Tampilkan postingan dengan label CPNS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CPNS. Tampilkan semua postingan

CPNS Kemenkumham Go Id - Sulit Akses https://cpns.kemenkumham.go.id? Silakan Pilih 3 Link Berikut


Laman pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI https://cpns.kemenkumham.go.id, kini sulit diakses atau dibuka.

Padahal, content  dari laman tersebut masih dibutuhkan sebab berisi pengumuman siapa saja CPNS yang lulus seleksi berkas tahap awal.

Belum diketahui, apa penyebab laman tersebut sulit diakses.

Bagi Anda pendaftar CPNS yang kesulitan mengakses laman tersebut, silakan mencoba mengakses laman resmi lain, yakniwww.bkn.go.id,https://www.mahkamahagung.go.id,  sertahttps://sscn.bkn.go.id.

Guna mengetahui status kelulusan, para pelamar bisa mengakses 1 dari 3 laman tersebut.

Selanjutnya, mencocokkan nama dan kartu identitas diri atau kartu pendaftaran yang sebelumnya telah diperoleh saat melakukan pendaftaran secara online melalui laman pendaftaran resmi https://sscn.bkn.go.id
Read More

Baru dua Hari, Pendafar CPNS 2017 sudah ada 74,145 Orang


Baru hari kedua masa pendaftaran, jumlah pelamar yang mendaftar untuk memperebutkan 19.210 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan Mahkamah Agung (MA) telah mencapai 74.145 orang.

“Yang sudah membuat account ada 138.005 orang, pendaftar keseluruhan 74.145 orang, terdiri atas Kemenkumham 71.292 orang, dan MA sebanyak 3.126,” kata Kepala Bagian Hubungan Media dan Pengaduan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Herman dikutip dari laman Setkab, Rabu (2/8/2017).

Menurut Herman, tingginya antusias jumlah pelamar itu menunjukkan bahwa profesi PNS masih pekerjaan idaman di Indonesia. Jumlah 74.145 pelamar itu masih akan terus bertambah karena mengacu ke data terakhir yang diakses jam 10 pagi tadi.

Herman menjabarkan sejak 30 Juli 2017 hingga beberapa jam jelang dibukanya pendaftaran, total kunjungan ke website resmi BKN di alamat www.bkn.go.id sebanyak 500.514 kali.

Dari jumlah 500.514 kunjungan, 84,49% di antaranya adalah pengunjung yang mencari tahu informasi pendaftaran calon PNS tahun 2017.

Guna mengurangi kepadatan kunjungan, Herman mengimbau agar calon pelamar mencari waktu dimana akses pada portal pendaftaran, yakni sscn.bkn.go.id tidak terlalu padat.

“Masih ada waktu sebulan ke depan untuk melakukan pendaftaran online. Tidak perlu buru-buru di minggu pertama Agustus,” saran pejabat BKN itu

BKN kembali mengingatkan publik proses seleksi CPNS 2017 ini gratis dan tidak ada titipan lewat jalur belakang.

“Kami pastikan, Pemerintah melalui BKN menjamin penerimaan calon PNS yang transparan dan bebas Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN),” tandas Herman.

Read More

Hari Pertama Pendaftaran CPNS, NIK Masih Jadi Kendala


Hari pertama pelaksanaan pendaftaran online Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2017 di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM serta Mahkamah Agung CPNS 2017, berbagai keluhan dialami oleh calon pelamar.

Namun, seperti halnya terjadi dalam pendaftaran CPNS sebelumnya, persoalan yang paling banyak dikeluhkan terkait dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak terdaftar datanya.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Muhammad Ridwan mengatakan, sampai pukul 15.00 WIB tadi, sudah ada sekitar 5400 akun yang masuk untuk melakukan pendaftaran dan 3961 diantaranya sudah mengunggah dokumen.

"Per jam tiga tadi, ada lima ribu empat ratus akun yang masuk untuk daftar, dan sekitar tiga ribu sembilan ratus sudah melengkapi alias mengunggah data dengan lengkap," ujar Iwan yang dihubungi melalui telepon, Selasa (1/8).

Menurut Ridwan, pihaknya tidak tinggal diam, tetapi terus berkoordinasi dengan pihak Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Ternyata pihak Dukcapil hanya bisa menerima satu juta permintaan per hari.

"Kami tengah memastikan lagi apakah itu hanya Dukcapil pada sscn atau Dukcapil seluruh Indonesia. Yang jelas satu hari Dukcapil hanya bisa menerima satu juta permintaan," jelasnya .

