Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Dihukum karena Terlambat, Anak Ini Justru Buat Guru Menangis

Setiap sekolah tentu memiliki peraturan yang wajib ditaati siswa-siswinya. Selain untuk batasan, peraturan juga berguna untuk mendidik dan membentuk pribadi yang baik bagi para pelajar. 

Salah satu peraturan umum di berbagai sekolah adalah jam masuk sekolah yang sudah ditentukan. Bagi murid yang telat, tentu harus mendapat hukuman sebagai konsekuensi.

Tetapi, sebuah video yang baru-baru ini beredar justru memicu perasaan haru. Video itu memperlihatkan seorang anak dihukum gurunya karena terlambat.

Siswa itu diketahui bernama Husen. Dia duduk di bangku kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Tolitoli, Sulawesi Tengah. 

Husen dihukum untuk melakukan setoran hafalan Alquran kepada gurunya. Tetapi, hal luar biasa terjadi, suara anak itu justru membuat sang guru menangis.

Kejadian itu terekam kamera yang kemudian dibagikan ke Facebook oleh akun Atmon Mohi.

Banyak netizen yang terharu saat melihat aksi Husen. Hingga kini video tersebut sudah dilihat lebih dari 66 ribu kali.

Berikut kisah selengkapnya:

" Husen namanya, siswa kls 7 MTs Muhammadiyah Tolitoli.

Pagi tadi ia terlambat masuk kls.

Sebagaimana kesepakatan saya sebgai guru dengan siswa, bahwa bagi siswa yang terlambat diberikan sanksi menyetor hafalan Qur'annya, maka ia pun melaksanakan sanksi itu.

Awalnya berlangsung biasa saja, ia menyetor hafalan surah Al Haaqqah..
berselang bberapa ayat ia mulai meneteskan air matanya..

suaranya yg merdu dan tartil yg mnurut sy sangat mnyentuh.. mmbuat hati ini membuncah tak karuan..

tak trasa saya pun ikut larut dalam bacaannya dan tak kuasa mmbendung air mata ini.

Entah apa yg ada dlm pikirannya..
air matanya terus mengalir sampai ia menyelesaikan surah trsebut..

smoga Allah mmberikan kemuliaan padamu dan kedua org tuamu aamiin ya Rabbul alamiin.."
Read More

4 Bisnis rumahan ini omzetnya di atas gaji bulanan, bisa sampai Rp 90 juta

4 Bisnis rumahan ini omzetnya di atas gaji bulanan, bisa sampai Rp 90 juta
Rasa-rasanya kebanyakan orang yang setiap harinya menghabiskan waktu untuk bekerja pernah punya keinginan untuk berbisnis. Apalagi dengan bermunculannya, kisah sukses mereka yang berbisnis. Dan hebatnya, mereka memulai bisnisnya tersebut pertama kali dari rumah.

Inilah juga yang dialami Mail, karyawan di salah satu perusahaan di ibu kota, yang setiap harinya bukan cuma bergumul dengan pekerjaan, melainkan juga bergelut dengan macetnya jalanan. Terus-menerusnya ia berhadapan dengan situasi tersebut membuat dirinya jemu. Sampai-sampai buat tertawa pun berat rasanya. Berangkat pagi, pulang malam. Tapi, begitu tiba waktunya kenaikan gaji, bertambahnya masih kalah dengan naiknya inflasi tiap tahun.

Tak heran kalau pembawaan Mail yang dulunya ceria kini datar-datar saja. Malah wajahnya terlihat sedikit lebih tua dibanding rekannya yang seusia dengannya. Pernah Mail terpikir, Daripada begini-begini saja, dapat capek doang mendingan berbisnis. Sekarang kan banyak tuh yang sukses bisnis kecil-kecilan malah ada yang jadi besar. Tapi, bisnis apa ya enaknya?

