalah jenis perangkat perusak yang dirancang untuk menghalangi akses kepada sistem komputer atau data hingga tebusan dibayar. Jenis yang sederhana bekerja dengan mengunci sistem dengan cara yang tidak sulit untuk ditangani oleh orang yang ahli, sedangkan jenis yang lebih canggih akan mengenkripsi berkas sehingga tidak dapat diakses. Serangan perangkat pemeras umumnya dilakukan melalui Trojan yang disamarkan sebagai berkas yang sahih.  Sebelumnya ada serangan yang sangat mengejutkan dari virus ransomware ini yaitu Virus RansomWare Wannacry. Virus ini akan meminta tebusan kepada pengguna yang filenya terserang virus ini. Tebusan yang diminta pun cukup menggiurkan yaitu senilai $300 – $400 atau kalau di rupiahkan sebesar 3,9 juta – 5,2 juta. (kurs dollar 13 ribu). Serangan ini terjadi pada mei 2017 tepatnya tanggal 12 – 15.  Beberapa sumber meyakini bahwa virus ransomware WannaCry ini menggunakan Exploit EternalBlue yang dikembangkan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat atau NSA untuk menyerang komputer yang menjalankan sistem operasi Microsoft Windows.  Dampak Seragan Ransomware!  Serangan ini mengenai Telefónica dan beberapa perusahaan besar lainnya di Spanyol, serta sebagai dari National Health Service (NHS), FedEx dan Deutsche Bahn. Sasaran lain di setidaknya 99 negara juga melaporkan penyerangan sekitar waktu yang sama. Lebih dari 1.000 komputer di Kementerian Urusan Dalam Negeri Rusia, Kementerian Darurat Rusia dan perusahaan telekomunikasi Rusia MegaFon, telah dilaporkan terinfeksi.  Meskipun tambalan untuk mengatasi kerentanan ini telah dikeluarkan pada tanggal 14 Maret 2017, keterlambatan dalam penerapan pembaruan keamanan membuat beberapa pengguna dan organisasi tetap dalam kondisi rentan. Di Indonesia, perangkat ini menyerang sejumlah komputer di berbagai rumah sakit umum dengan permintaan uang tebusan Rp 4.000.000 untuk mengembalikan komputer ke sediakala.  Sekarang ada berita terbaru lagi yaitu Virus Ransomware terbaru sekarang sudah mulai menginfeksi beberapa komputer diseluruh dunia. Virus ini dikenal dengan sebutan Ransomware Petya. Ransomware Petya diperkirakan lebih ganas dari virus yang sebelumnya yaitu Ransomware WannaCry.  Ransomware Petya menggemparkan dunia. Bagaimana tidak, ransomware jahat ini diketahui telah menjangkiti ratusan ribu komputer di 64 negara dalam waktu beberapa hari saja.  Bermula di Ukraina, ransomware yang menyerang celah keamanan Windows ini kini menyebar ke seluruh Eropa, terutama Prancis, Inggris, hingga Asia Selatan, khususnya India dan Pakistan.  Berdasarkan pantauan online, sudah lebih dari 250 ribu komputer terinfeksi ransomware Petya dan diperkirakan jumlah komputer yang terserang akan terus bertambah seiring dengan berakhirnya libur musim panas dan Lebaran di sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Malaysia. Tapi ada untungnya untuk Indonesia karena, serangan virus ransomware ini bertepatan dengan libur hari raya idul fitri jadi banyak kantor yang tidal beraktifitas.  Untuk mengantisipasi agar tidak terinfeksi serangan ransomware Petya, Id-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure) memberikan sejumlah tips untuk menghindari Petya.  Disebutkan oleh Wakil Ketua Id-SIRTII Bisyron Wahyudi, seperti pada WannaCry, pencegahan utama yang bisa dilakukan adalah melakukan back up data.  “Back up, back up, dan back up dilaksanakan secara rutin atau otomatis. Satu atau dua back up tidaklah cukup, melainkan harus ada back up ketiga yang terpisah dari sistem yang hendak di-back up,” kata Bisyron dalam konferensi pers mengenai pencegahan ransomware Petya di Jakarta
Bicara tentang virus komputer pasti tidak akan ada habisnya. Pasalnya virus komputer dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab sebagai pembawa keuntungan ataupun sengaja untuk membuat kerusakan. Sekarang ini ada informasi tentang virus Ransomware. Ransomware sendiri merupakan virus yang menakutkan dan bisa merugikan perusahaan ataupun perorangan.

