Streotype perempuan zaman dulu dengan sekarang berbeda. Jika dulu, perempuan dianggap urus-urus soal dapur saja, namun kini tak begitu.
Banyak sekali perempuan zaman sekarang yang terbukti mampu mengungguli kaum adam dari sisi karir. Lihat saja, beberapa di antaranya perempuan di Indonesia menjadi orang nomor satu di perusahaan atau malah justru menjadi pejabat publik.
Contohnya saja, CEO XL Axiata, Dian Siswarini. Dian membuktikan, bahwa perempuan juga bisa sejajar dengan laki-laki asalkan mau berusaha dan kerja keras. Menurutnya, Indonesia perlu banyak lagi pemimpin wanita.
"Berdasarkan survei ya, kalau di suatu korporasi, ada satu BoD member-nya perempuan, itu bisa membuat performance perusahaan itu naik 30 persen. Kemudian kebanyakan pemimpin wanita itu lebih bisa mengayomi karyawannya dan pemimpin wanita itu lebih care terhadap people development ya," ujarnya.
Di Indonesia sendiri, saat ini sudah cukup banyak perempuan yang terpantau menjadi pimpinan di suatu perusahaan. Kali ini merdeka.com akan merangkum sejumlah perempuan yang sukses menduduki kursi pimpinan dikutip dari berbagai sumber.
1. Hanifa Ambadar
Pada 2005, Hanifa Ambadar membangun media online bernama Female Daily. Mulanya situs ini ialah sebuah blog pribadi Hanifa yang membahas mengenai fesyen.
Mendapat suntikan dana USD 1 juta, Female Daily tumbuh menjadi salah satu perusahaan besar di Tanah Air. Hanifa mengenyam pendidikan sarjananya di Southern Illinois University Carbondale Illinois dengan jurusan Business Marketing.
Setelah lulus, dia menikah dan melanjutkan S2 di Maryville University St. Louis jurusan Management Information System. Seusai kuliah, Hanifa sempat bekerja di GAP Inc sebelum akhirnya memutuskan keluar dan menseriusi pengelolaan blognya menjadi Female Daily Network.
2. Raline Shah
Raline Shah belum lama ini ditunjuk sebagai komisaris independen AirAsia. Aktris cantik berusia 32 tahun itu pun merasa bahagia bisa bergabung dengan maskapai penerbangan yang tersohor itu.
"Ayah saya dan paman-paman saya semuanya pengusaha, bussinesman swasta juga. Jadi ini kesempatan yang baik untuk saya, untuk bisa berkecimpung di sini," tuturnya.
Raline menambahkan jika dia memang sudah lama ingin terjun ke dunia bisnis. Terlahir dalam keluarga pengusaha, membuat darah entrepreneur mengalir dalam tubuhnya.
"Secara pribadi saya juga merasa bahwa bisnis itu udah ada dalam darah daging saya. Jadi saya menerima ini dengan baik. Alhamdulilah ini kesempatan yang baik untuk saya belajar, memberi AirAsia sisi pandang yang lain karena saya dari bidang yang lain juga. Udah itu aja terima kasih," imbuhnya.
3. Veronika Linardi
Memulai karier di bidang executive recruitment, melalui perusahaan Linardi Associates, Veronika Linardi banyak berinteraksi dengan pemilik bisnis, yang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda mengenai para pekerjanya. Dari mulai pengusaha mode, media, hingga kantor hukum.
Veronika melihat, kerap ada kesenjangan informasi antara penyedia kerja dengan pencari kerja. Melihat permasalahan tersebut, Veronika tergerak mendirikan sebuah portal dan komunitas yang ditujukan untuk berbagi informasi mengenai tempat kerja dan gaji, khususnya untuk perusahaan yang berada di Indonesia bernama Qerja.com.
Veronika mulai meluncurkan Qerja.com sejak April 2014. Pada awal Maret 2015, Qerja mendapat suntikan dana sebesar delapan digit dari SB ISAT Fund, sebuah joint venture milik SoftBank dan Indosat.
4. Alice Norin
Lama tak muncul di layar kaca, ternyata Alice Norine banting setir menjadi seorang pebisnis. Niat Alice untuk terjun ke bisnis fashion ternyata sudah ada sejak dulu. Meski sempat gagal dalam bisnis telekomunikasi yang digeluti sebelumnya, dia tak kapok dan masih ingin mencoba lagi.
"Karena aku ditipu sama patner, jadi pas modal tinggal dikit, aku mikir aku pengen bikin usaha online shop baju. Kan kalo jualannya offline, mungkin menyewa tokonya lebih mahal gitu, belum (bayar) pegawainya juga, jadi aku mikir aku bikin online shop. Kebetulan aku juga seneng sama online shop jadi dari situ mulailah 8Wood.id," ujarnya.
Meski tak memiliki darah pengusaha, dia menceritakan perjuangan yang dilakukannya selama ini. Kuncinya tak pantang menyerah dan belajar secara otodidak.
5. Fitria Yusuf
Fitria didapuk sebagai wakil direktur utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk sejak 2 Oktober 2016. Laiknya Raline, Fitria sempat menjadi komisaris independen CMNP sejak 2012-2014.
Selain di CMNP, saat ini, Fitria juga menjabat sebagai Director of Magenta Advisor dan Editor In Chief Aesthetic Beauty Guide Indonesia, MRA Group dan CEO PT Fifefa International Jakarta sejak tahun 2011. Perempuan kelahiran 1982 ini turut menjadi komisaris PT Mitra International Resources sejak 2009, Fashion Contributor Eve Megazine sejak 2007.
Fitria menyelesaikan pendidikan di Menlo College San Francisco-California pada tahun 2001 dan terakhir menyelesaikan pendidikan Bachelor of Science in Business Administration jurusan Marketing di GS Fame Institute of Business, Jakarta pada tahun 2004.