Nah, tak hanya Mail yang didera pertanyaan ini, rata-rata yang awalnya mau berbisnis jadi urung karena tak dapat ide. Padahal, ide bisnis itu lebih dari hitungan jari jumlahnya dan banyak di antaranya merupakan bisnis rumahan. Mau tahu apa saja bisnis tersebut? Berikut ini beberapa bisnis yang bisa dimulai dari rumah alias bisnis rumahan.

Ini 4 bisnis rumahan yang omzetnya melebih gaji setiap bulannya. Berikut daftarnya 

1. Minuman Thai Tea, omzetnya di atas Rp 8 juta

Siapa yang tidak tahu minuman Teh Thailand atau yang populer dikenal sebagai Thai Tea yang lagi marak belakangan ini? Minuman yang memadukan rasa teh Thailand yang unik dengan rasa manis dari gula dan ditambahkan dengan susu menciptakan kesegaran yang sulit ditemui dari es teh biasa yang dicampur susu sekalipun.

Rasa unik yang membuat peminumnya meminum lagi dan lagi inilah yang membangkitkan animo masyarakat yang penasaran atau ketagihan ingin mencicipi Thai Tea lagi. Tingginya minat orang yang membeli Thai Tea bisa jadi peluang bisnis yang menguntungkan. Dalam sehari, 50 gelas Thai Tea bisa terjual. Apalagi bisnis Thai Tea termasuk bisnis rumahan. Lalu, bagaimana memulai bisnis minuman Thai Tea?

Tanpa perlu berepot-repot membeli bahan-bahan dan segala yang diperlukan satu per satu, Anda bisa mendapatkannya satu paket lengkap dengan membeli franchise Thai Tea. Cukup mengeluarkan dari kocek sebagai modal sebesar Rp 2,3 juta - Rp 3,7 juta, Anda sudah bisa berbisnis Thai Tea. Tentunya tiap harga paket punya kelebihan masing-masing. Bagaimana? Tertarik menjadikan bisnis Thai Tea sebagai bisnis rumahan?

2. Bubur bayi, omzetnya Rp 4 juta per bulan

Asupan bergizi lainnya yang diperlukan bayi selain ASI adalah bubur bayi. Tapi, bukan sembarang bubur. Sebenarnya, bisa-bisa saja memberi bayi dengan bubur instan yang dijual di toko-toko. Namun, dari segi kesehatan, apakah ada jaminan bayi sehat nantinya dengan mengonsumsi bubur instan yang mungkin ada kandungan pengawet dan kandungan kimia lainnya?

Kalau mau buat bubur sendiri dengan kandungan-kandungan alamiah, rasanya merepotkan. Problem inilah yang dilihat sebagai peluang bisnis oleh penjual bubur bayi. Keberadaan penjual bubur bayi disambut antusias ibu-ibu yang akan memberi asupan pagi hari bagi anaknya. Dalam satu hari bisa terjual 100 porsi bubur bayi.

Kalau Anda berniat jualan bubur bayi, sama seperti bisnis Thai Tea, Anda bisa memulainya dengan menginvestasikan dana ke franchise bubur bayi yang kini banyak tersedia. Bermodalkan sekitar Rp12 juta, dalam hitungan 3-5 bulan, dana yang diinvestasikan sudah balik modal. Paket Rp 12 juta tersebut sudah meliputi booth, alat masak, alat saji, peralatan marketing, dan training pembuatan bubur. Soal lokasi, cukup buka booth depan rumah, bisnis jual bubur bayi sudah bisa berjalan.

3. Sate Taichan, omzetnya Rp 90 juta per bulan

Kuliner yang satu ini juga sedang hits akhir-akhir ini. Berhubung sepertinya sate termasuk makanan favorit masyarakat Indonesia, tak sulit kiaranya menjual makanan yang satu ini. Begitu juga dengan sate taichan yang jelas-jelas beda dari sate pada umumnya yang pakai bumbu kacang.