Ridwan menambahkan bahwa pada hari pertama pendaftaran ini web sscn.bkn.go.id dapat diakses dengan baik dan tidak down.

"Web pendaftaran alhamdulillah lancar, meskipun website resmi BKN sempat down. Tapi kesimpulan secara keseluruhan alhamdulillah baik, dan 80 persen hanya terkendala NIK," imbuhnya lagi.

Sebelumnya, Karo Hukum Komunikasi dan Komunikasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Herman Suryatman sudah mengingatkan agar calon pelamar cermat dan tidak terburu-buru dalam melakukan pendaftaran, karena masih bisa dilakukan dihari-hari berikutnya sebelum pendaftaran ditutup.
Selain itu juga untuk menghiondari agar tidak terjadi penumpukan pada saat melakukan pendaftaran online.

Seperti diberitakan sebelumnya, pendaftaran CPNS di kedua instansi tersebut dibuka serentak Selasa (01/08) melalui laman yang sudah tersedia yakni di sscn.bkn.go.id.

Pelamar harus menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP yang sesuai dengan NiK Kartu Keluarga.

Namn, seperti terjadi pada pendaftaran CPNS sebelumnya, keluhan dan pengaduan yang disampaikan melaui media sosial Kementerian PANRB seperti twitter, facebook dan instagram, kebanyakan berkaitan dengan NIK. Hingga pukul 17.00 WIB, tercatat lebih dari 300 keluhan yang masuk melaui medsos.

Ada yang menyampaikan bahwa NIK tidak terdaftar atau yang tidak ada datanya, dan NIK yang tidak keluar nomornya walaupun sudah melakukan pendaftaran online.
Read More

Catat, KEMENPAN-RB Buka Lowongan CPNS Dosen


Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan-RB) akan membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi dosen pada tahun 2017.

"Pembukaan ini dilakukan mengingat kebutuhan dosen yang kurang di beberapa daerah," kata Menteri PAN-RB, Asman Abnur usai membuka kegiatan BAKTI 2017 mahasiswa Universitas Andalas (Unand), di Padang, Selasa (1/8/2017).

Dia menyebutkan, meski secara formasi umum dilakukan moratorium penerimaan, beberapa kementerian yang membutuhkan tambahan pegawai tetap dibuka seperti dosen dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Terkait jumlahnya, dia menyebutkan, bergantung pada keputusan Kemenristekdikti sekaligus kampus yang akan menerima tambahan dosen tersebut.

Adapun syarat untuk CPNS dosen ini masih sama antara lain harus berpendidikan minimal magister atau S2 dan usia maksimal 35 tahun.

Meskipun demikian, ujarnya, dalam hal seleksi akan dilakukan secara ketat dan terstruktur.

Ada kemungkinan juga nantinya bagi lulusan yang memperoleh gelar cumlaude atau dengan pujian dibebaskan tes tulis dan langsung pada tahapan berikutnya saja.

"Selain CPNS dosen dalam waktu dekat akan dibuka penerimaan lainnya seperti untuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), BPPT, pendidikan bergantung kebutuhan lembaga masing-masing," kata dia.

Dia menambahkan berkaitan penerimaan CPNS di daerah bergantung pada kebutuhan dan permintaan daerah tersebut.

Akan tetapi, katanya, pemerintah membuka lebar untuk CPNS di daerah Papua dan provinsi termuda Indonesia Kalimantan Utara.

"Kebutuhan aparatur sipil negara ini tetap dibutuhkan namun akan disaring yang berkualitas dan berdaya saing," ujar dia.

Sebab katanya, dalam setahun ada 100 ribu ASN yang pensiun, dan orang yang akan diterima masuk mengisi kelowongan itu hanya lima puluh persen dari jumlah tersebut
Read More

Pelamar CPNS disarankan Atur Waktu Pendaftaran


Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM dan Mahkamah Agung (MA), yang mulai dibuka Selasa (1/9) ini hingga 31 Agustus mendatang, calon pelamar disarankan mengatur waktu pendaftaran hingga sebelum batas waktu pendaftaran ditutup.

“Calon pelamar bisa mendaftar di hari setelah itu, namun juga jangan semuanya mepet mendaftar saat akan penutupan agar traffic tidak terlalu padat,” kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Herman Suryatman di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Kalau toh banyak pelamar yang mendaftar hari ini, Herman meyakini infrastuktur pendaftaran CPNS online, yaitu https://sscn.bkn.go.id sudah siap sebagaimana disampaikan Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan, kemarin.