Apa Itu Ransomware?

Menurut Wikipedia Perangkat pemeras (ransomware) adalah jenis perangkat perusak yang dirancang untuk menghalangi akses kepada sistem komputer atau data hingga tebusan dibayar. Jenis yang sederhana bekerja dengan mengunci sistem dengan cara yang tidak sulit untuk ditangani oleh orang yang ahli, sedangkan jenis yang lebih canggih akan mengenkripsi berkas sehingga tidak dapat diakses. Serangan perangkat pemeras umumnya dilakukan melalui Trojan yang disamarkan sebagai berkas yang sahih.

Sebelumnya ada serangan yang sangat mengejutkan dari virus ransomware ini yaitu Virus RansomWare Wannacry. Virus ini akan meminta tebusan kepada pengguna yang filenya terserang virus ini. Tebusan yang diminta pun cukup menggiurkan yaitu senilai $300 – $400 atau kalau di rupiahkan sebesar 3,9 juta – 5,2 juta. (kurs dollar 13 ribu). Serangan ini terjadi pada mei 2017 tepatnya tanggal 12 – 15.

Beberapa sumber meyakini bahwa virus ransomware WannaCry ini menggunakan Exploit EternalBlue yang dikembangkan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat atau NSA untuk menyerang komputer yang menjalankan sistem operasi Microsoft Windows.

Dampak Seragan Ransomware!

Serangan ini mengenai Telefónica dan beberapa perusahaan besar lainnya di Spanyol, serta sebagai dari National Health Service (NHS), FedEx dan Deutsche Bahn. Sasaran lain di setidaknya 99 negara juga melaporkan penyerangan sekitar waktu yang sama. Lebih dari 1.000 komputer di Kementerian Urusan Dalam Negeri Rusia, Kementerian Darurat Rusia dan perusahaan telekomunikasi Rusia MegaFon, telah dilaporkan terinfeksi.

Meskipun tambalan untuk mengatasi kerentanan ini telah dikeluarkan pada tanggal 14 Maret 2017, keterlambatan dalam penerapan pembaruan keamanan membuat beberapa pengguna dan organisasi tetap dalam kondisi rentan. Di Indonesia, perangkat ini menyerang sejumlah komputer di berbagai rumah sakit umum dengan permintaan uang tebusan Rp 4.000.000 untuk mengembalikan komputer ke sediakala.

Sekarang ada berita terbaru lagi yaitu Virus Ransomware terbaru sekarang sudah mulai menginfeksi beberapa komputer diseluruh dunia. Virus ini dikenal dengan sebutan Ransomware Petya. Ransomware Petya diperkirakan lebih ganas dari virus yang sebelumnya yaitu Ransomware WannaCry.

Ransomware Petya menggemparkan dunia. Bagaimana tidak, ransomware jahat ini diketahui telah menjangkiti ratusan ribu komputer di 64 negara dalam waktu beberapa hari saja.

Bermula di Ukraina, ransomware yang menyerang celah keamanan Windows ini kini menyebar ke seluruh Eropa, terutama Prancis, Inggris, hingga Asia Selatan, khususnya India dan Pakistan.

Berdasarkan pantauan online, sudah lebih dari 250 ribu komputer terinfeksi ransomware Petya dan diperkirakan jumlah komputer yang terserang akan terus bertambah seiring dengan berakhirnya libur musim panas dan Lebaran di sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Malaysia. Tapi ada untungnya untuk Indonesia karena, serangan virus ransomware ini bertepatan dengan libur hari raya idul fitri jadi banyak kantor yang tidal beraktifitas.

Untuk mengantisipasi agar tidak terinfeksi serangan ransomware Petya, Id-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure) memberikan sejumlah tips untuk menghindari Petya.

Disebutkan oleh Wakil Ketua Id-SIRTII Bisyron Wahyudi, seperti pada WannaCry, pencegahan utama yang bisa dilakukan adalah melakukan back up data.