Kalau sate yang sering dimakan sudah dibumbui dengan kacang dan kecap sebelum dipanggang, sate taichan dibiarkan polos tanpa bumbu apa pun kemudian dipanggang. Setelah matang, barulah di atas dan sekelilingnya dilumuri bumbu pedas yang juga sebagai sambalnya. Di sinilah perbedaan rasanya. Sate taichan memberikan sensasi pedas di lidah yang tak ada di sate lain.

Inilah juga kenapa sate taichan menjadi populer dan membuat banyak orang penasaran. Dalam satu hari, sebanyak 1.000-an tusuk sate taichan terjual. Dari situ saja keuntungannya mencapai Rp 3 juta. Kebayang dong pastinya kalau total keuntungan dihitung selama sebulan?

Tertarik jualan bisnis sate taichan, kini franchise-nya sudah tersedia. Bermodalkan Rp 20-25 juta, paket lengkap berdagang sate taichan sudah jadi milik Anda.

4. Ayam Gepuk, omzetnya Rp 7 juta per bulan

Makanan yang satu ini juga masuk ke dalam jajaran kuliner terpopuler saat ini. Bagaimana tidak? Di beberapa jalan di ibu kota sampai ke pelosok perumahan, ada saja yang berjualan ayam gepuk. Soal rasa, jangan ditanya.

Sekilas ayam gepuk tak jauh beda dengan ayam penyet atau mirip-mirip nasi bebek. Tapi, pedasnya jelas berbeda dengan ayam penyet atau nasi bebek. Karena pedasnya ini, tak sedikit yang ketagihan dengan ayam gepuk. Sekitar 40 porsi ayam gepuk dapat terjual dalam sehari yang omzetnya mencapai Rp 300 ribuan.

Modal yang mesti dipersiapkan untuk berbisnis ayam gepuk lumayan cukup besar. Modal lebih dari Rp 35 juta cukup bagi Anda untuk memiliki franchise ayam gepuk lengkap dengan paketnya.
Read More

Zaman Pak Harto, Indonesia peringkat 2 SEA Games saja dianggap aib

Zaman Pak Harto, Indonesia peringkat 2 SEA Games saja dianggap aib
SEA Games tahun 2017 di Malaysia telah usai dengan menyisakan pil pahit bagi Indonesia. Sepanjang keikutsertaan Indonesia di SEA Games sejak tahun 1977, inilah prestasi terburuk yang diraih Indonesia.

Indonesia hanya meraih peringkat kelima dengan perolehan 38 medali emas, 63 medali perak, dan 90 medali perunggu. Hal itu menjadi catatan terburuk di dalam sejarah Indonesia atas keikutsertaan di ajang olahraga Sea Games. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi langsung meminta maaf atas capaian yang tidak memuaskan ini.

"Tentu tidak bisa apologi panjang lebar. Mohon maaf, kita sudah melakukan upaya langkah besar," kata Menpora Imam Nahrawi saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (31/8).

Namun pemerintah tetap mengapresiasi para atlet yang bertanding dengan kejujuran dan sportivitas. Walau begitu pembinaan atlet akan diperbaiki sehingga prestasi olahraga Indonesia bisa meningkat kembali.

Ada kisah menarik di era Presiden Soeharto soal capaian Indonesia di SEA Games. Zaman Orde Baru, Indonesia selalu jadi langganan juara umum SEA Games. Cuma dua kali Indonesia jadi peringkat kedua. Tahun 1985 dan 1995. Dua-duanya digelar di Bangkok.

Saat itu jangankan juara kelima, peringkat kedua pun sudah dianggap aib. Bahkan sampai Presiden Soeharto merasa risau melihat hal itu. Menpora Abdul Gafur langsung dipanggil untuk memberikan laporan lengkap soal turunnya peringkat Indonesia.

"Presiden Soeharto amat risau dengan kegagalan Indonesia meraih juara umum SEA Games XIII di Bangkok," kata tokoh olahraga Indonesia Mangombar Ferdinand Siregar yang ikut hadir dalam pertemuan itu.