“Secara umum web registrasi online CPNS, https://sscn.bkn.go.idsejauh ini sudah dinyatakan siap,” kata Kepala Biro Humas BKN, Mohammad usai Rakor Persiapan Seleksi CPNS th 2017, yang diselenggarakan di ruang Multimedia, Gedung II Lantai 12, Kantor Pusat BKN, Jakarta, Senin (31/8) siang.

Satu Pendaftar Satu Formasi

kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB Herman Suryatman mengingatkan, bahwa pelamar hanya boleh mendaftar pada satu instansi, satu jabatan, dan satu jenis formasi dalam satu periode/event pelaksanaan seleksi.

Sebagai contoh, pelamar yang berpendidikan S-1 Hukum yang telah mendaftar di Instansi Kementerian Hukum dan HAM tidak boleh mendaftar di MA. Apabila di Kementerian Hukum dan HAM telah mendaftar pada jabatan Analis Keimigrasian Pertama, tidak boleh mendaftar di jabatan lain seperti jabatan Analis Hukum.

Selanjutnya apabila pada jabatan Analis Keimigrasian Pertama telah mendaftar pada jenis Formasi Cumlaude, tidak boleh mendaftar pada jenis Formasi Umum, Formasi Disabilitas, dan Formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat.

“Para calon pelamar CPNS agar mencermati betul jabatan dan formasi yang akan dipilih. Pastikan sesuai dengan minat serta kualifikasi yang dimiliki oleh calon pelamar ,” ujar  Herman.

Menurut Herman, peraturan saat ini menerapkan seluruh sistem pendaftaran dilakukan secara elektronik, dan calon pelamar tidak dapat merubah pilihan tersebut dengan alasan apapun.

Oleh karena itu, ia menyarankan kepada calon pelamar agar membaca dan memahami secara cermat seluruh persyaratan pelamaran yang telah dicantumkan pada pengumuman dari instansi tersebut sebelum memutuskan pilihan instansi, jabatan dan jenis formasi sesuai dengan kualifikasi dan minat yang dimiliki.

Sebagai contoh: Calon pelamar yang berpendidikan S-1 Hukum yang telah mendaftar di Instansi Kemenkumham tidak boleh mendaftar di MA.

Apabila di Instansi Kemenkumham telah mendaftar pada jabatan Analis Keimigrasian Pertama, tidak boleh mendaftar di jabatan lain seperti jabatan Analis Hukum.

Selanjutnya apabila pada jabatan Analis Keimigrasian Pertama telah mendaftar pada jenis Formasi Cumlaude, tidak boleh mendaftar pada jenis Formasi Umum, Formasi Disabilitas, dan Formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat.

Pemerintah menyediakan berbagai jabatan serta formasi CPNS pada kedua instansi tersebut, oleh karena itu Herman juga menyarankan kepada calon pelamar untuk mempersiapkan diri dengan baik serta mengikuti seluruh rangkaian seleksi CPNS ini.

“Seluruh putra-putri terbaik bangsa yang memenuhi persyaratan dan kualifikasi dipastikan akan mengikuti seleksi CPNS ini. Untuk itu calon pelamar agar mempersiapkan seluruh syarat administrasi, serta fisik dan mental agar sukses mengikuti rangkaian ujian CPNS,” jelas Herman.
Read More

Pelamar CPNS Yang Gagal Masuk Jangan Panik, Klik ini aja !


Kabag Hubungan Media dan Pengaduan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Herman mengimbau para pelamar CPNS tidak usah panik lantaran gagal mengakses atau masuk ke portal BKN.

Pelamar disarankan tidak panik dan mencoba di hari lain. "Gak usah panik kalau gagal akses hari ini. Waktunya sebulan, jadi gak usah buru-buru," ujar Herman dikutip JPNN.com, Selasa (1/8).

Dia juga menyarankan agar tidak masuk lewat portal BKN. Sebaiknya langsung masuk ke llink https://sscn.bkn.go.id. Begitu sudah mengakses, pelajari dulu seluruh mekanismenya.

"Ingat jangan melompati halaman petunjuknya. Banyak kesalahan dilakukan pelamar karena maunya terburu-buru daftar," ujarnya.

Para pelamar pun disarankan mendaftar di jam-jam tidak sibuk atau di hari-hari pertama pendaftaran dibuka. Sejauh ini tingkat kunjungan ke portal BKN sudah hampir sejuta.
Read More