“Back up, back up, dan back up dilaksanakan secara rutin atau otomatis. Satu atau dua back up tidaklah cukup, melainkan harus ada back up ketiga yang terpisah dari sistem yang hendak di-back up,” kata Bisyron dalam konferensi pers mengenai pencegahan ransomware Petya di Jakarta
Read More

Warga Heran Jasad 2 Korban Serangan Buaya dalam Kondisi Masih Utuh

Dua warga Muara Jawa dan Handil, Kutai Kartanegara, Arjuna (16) dan Supriyanto (35) tewas diterkam buaya di sungai, sekitar dermaga tugboat, di Muara Jawa. Jasad keduanya ditemukan dalam kondisi utuh. Warga pun dibikin heran.

Jasad Arjuna lebih dulu ditemukan Minggu (17/9) dini hari kemarin, sekira pukul 00.45 Wita. Sementara Supriyanto, ditemukan malam harinya, sekira pukul 21.45 Wita.

Jasad Arjuna hanya terluka di bagian mulut karena luka sobek, dan luka ringan di kakinya. Sementara jasad Supriyanto juga nyaris sama, terluka ringan di wajah dan kakinya.

"Jasad kedua korban kondisi utuh ya, ditemukan tidak berjauhan. Hanya relatif terluka biasa," kata Kapolsek Muara Jawa AKP Triyanto saat berbincang bersama merdeka.com, Senin (18/9).

"Di lokasi sungai ini, baru pertama. Biasanya di tempat lain, ada saja bagian tubuh yang hilang. Kalau di lokasi ini, Alhamdulillah masih lengkap. Padahal sudah kita cari di lokasi itu (akhirnya jasad korban muncul sendiri). Ya, percaya tidak percaya lah," ujar Triyanto.

Tewasnya dua warga dalam kondisi jasad yang masih utuh jadi perbincangan warga meski beraroma mistis. Apalagi beberapa pawang ikut dilibatkan mencari korban.

"Kalau dari cerita warga di sini dan pawang, buaya itu tidak mau memakan korbannya. Buayanya cuma mau mengingatkan kalau mencari korban pertama (Arjuna) tidak usah pakai pawang," kata warga Muara Jawa, Firdaus.

"Jadi saat mencari korban kedua sampai malam tadi ada warga yang kesurupan bilang, sudah warga pulang saja. Nah ketika pulang, baru jasad yang kedua ini ketemu," terang Firdaus.

"Ya itu, percaya tidak percaya mas. Itu cerita warga kampung, obrol-obrolan warga di sini. Karena kan jasad dua korban utuh," jelasnya.

Kendati demikian, kepolisian tetap mengingatkan warga meminimalisir aktivitas di perairan. "Ya waspada keberadaan buaya. Hindari, atau kurangi aktivitas di perairan, apalagi yang menjadi habitat buaya," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

Diketahui, Arjuna tenggelam usai disambar buaya saat akan mandi di sungai, Jumat (15/9) sekira pukul 16.30 Wita usai dari berkebun. Warga pun melakukan pencarian. Namun nahas, Supriyanto (35), warga Handil yang saat itu mengaku sebagai pawang, ikut disambar saat berenang dan melakukan ritual mencari korban.
Read More

Setelah Memangsa Seorang Remaja, Buaya Ini Mencaplok Pawang


Warga Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), dikejutkan kemunculan buaya pemangsa manusia.

Tidak hanya menerkam seorang remaja laki-laki, buaya tersebut juga menerkam seorang pawang buaya.

Kapolsek Muara Jawa, AKP Tritanto, mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan seorang remaja diterkam buaya di Sungai Muara Jawa.

"Esoknya, buaya kembali menerkam seorang laki-laki yang diketahui sebagai pawang. Hingga kini, tim gabungan dari Kepolisian, TNI dan SAR masih melakukan pencarian," kata Tritanto, Minggu (17/9/2017).

Proses pencarian korban serangan buaya dengan menyisir sungai, Sabtu (16/9/2017).

Proses pencarian korban serangan buaya dengan menyisir sungai, Sabtu (16/9/2017).