Hal tersebut dituliskan MF Siregar untuk buku Guru-Guru Keluhuran, Rekaman Monumental Anak tiga Zaman yang diterbitkan Kompas.

Seluruh cabang olahraga dievaluasi habis-habisan. Presiden Soeharto menegaskan jangan sampai kekalahan Indonesia terulang pada SEA Games XIV yang akan digelar di Jakarta tahun 1987. MF Siregar, Menpora Abdul Gafur dan Menkokesra Alamsyah Prawiranegara diperintahkan menyiapkan SEA Games dengan sebaik-baiknya. Semua kementerian di bawah Kemenko Kesra diminta untuk memberikan dukungan penuh pada SEA Games XIV. Bahkan Pak Harto menerbitkan instruksi presiden khusus.

Hasilnya memang sangat membanggakan. Indonesia menang telak dan tak memberi napas lawan-lawannya di SEA Games XIV.

Bayangkan saat itu atlet Indonesia mampu meraih 183 medali emas, 136 medali perak dan 84 perunggu. Total 403 medali dipersembahkan. Bandingkan dengan juara kedua Thailand yang cuma dapat
63 medali emas dan Malaysia yang dapat 35 medali emas.

Prestasi ini terus dipertahankan di setiap SEA Games. Indonesia terus juara umum, kecuali tahun 1995 di Bangkok. Tahun 1997 kembali Indonesia membalas dendam dan merebut juara umum.

Namun sejak era reformasi MF Siregar mengaku merasa sedih. Prestasi Indonesia di SEA Games terus menurun. Tak lagi cuma peringkat dua, Indonesia juga merasakan pahitnya posisi tiga dan empat. Parahnya lagi hal itu dianggap sebagai hal yang biasa-biasa saja.

"Zaman Pak Harto posisi nomor dua saja sudah dianggap sebagai tamparan pada sebuah bangsa," tulisnya sedih.

Sejak reformasi tahun 1998, tercatat sudah 10 kali SEA Games digelar. Hasilnya, Indonesia hanya sekali merasakan manisnya juara umum. Itu pun saat Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games yang digelar di Jakarta dan Palembang.

Plt Deputi V Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) I Nyoman Shuida menyatakan, pemerintah bersama stakeholder harus ikut berbenah diri.

"Sistem pembinaan atlet kita harus dibenahi. Harus ada evaluasi menyeluruh, dan dibutuhkan komitmen kuat baik dari pemerintah mau pun stakeholder untuk menjadikan olahraga sebagai progam strategis," kata Nyoman dalam keterangan tertulis, Kamis (31/8).

Namun demikian, I Nyoman Shuida menyatakan, bahwa hal ini tidak menyurutkan rasa hormat dan bangga kepada atlet-atlet Indonesia. Namun, dia mengingatkan, perlu ada evaluasi demi kemajuan olahraga Indonesia.

"Seluruh atlet dan panitia yang tergabung dalam kontingen Indonesia sudah bekerja dengan sangat keras untuk mengharumkan nama bangsa. Perjuangan mereka nyata dan membanggakan. Namun tentu evaluasi perlu, kita kan selalu ingin bergerak maju," kata dia.

Semoga Indonesia kembali bisa menjadi raja di SEA Games dan menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Games

Read More

Wajibkah Jum'atan, ketika hari besar jatuh pada hari jum'at ?


Pertanyaan diatas, hampir ditanyakan oleh masyarakat luas terutama apabila diprediksi bahwa Hari Raya baik Idul Fitri maupun Idul Adha jatuh di Hari Jum'at,

sebagaimana tahun ini 1438 H / 2017 M yang diprediksi Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah jatuh pada Hari Jum'at 1 September 2017 M (keputusan menunggu hasil sidang itsbat Kemenag RI)

Jika bertepatan dengan hari Jum'at, masihkah wajib JUM'ATan ?

