Anda pasti sering mendengar bagaimana orang-orang sukses memulai kegiatan mereka di pagi hari, sedangkan apa yang terjadi pada diri Anda? Masih sering menunda alarm karena malas bangun pagi?
Tidur berlebihan atau bangun siang sering disamakan dengan sifat negatif, seperti malas, sehingga bangun pagi adalah tantangan bagi Anda yang jarang melakukannya. Dilansir dari mydomaine.com, Rabu (1/2/2017), sebuah penelitian mengungkap bahwa kecenderungan untuk menunda alarm justru menunjukkan kecerdasan di atas rata-rata, kreativitas, dan kebahagiaan.
Studi yang berjudul "Why Night Owls Are More Intelligent," menyebutkan bahwa jika Anda terus menerus mengabaikan alarm yang berbunyi di pagi hari, Anda cenderung merupakan orang yang otonom dan ambisius. Sedangkan studi lainnya yang dilakukan oleh University of Southampton juga menemukan kesimpulan yang sama setelah mempelajari kondisi sosial ekonomi dari 1.000 orang dalam korelasi mereka dengan pola tidur.
Dirangkum dalam Elle Decor, orang-orang yang pergi tidur setelah jam 11 malam dan bangun setelah jam 8 pagi akan memperoleh lebih banyak uang dan gaya hidup yang lebih bahagia. Jadi, lain kali ketika Anda merasa sulit tidur dan bangun pagi, jangan terlalu keras pada diri sendiri bahwa Anda bukanlah orang yang sukses dan bahagia, justru sebaliknya.
3. Mengambil risiko
Sebuah studi di Finlandia menemukan bahwa orang yang terbuka dengan tantangan baru dan tidak takut mengambil risiko cenderung merupakan orang yang cerdas. Penelitian ini menggunakan simulasi mengemudi dan menemukan bahwa peserta yang membuat keputusan berisiko selama tes memiliki materi otak lebih putih, area otak yang berhubungan dengan fungsi kognitif.
4. Malas
Sebuah studi dari Florida Gulf Coast University menemukan bahwa orang cerdas cenderung lebih malas, karena mereka memiliki rentang perhatian yang panjang. Orang-orang yang memiliki otak lebih besar merasa tidak harus terus menerus melakukan sesuatu, mereka lebih memilih duduk dan berpikir.
5. Urutan lahir
Hampir semua orang memahami bahwa anak sulung dalam sebuah keluarga cenderung menjadi orang-orang yang bisa mendapatkan apapun, karena mereka mendapat perhatian besar dari orang tua.
Sebuah studi menemukan bahwa anak sulung cenderung memiliki lebih banyak aturan untuk diikuti dan pengawasan yang lebih intens, terutama dalam hal pekerjaan rumah.
6. Gelisah
Sebuah studi di Suny Downstate Medical Center, New York menemukan bahwa orang dengan IQ tinggi cenderung lebih mudah cemas. Karena Anda terus menerus memikirkan berbagai hal, situasi, dan melihat masa lalu sebagai sesuatu yang bisa mempengaruhi masa depan Anda. Namun, Anda juga sangat baik dalam memecahkan masalah, pemikiran kritis, dan penalaran abstrak.
7. Pecinta kucing
Para peneliti dari Caroll Universitu menganalisa 600 peserta dan menemukan bahwa pecinta kucing memiliki nilai lebih tinggi pada tes kecerdasan, daripada mereka yang mencintai anjing.
8. Ateis
Tinjauan dari 35 penelitian ilmiah menemukan bahwa orang yang memiliki pandangan naturalistik pada dunia umumnya juga lebih cerdas, daripada orang yang religius.