Sejak Jumat, polisi melakukan penyisiran di sungai itu. Korban pertama telah ditemukan namun korban kedua belum ditemukan.

Menurut Hasanuddin, seorang warga Muara Jawa, buaya tersebut memangsa Arjuna (16). Untuk mencari Arjuna, seorang pawang turun ke sungai berniat menemukan buaya tersebut.

Buaya diduga membawa tubuh pawang yang disambar (Tribun Kaltim/Capture)

Buaya diduga membawa tubuh pawang yang disambar (Tribun Kaltim/Capture)

Tidak berlangsung lama, buaya pemangsa muncul dan kembali tetapi malah memangsa si pawang, yang diketahui bernama Supriyadi.

"Supriyadi mulanya mau membantu mencari Arjun, ternyata, Supriyadi juga diterkam dan hilang hingga sekarang," kata dia.

Warga memadati pinggir sungai lokasi tempat korban diterkam buaya, Sabtu (16/9/2017). (TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA)

Warga memadati pinggir sungai lokasi tempat korban diterkam buaya, Sabtu (16/9/2017). (TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA)

Untuk mencari Supriyadi, warga setempat juga mendatangkan empat orang pawang dari Balikpapan dan Tenggarong.

"Pawang yang datang sudah sempat memanggil buayanya. Korban juga terlihat namun karena banyak warga yang nonton akhirnya buaya pergi lagi," ujarnya.
Read More

Kisah Tahanan Kabur ke Orang Pintar Untuk Kelabui Polisi, Nyawanya Berakhir di Kuburan Manggala

Polisi telah menangkap empat dari delapan orang tahanan narkoba Rutan Polres Metro Jakarta Barat yang kabur.

Keempat tahanan yang telah ditangkap kembali tersebut adalah Yocke Arya Winta, Bagas Fathiong Ramadhan, Yudi Rohmansyah, dan Franco Graizani Julizar.

Dalam pengembangan, Yudi dan Franco tewas ditembak karena berusaha melukai polisi.

"Perlu disampaikan bahwa Yudi sebagai otaknya pelaku yang melakukan perencaaan melarikan diri, dia membujuk tahanan lain untuk melarikan diri, dia kasus narkoba tahun 2013," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Minggu (17/9/2017).

Sebelum keduanya ditangkap menurut Argo, Yudi sempat menghubungi orang pintar atau paranormal untuk mengelabui petugas yang mengejarnya. Namun keduanya bisa ditangkap di Pemakaman Manggala, Bekasi, Jawa Barat.

"Jadi pelaku ini sempat datang ke orang pintar, biar polisi yang mencarinya tidak dapat menemukan mereka saat kabur, namun keduanya justru kami tangkap di kuburan," katanya.

Setelah penangkapan, dilakukan pengembangan untuk menunjukan persembunyian tersangka lainnya.

YR mengarahkan ke daerah Medan Satria Bekasi dan pada saat menunjukan lokasi persembunyian AB di Jl Harapan Indah Bolevard, Medan Satria, Bekasi.

Namun justru YR mengambil senjata api rakitan yang diduga sebelumnya sudah dipersiapkan di dalam bangunan gardu listrik. Polisi lebih sigap dan menembaknya hingga tewas.

Disaat itu secara bersamaan FG juga berusaha merebut senjata polisi namun gagal dan akhirnya tewas ditembak.

"FG ini adalah residivis 365 jadi ia mempunyai insting melarikan diri dengan cara merebut senjata anggota dan kita lakukan tindakan terukur. Namun kehabisan darah saat kami bawa ke Rumah Sakit," ucap Argo.

Dalam penangkapan tersebut, Tim Sat Reskrim dan Sat Resnarkoba menyita sepucuk senjata api rakitan.

Adapun tersangka yang masih dikejar tim gabungan Polres Metro Jakarta Barat adalah RL, KN, TG dan AB.