Ada yang memahami, apabila hari raya jatuh pada hari jum'at sudah tidak wajib lagi mengerjakan sholat jum'at

Mereka biasanya mengambil dalil dari Hadits dari Iyas bin Abi Romlah Asy Syamiy, ia berkata, “Aku pernah menemani Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqom,

أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِى يَوْمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَكَيْفَ صَنَعَ قَالَ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِى الْجُمُعَةِ فَقَالَ « مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّىَ فَلْيُصَلِّ ».

“Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah saw bertemu dengan dua ‘ied (hari Idul Fitri atau Idul Adha bertemu dengan hari Jum’at) dalam satu hari?”. Zaid menjawab, “Iya”. Kemudian Mu’awiyah bertanya lagi, “Apa yang beliau lakukan ketika itu?” “Beliau melaksanakan shalat ‘ied dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jum’at”, jawab Zaid lagi. Nabi saw bersabda, “Siapa yang mau shalat Jum’at, maka silakan.” (HR. Abu Daud no. 1070, An-Nasai no. 1592, dan Ibnu Majah no. 1310)

Maka, berkali2 kami sampaikan bahwa membaca hadits, jangan hanya membaca satu hadits, bacalah hadits-hadits yang berkaitan dan pahamilah dengan menggunakan keterangan dari Ulama Hadits.

Dari hadits diatas, timbul pertanyaan siapakah yang diberi KERINGANAN oleh Nabi ? Apakah semua orang atau hanya beberapa orang ? Apakah ada syarat2 tertentu ?

Simak hadits dibawah ini :

قَالَ أَبُو عُبَيْدٍ ثُمَّ شَهِدْتُ مَعَ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ فَكَانَ ذَلِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، فَصَلَّى قَبْلَ الْخُطْبَةِ ثُمَّ خَطَبَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ هَذَا يَوْمٌ قَدِ اجْتَمَعَ لَكُمْ فِيهِ عِيدَانِ ، فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْتَظِرَ الْجُمُعَةَ مِنْ أَهْلِ الْعَوَالِى فَلْيَنْتَظِرْ ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَرْجِعَ فَقَدْ أَذِنْتُ لَهُ
“Abu ‘Ubaid berkata bahwa beliau pernah bersama ‘Utsman bin ‘Affan dan hari tersebut adalah hari Jum’at. Kemudian beliau shalat ‘ied sebelum khutbah. Lalu beliau berkhutbah dan berkata, “Wahai sekalian manusia. Sesungguhnya ini adalah hari di mana terkumpul dua hari raya (dua hari ‘ied). Siapa saja orang 'awaali (berdomisili ditempat yang jauh) yang ingin menunggu shalat Jum’at, maka silakan. Namun siapa saja yang ingin pulang, maka silakan dan telah kuizinkan.” (HR. Bukhari no. 5572)

Langsung dijelaskan oleh Sahabat Utama Sayyidina Utsman bin Affan bahwa yang diberi keringanan untuk tidak melaksanakan Sholat Jumat oleh Nabi adalah orang yang tidak berdomisili sangat jauh dari Masjid Nabawi.

Dan Nabi Muhammad beserta Ahlul Balad (orang2 yang berdomisili di sebuah daerah yang didalamnya diselenggarakan sholat Jum'at) tetap melaksanakan SHOLAT JUM'AT.

قَدِ اجْتَمَعَ فِي يَوْمِكُمْ هَذَا عِيدَانِ، فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنَ الْجُمُعَةِ، وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ

Di hari ini ada dua hari raya. Siapa yang telah hadir shalat id, dia boleh tidak mengikuti Sholat Jum'at. Tapi kami tetap menyelenggarakan sholat Jum'at. (HR. Abu Daud 1073, al-Hakim 1064, al-Baihaqi dalam al-Kubro)

