Sedih melihat apa yang menimpa seorang siswa di Malaysia ini. Lantaran, kedua kakinya terpaksa dipotong karena otot-otot di kakinya sudah mati, setelah 20 hari dicambuk oleh asisten sipir (penjaga), sekolah madrasah.
Kejadian itu begitu booming setelah ibu korban, Dayang Thaqifah memposting foto anaknya dengan kondisi tubuh sebagian hitam di kaki dan sedang menunggu untuk dioperasi.
"berikan keajaiban anakandaku. Mohd Tsaqif amin diberikan dan pemulihan diperpanjang usia," tulis Dayang di laman Facebook miliknya
"Hari ke3- 21 April 2017. Sesuatu semakin buruk keadaan otot. kaki mati. pagi ini dokter memutuskan untuk memotong kakinya kedua2 sisi. bahwa cara terbaik 4 kali ini. salah satu cara untuk menghindari dialisis buah pinggang dia. Mohon doa rakan2... untuk memproses operasi kedua ini aman dan mendapatkan dampak positif untuk buah pinggang-nya.. dan pulihkan," tulisnya lagi
Dalam kejadian 28 Maret lalu, dua orang saudara korban mengklaim bahwa keponakan mereka, Mohd Thaqif Amin, 11 tahun dan beberapa siswa madrasah yang lain dicambuk menggunakan karet pipa di tapak kaki, oleh asisten sipir.
Empat hari kemudian, 31 Maret 2017, ibu korban, Dayang Thaqifah, datang untuk membawa anaknya pulang, setelah korban mengadu dia dicambuk menggunakan karet pipa di telapak kaki.
19 April 2017, Thaqif dilaporkan berada dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Sultan Ismail.
Menurut Dayang Thaqifah, di hari kedua anaknya berada di rumah sakit, kondisi anaknya tidak stabil, ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik dan proses pembekuan darahnya agak lambat.
"Mungkin disebabkan kuman dari kakinya. Di hari ketiga, kondisi Thaqif memburuk. Otot-otot kakinya sudah mati dan pagi ini (kemarin) dokter memutuskan untuk memotong kedua belah kakinya. That the best way for this time. Satu cara untuk hindari dialisis buah pinggangnya, "tulisnya di Facebook.
Menurut sepupu ibu korban, anak saudaranya itu telah selesai menjalani operasi memotong kakinya.
Diketahui korban dan beberapa siswa yang lain dicambuk dengan pipa karet atas kesalahan teman.
Setelah dua minggu kemudian, kaki korban menjadi lebam dan dikonfirmasi oleh pihak rumah sakit ada darah beku di bagian kaki, malah terkena infeksi yang melarat sampai ke ginjal.
Seorang lagi bibi korban, Bella, turut berbagi pernyataan dari kepala sekolah madrasah bersangkutan.
Kepala madrasah. Mohammad Afdhaluddin Ismail, menegaskan penjaga tersebut telah digantung tugas segera menindaklanjuti kejadian itu dan akan memberi kerjasama pada polisi untuk melakukan penyelidikan.
Dia meminta masyarakat memberi ruang untuk pihaknya melakukan penyelidikan dan tidak sepenuhnya menyalahkan sekolah.
Dalam perkembangan terbaru, Dayang Thaqifah menginformasikan kedua kaki anaknya telah dipotong kemarin dan sekarang tangan kanan anaknya sudah mulai bengkak dan kehitaman.
"Awal pagi tadi dokter minta izin untuk belah tangan Thaqif untuk kurangi tekanan. Kuman menyebar sangat cepat. Saya redha dengan apa jua ketentuan Allah," tulisnya di facebook
Dikuto dari Harian Metor Malaysia, siswa Tahfiz berusia 11 tahun itu kini dilaporkan kritis dan tim medis di Rumah Sakit Sultan Ismail berusaha keras memberikan yang terbaik untuknya.
Ketua Komite Kesehatan, Lingkungan, Pendidikan dan Penerangan negeri Datuk Ayub Rahmat mengatakan, penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab penyakit.
"Investigasi lanjut apakah pasien kebetulan memiliki penyakit lain karena kondisi penyakitnya tidak hanya terbatas pada tempat yang dikatakan dipukul itu saja.
"Pelajar tersebut memiliki darah beku dan terkena infeksi sehingga merambat ke bagian ginjal dan merusak fungsi buah pinggangnya.
"Masalah pembekuan darah tidak hanya di kaki, tempat yang dikatakan dipukuli tetapi di tangan," katanya (*)