"Kepada tersangka yang melarikan diri saat ini saya sampaikan untuk menyerahkan diri," kata Argo. (Joko Supriyanto)
Read More

Menteri Budi Karya Beberkan Alasannya Kenakan Pakaian Adat Saat Acara Hari Perhubungan Nasional

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi membeberkan alasan dirinya mengenakan pakaian adat dalam acara puncak Hari Perhubungan Nasional.
Sejumlah petinggi Kementerian Perhubungan juga mengenakan pakaian adat dalam acara tersebut.
Budi Karya menjelaskan pakaian adat itu merupakan bentuk konektivitas antara kementerian yang dipimpinnya, dengan berbagai daerah di tanah air.

"(Pakaian ini bentuk) konektivitas itu terdiri dari berbagai daerah (di Indonesia)," ujar Budi Karya, saat ditemui di Monas bagian Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (17/9/2017).
Karena mengedepankan sisi konektivitas itulah, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II itu kemudian meminta seluruh bawahannya mengingat berbagai daerah yang harus mereka layani.
"Maka hari ini saya minta pada semua agar ingat daerah-daerah yang harus kita layani," jelas Budi Karya.
Lebih lanjut, ia menegaskan cara yang bisa ia gunakan agar selalu mengingat tanggung jawab Kemenhub terhadap daerah-daerah di Indonesia yakni melalui cara penggunaan pakaian adat.

"Oleh karenanya, kita hari ini membuat (acara untuk) mengingat kebhinekaan, dari (cara) kita menggunakan pakaian hari ini," kata Budi Karya.
Acara yang dimulai pada pukul 16.30 WIB tersebut sedianya akan digelah hingga malam ini dengan beragam suguhan agenda menarik, satu diantaranya adalah pemutaran film yang berkaitan dengan layanan dan petugas Kementerian Perhubungan.
Budi Karya pun dijadwalkan akan tampil bermain gitar pada malam ini.
Read More

Karena Hal Sepele, Ibu Tiri Tega Jepit Tangan Anak Tirinya Hingga Hancur



Hendra (7)) siswa kelas satu SD ini harus kehilangan lengan kirinya karena di jepit oleh ibu tirinya berinisial MH (37) yang baru dinikahi oleh ayah nya setahun lalu.
MH ibu tiri korban memang kerap memarahi korban sejak awal menikah dengan ayah kandung korban Tumidi (41) yang bekerja sebagai kuli bangunan.

Peristiwa ini berawal dari Hendra yang meminta uang jajan kepada ibu tirinya sambil menangis dan berkata kepada MH ibu tiri bahwa iya ingin membeli jajan di kedai dekat rumah nya, lalu MH yang gelap mata tersebut pun menarik Hendra dan menjepitkan tangan korban ke pintu besi rumah nya hingga hancur.

Pengakuan MH ibu tiri korban,  bahwa ia tidak menyangka perbuatanya nya tersebut telah menghancurkan tangan anak tirinya Hendra, iya mengakui perbuatan nya tersebut karena tidak disengaja, MH ibu tiri korban mengaku hanya ingin memberikan sedikit pelajaran saja untuk anak nya karena terlalu sering minta uang jajan, ujarnya .

MH warga Jl. By Pass, Aie Pacah, Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat pun kini harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan kasus ini di tangani oleh Polsek Jalan By Pass , Air Pacah, Koto Tangah, Padang .

Untuk saat ini korban yang di temani oleh ayah nya di bawa ke Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, Jalan By Pass KM.15, Air Pacah, Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat untuk mendapatkan perawatan medis.
Read More

Curi ponsel di SMP, siswa SMA di Makassar diikat di pohon

Seorang siswa salah satu SMA di Makassar berinisial Adt, (15) dituduh mencuri ponsel dalam area SMPN 18 Makassar di jl Daeng Tata, Kelurahan Parang Tambung, kecamatan Tamalate, Kamis, (14/9) sekira pukul 16.30 wita tadi.

Dia diringkus oleh orang-orang sekolah dibantu warga setempat karena tertinggal dari dua rekannya yang berhasil kabur dari kejaran. Pelajar yang masih mengenakan seragam sekolahnya itu diikat di sebuah pohon agar tidak ikut lari hingga polisi tiba di lokasi kejadian.