Simak penjelasan Imam Syafi'i dalam kitab beliau Al Umm juz 1 hal 239

قال الشَّافِعِيُّ ) وإذا كان يَوْمُ الْفِطْرِ يوم الْجُمُعَةِ صلى الْإِمَامُ الْعِيدَ حين تَحِلُّ الصَّلَاةُ ثُمَّ أَذِنَ لِمَنْ حَضَرَهُ من غَيْرِ أَهْلِ الْمِصْرِ في أَنْ يَنْصَرِفُوا إنْ شاؤوا إلَى أَهْلِيهِمْ وَلَا يَعُودُونَ إلَى الْجُمُعَةِ وَالِاخْتِيَارُ لهم أَنْ يُقِيمُوا حتى يَجْمَعُوا

Imam Syafi'i berkata :
"Apabila Hari Idul Fitri (maupun Idul Adha) jatuh pada Hari Jum'at, maka bagi Imam menyelenggarakan sholat Id kemudian mengizinkan kepada selain ahlul mishr (penduduk kota)  yang telah mengikuti sholat Id untuk memilih, apabila ia berkehendak untuk pulang dan tidak mengikuti Sholat Jum'at, maka diizinkan. Dan apabila mereka menghendaki untuk mengikuti sholat Jum'at, maka boleh bagi mereka untuk menunggu sampai masuknya Sholat Jum'at.

قال الشَّافِعِيُّ ) وَلَا يَجُوزُ هذا لِأَحَدٍ من أَهْلِ الْمِصْرِ أَنْ يُدْعَوْا أَنْ يَجْمَعُوا إلَّا من عُذْرٍ يَجُوزُ لهم بِهِ تَرْكُ الْجُمُعَةِ وَإِنْ كان يوم عِيدٍ

Imam Syafi'i menekankan :
KERINGANAN diatas TIDAK DIPERUNTUKKAN bagi siapapun dari ahlul mishr (penduduk kota/penduduk yang berdomisili di daerah yang didalamnya diselenggarakan Sholat Jum'at). Maka bagi mereka tetap wajib untuk melaksanakan Sholat Jum'at meskipun berbarengan dengan hari Raya Ied kecuali yang memiliki udzur untuk tidak melaksanakan sholat Jum'at (sakit, musafir, dll)

Lebih jauh, simak penjelasan Imam Nawawi (penulis Syarah Hadits Shohih Muslim) dalam kitab Muhadzdzab juz I hal. 109

وَإِنِ اتَفَقَ يَوْمُ عِيْدٍ وَيَوْمُ جُمْعَةٍ فَحَضَرَ أَهْلُ السَّوَادِ فَصَلَّوْا الْعِيْدَ جَازَ أَنْ يَنْصَرِفُوْا وَيَتْرُكُوْا الْجُمْعَةَ لِمَا رُوِيَ عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ فِيْ خُطْبَتِهَ: "أَيُّهَا النَّاسُ قَدِ اجْتَمَعَ عِيْدَانِ فِيْ يَوْمِكُمْ هَذَا فَمَنْ أَرَادَ مِنْ أَهْلِ الْعَالِيَةِ أَنْ يُصَلِّيَ مَعَنَا الْجُمْعَةَ فَلْيُصَلِّ وَمَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَرِفَ فَلْيَنْصَرِفْ" وَلَمْ يُنْكِرْ عَلَيْهِ أَحَدٌ (قَوْلُهُ السَّوَاد) هُمْ أَهْلُ الْقُرَى وَالْمَزَارِعِ حَوْلَ الْمَدِيْنَةِ الْكَبِيْرَةِ (قَوْلُهُ أَهْلِ الْعَالِيَةِ) قَالَ الْجَوْهَرِيْ: الْعَالِيَةُ مَا فَوْقَ نَجْدٍ إِلَى أَرْضِ تِهَامَةَ وَإِلَى وَرَاءِ مَكَّةَ وَهُوَ الْحِجَازُ وَمَا وَالاَهَا. (قَالَ الشَّافِعِيُّ) وَلاَ يَجُوْزُ هَذَا لأَحَدٍ مَنْ أَهْلِ الْمِصْرِ أَنْ يَدَعُوْا أَنْ يَجْتَمِعُوْا إِلاَّ مِنْ عُذْرٍ يَجُوْزُ لَهُمْ بِهِ تَرْكُ الْجُمْعَةِ وَإِنْ كَانَ يَوْمَ عِيْدٍ. اهـ

“Apabila hari raya betepatan dengan hari Jum’at, maka penduduk yang berdomisili di tempat yang jauh dari tempat shalat id yang telah hadir untuk melaksanakan shalat id boleh kembali ke domisilinya, dan (diberi keringanan untuk) tidak mengikuti jum’atan. Diriwayatkan dari sayyidina Utsman ra beliau bekata dalam khutbahnya wahai manusia, pada hari ini terjadi dua hari raya, maka barang siapa di antara penduduk kampung yang jauh dari tempat shalat id ini menghendaki ikut shalat Jum’at, silahkan dan barang siapa yang pulang ke kampungnya silahkan ia pulang. Terhadap kata sayyidina Utsman ini tidak ada satupun sahabat yang mengingkarinya.

Kesimpulan :

1. Bagi takmir Masjid, tetap WAJIB menyelenggarakan Sholat Jumat
2. Bagi yang mendapatkan keringanan tidak melaksanakan sholat jumat, maka tetap wajib baginya untuk melaksanakan sholat Dzuhur.
3. Keringanan untuk tidak melaksanakan sholat Jumat itu diberikan HANYA KEPADA orang yang berdomisili di sebuah tempat yang ditempat tersebut tidak diselenggarakan sholat Jumat (penduduk pedalaman) sehingga ia harus kekota untuk melaksanakan sholat Jumat. Dan keringanan tersebut dapat diambil hanya jika apabila ia datang ke kota untuk melaksanakan Sholat Id, kemudian ia kembali ke domisilinya dan diperkirakan ia akan terlambat apabila kembali lagi ke kota untuk melaksanakan sholat Jumat karena terlalu jauhnya tempat domisilinya dengan Masjid dikota yang menyelenggarakan Jum'atan.
4. Melihat kondisi sekarang, terutama masyarakat di Pulau Jawa yang sudah banyak daerah yang didalamnya terdapat masjid yang mendirikan sholat Jumat, maka KERINGANAN untuk tidak sholat jumat tersebut TIDAK BERLAKU, sehingga TETAP WAJIB untuk melaksanakan sholat Jum'at.
5. Sekedar informasi, Imam Bukhori dan Imam Muslim bermadzhab Syafi'i, jadi jangan sekali2 mencoba menabrakan Hadits dengan Fatwa Imam Syafi'i, karena justru Imam Syafi'i lah yang menjelaskan hadits.

Walloohu a'lam bis showaab.
Diteruskan dari KH. Drs. Mukhlis Hudaf-Klaten
Read More

Mantap, Umur 15 Tahun Sudah Duduk di Bangku Kuliah


Gadis 15 tahun Kamila Putri Hanisa menjadi mahasiswa termuda yang diterima Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun ini. Kamila menjadi satu dari 8.322 mahasiswa baru yang masuk pada tahun ini baik untuk level strata satu maupun diploma.

Kamila diterima menjadi mahasiswa baru Departemen Geografi dan Ilmu Lingkungan, Fakultas Geografi UGM. Dia masuk melalui jalur seleksi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

"Tidak masalah. Jika dia lulus, itu menandakan dia mumpuni," kata Rektor UGM Panut Mulyono, dikutip dari tempo, di depan Grha Sabha Pramana UGM, Senin (7/8/2017).

Menurut Panut, UGM memastikan tidak akan memberikan perlakuan khusus terhadap Kamila, meskipun usianya paling muda. Dari SD sampai SMA yang ditempuh Kamila, semuanya lewat jalur akselerasi. Karena itu, Kamila bisa mendaftar di universitas pada usia muda.