Perwira unit II Reskrim Polsek Tamalate, Ipda Sugiman yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Katanya, pelajar berinisial Adt itu kini masih ada di Mapolsek Tamalate. Baru saja diambil keterangannya dan akan dibawa pengembangan malam ini untuk mengejar dua rekannya yang lain untuk mengonfrontir keterangan lantaran pelajar Adt ini menyangkal tuduhan mencuri 1 tab dan 2 ponsel di SMPN 18 Makassar itu.

"Kita masih dalami kasusnya karena pelajar ini menyangkal sementara barang bukti juga tidak ada," kata Ipda Sugiman.

Dijelaskan, soal tab dan ponsel yang hilang itu kejadiannya, Rabu kemarin, (13/9). Lalu sore tadi, kata Ipda Sugiman, Adt bersama dua rekannya yang juga berseragam SMA itu dilihat lagi mondar mandir mencurigakan dalam pekarangan SMPN 18, tidak diketahui maksudnya berada di area sekolah itu.

Tiba-tiba ada orang yang berteriak pencuri. Pelajar-pelajar ini pun dikejar. Tapi saat berusaha lari, Adt tertinggal dan dua rekannya yang lain berhasil lolos dari kejaran hingga akhirnya Adt sendiri yang diringkus warga.

"Kita baru bisa tahu kejadiannya seperti apa jika dua rekannya itu ditemukan dan dikonfrontir. Jadi belum ditetapkan sebagai tersangka," pungkas Ipda Sugiman. 
Read More

Asma Dewi ditangkap polisi, Alumni 212 rapatkan barisan beri dukungan

referensikitakita
Mantan Wakil Bendahara Presidium Alumni 212 Asma Dewi ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jumat (8/9). Dia ditangkap atas dugaan mengunggah konten ujaran kebencian dan penghinaan agama dan ras tertentu.

Berdasarkan pengembangan kepolisian, Asma Dewi diduga pula pernah mentransfer uang sebesar Rp 75 juta ke pengurus inti kelompok Saracen. 

Usai ditangkap polisi, beredar poster dengan tulisan 'Ayo, Alumni 212 bantu, besuk dan bela Asma Dewi'. Dalam poster tersebut, memuat foto Asma Dewi dan Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif. Saat dikonfirmasi merdeka.com, Slamet membenarkan bahwa alumni 212 akan memberikan dukungan terhadap Asma Dewi.

"Ya kan beliau ditahan, kita beri dukungan, beri support untuk beliau. Ya, minimal kan besuk dia. Apalagi ini musibah minimal bantu doa," kata Slamet kepada merdeka.com, Selasa (12/9).

Meski demikian, Slamet mengatakan dirinya dan alumni 212 belum berencana dalam waktu dekat untuk menggelar aksi turun ke jalan sebagai bentuk dukungan ke Asma Dewi.

"Belum ya. Karena masih fokus bantu Rohingya," ujarnya.

Sementara itu, Slamet mengaku tidak mengetahui secara detail kasus yang menjerat Asma Dewi tersebut. Dia mengaku belum melakukan komunikasi dengan kuasa hukum yang bersangkutan, yaitu Lembaga Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (LBH Bang Japar). 

Dia juga mengaku tidak mengetahui terkait dugaan transfer Rp 75 juta dari Asma Dewi ke kelompok Saracen yang telah diciduk akibat menyebarkan ujaran kebencian dan konten berbau SARA di media sosial.

"Saya belum bertemu dengan penasehat hukum beliau, kasus apa. Saya belum tahu persis," ujarnya.

Asma Dewi ditangkap polisi pada Jumat (8/9) di Komplek Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKSI), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, polisi akan menelusuri uang Rp 75 juta yang dikirim Asma Dewi ke Saracen.

"Kan kita enggak tahu dia nyari order kemudian dikirim atau dia yang order, belum tahu. Apa salah satu kaki tangan yang mengambil itu. Karena kan aliran dananya diinfokan dari dia, ke siapa, terus diserahkan lagi ke siapa," kata Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/9).

Polisi masih menggali keterangan dari Dewi. Polisi belum bisa memastikan status Dewi sebagai pemesan ujaran kebencian atau hanya sebagai donatur untuk kelompok Saracen.

"Masih didalami. Yang jelas, aliran dananya ada. Dia kan baru ditangkap kemarin. kita liat apakah terlibat dalam itu," ujarnya.
Read More