Kamila adalah anak kedua dari tiga bersaudara, dari pasangan Apip Saepul H (50) dan Arini (44) asal Sidoarjo, Jawa Timur.

Belum mulai kuliah saja, gadis 15 tahun sudah mempunyai target tinggi menyelesai studi di UGM dengan predikat cumlaude, dengan batas waktu studi S1 tiga setengah tahun paling lama.
Read More

Ancaman istri politikus jika pilih Ahok: Cerai dan diusir dari rumah



Pilgub DKI hampir selesai, pasangan Anies-Sandiaga ungguli Ahok- Djarot dalam hitung cepat. Akhirnya, beberapa politikus blak-blakan mengungkapkan alasan tidak memilih pasangan nomor dua tersebut.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengungkapkan partainya konsisten tidak memilih pasangan Ahok-Djarot. Saat putaran I, PAN memberikan dukungan politik kepada Agus-Sylvi dan Anies-Sandiaga, pada putaran II.

Saat menghadiri peluncuran buku berjudul 'Takziyah Muhammadiyah Untuk KH Hasyim Muzadi' di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, akhirnya Zulkifli buka-bukaan alasan tak dukung Ahok di depan Wapres Jusuf Kalla (JK) dan beberapa petinggi partai lainnya.

"Kalau kita Pak Wapres, kita yang agak berani ikut dukung (Anies Sandi). Karena kalau dukung Pak Ahok, enggak bisa pulang saya, koper sudah ditaruh di depan," ujarnya sambil tertawa-tawa, Kamis kemarin malam.

Sejalan dengan Zulkifli, mantan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Abraham Lunggana atau biasa disapa Haji Lulung mengungkapkan alasannya tak memberikan dukungan kepada pasangan Ahok-Djarot.

Lulung mengaku diancam akan diceraikan istrinya jika mendukung Ahok.

"Istri saya itu istri yang soleh, istri saya tuh tiap hari ngaji, salat hajat, salat duha, salat lima waktu. Dia bilang, 'Pah, kalau lo dukung Ahok, kita bercerai aja dah,'" ungkap Lulung menirukan ucapan istrinya, beberapa waktu lalu.
Read More

Cerita Motivasi - Anak kecil dengan kotak emas


Di sebuah keluarga miskin, seorang ayah tampak kesal pada anak perempuannya yang berusia tiga tahun. Anak perempuannya baru saja menghabiskan uang untuk membeli kertas kado emas untuk membungkus sekotak kado.

Keesokan harinya, anak perempuan itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang tahun pada sang ayah.

“Ini untuk ayah,” kata anak gadis itu.

Sang ayah tak jadi marah. Namun ketika ia membuka kotak dan mendapatkan isinya kosong, meledaklah kemarahannya.

“Tak tahukah kau, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini!”

Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berkata terisak-isak, “Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu ke dalam kotak itu.”

“Apa yang kau letakkan ke dalam kotak ini? Bukankah kau lihat kotak ini kosong?” bentak ayahnya.

“Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk ayah ke dalam kotak itu,” bisik anak perempuan itu.

Sang ayah terperangah mendengar jawaban anak perempuan kecilnya. Ia lalu memeluk erat-erat anak perempuannya dan meminta maaf.

Konon, orang-orang menceritakan bahwa, pria itu selalu meletakkan kotak kado itu di pinggir tempat tidurnya sampai akhir hayat. Kapan pun ia mengalami kekecewaan, marah atau beban yang berat, ia membayangkan ada ribuan ciuman dalam kotak itu yang mengingatkan cinta anak perempuannya.

Dan sesungguhnya kita telah menerima sebuah kotak emas penuh berisi cinta tanpa pamrih dari orang tua, istri/suami, anak, pasangan, teman dan sahabat kita. Tak ada yang lebih indah dan berharga dalam hidup ini selain cinta.

(Judul asli: A Little Girl and The Golden Box, Ana Lucia)
Read More