Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Prabowo bela Rohingya: Kita mau perang bagaimana, beli senjata enggak bisa

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan jika Indonesia ingin optimal dalam membantu etnis Rohingya, terlebih dahulu harus kuat. Dengan Indonesia menjadi kuat, tambah Prabowo, tidak hanya Rohingya yang akan dibantu tetapi juga etnik apapun, termasuk etnik di Indonesia yang mengalami ketidakadilan. 

Prabowo menegaskan guna membantu Rohingya, bangsa Indonesia harus kuat dan disegani di mata dunia. Keseganan bangsa lain membuat Indonesia bisa banyak berbuat terhadap warga Rohingya.

"Kita berkumpul di sini untuk menegaskan solidaritas kita terhadap kaum Rohingya yang telah mengalami penindasan," tegas Prabowo disambut riuh ratusan ribu peserta Aksi Bela Rohingya pagi ini di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9).

Bangsa Indonesia, tambah Prabowo, harus disegani agar bisa didengar negara asing. "Kalau diri sendiri saja tidak beres, bagaimana Indonesia mau didengar negara lain," katanya.

Oleh karena itu, Prabowo mengajak Bangsa Indonesia agar senantiasa membenahi diri sendiri terlebih dahulu. "Kita jangan sibuk tepuk tangan, kita juga harus perkuat diri. Mau perang bagaimana, beli senjata saja enggak bisa," sindir Prabowo.Prabowo pun mengajak agar Umat Islam di Indonesia tetap tunjukkan kesejukan dan kedamaian yang melindungi umat seluruhnya. Dalam menyikapi kasus Rohingya. Prabowo menegaskan sebagai seorang muslim harus lebih sejuk, dan menunjukkan bahwa Islam melindungi seluruh penganut agama yang ada di Indonesia."Kalau mereka menindas kaum muslim, kita tunjukkan kalau kita berkuasa Islam menjamin kebebasan, yang menjamin kesejahteraan, dan tidak akan ada kebencian," jelas Prabowo."Kaum Rohingya tidak usah khawatir, percayalah saat Indonesia kembali kuat akan menunjukkan Islam yang aman dan damai di seluruh dunia," ujarnya.
Read More

Polri-KPK Klarifikasi Kesaksian BAP Resmi Novel Baswedan

Polri-KPK Klarifikasi Kesaksian BAP Resmi Novel Baswedan
Kepolisian Republik Indonesia akan bekerja sama penuh dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal penyelesaian kasus Novel. Selain transparansi penyelidikan, KPK dan Polri juga akan melakukan verifikasi terkait dengan kesaksian korban penyiraman air keras Novel Baswedan.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengklaim bahwa ia dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sudah membicarakan langkah selanjutnya setelah lawatan ke Singapura. Saat itu polisi beserta dua petinggi KPK – salah satunya Agus Rahardjo juga ikut mendampingi.

Agus mengatakan bahwa Polri sudah meminta bantuan KPK untuk memeriksa hal yang sudah ditemukan Polri. “Nanti kami akan menugaskan beberapa penyidik untuk bekerja sama dengan temen-teman Polri. Kita tunggu aja, mudah-mudahan dalam waktu tidak begitu lama ada titik terang,” jelas Agus pada Jumat (18/8/2017) di Polda Metro Jaya.

Agus mengakui, memang ada beberapa hal yang diberikan oleh Novel kepada teman-teman di KPK. Oleh sebab itu, kerja sama dengan Polri terkait koordinasi penyelidikan Novel Baswedan akan sangat membantu. “Yang diberikan (Novel) kepada kami, kita crosscheck kepada Polri,” kata Agus.

Kapolri Tito Karnavian pun mendukung pernyataan Agus ini. Sampai saat ini, Polri tercatat sudah dua kali meminta kesaksian Novel di Singapura. “Yang sebelumnya, tim sudah berangkat, tapi baru secara lisan,” katanya menjelaskan.

Namun saat kunjungan Senin (14/8/2017) lalu, Novel “sudah di BAP resmi” didampingi oleh Agus Rahardjo dan Kedutaan Besar Republik Indonesia.

“Hasil pemeriksaan ini nanti kita akan kembangkan untuk kita verifikasi,” lanjut Tito.

Menjawab protes Novel Baswedan soal sketsa wajah saksi kunci dalam kasus penyiraman air keras kepada dirinya, Tito sendiri tidak menampik hal tersebut. Tito malah mengatakan bahwa selama ini Polri sudah berupaya sebisa mungkin menjaga para saksi agar tidak banyak terekspos.

“Saya pun di istana juga sampaikan: 'Mohon maaf, sketsa wajah ini tidak bisa saya sampaikan darimana, saksi mana yang menyampaikan–untuk keselamatannya',” ujar Tito.

Sketsa wajah ini baru akan dibuka secara seutuhnya kepada KPK. Menurut Tito, KPK wajib mendapat akses penuh untuk sketsa wajah yang dibuat penyidik Polri agar bisa mendalami kasus secara maksimal. Ini berkaitan dengan fungsi pengawasan dan klarifikasi yang KPK punya di lapangan.

“Kalau kepada media, kepada publik, ga perlu kita jelaskan. Demi keselamatannya (saksi),” jelasnya lagi.

Untuk langkah berikutnya, senada dengan Agus Rahardjo, Tito juga sudah merencanakan unuk melakukan diskusi dengan tim teknis KPK dan Polri. Baginya, fokus Polri sekarang akan lebih kepada hal teknis di lapangan.

“Teknis dalam pengungkapan kasus lebih penting, dibanding masalah strategis yang nanti larinya ke politik. Lebih baik teknis lapangan,” tegasnya. 
Read More

Pasca-Operasi, Mata Novel Baswedan Bisa Merespons Cahaya

Pasca-Operasi, Mata Novel Baswedan Bisa Merespons Cahaya
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menginformasikan, mata kiri penyidik KPK Novel Baswedan mampu mendeteksi arah datang cahaya dan mampu mengidentifikasi warna cahaya merah dan hijau pasca-operasi pada Kamis (17/8/2017) lalu di Singapura.

"Tadi pagi dilakukan pengecekan kedua mata Novel oleh pihak dokter. Jaringan otot pada mata kiri setelah operasi terlihat mulai tumbuh. Mata kiri telah mampu mendeteksi arah datang cahaya dan mampu mengidentifikasi warna cahaya merah dan hijau," kata Febri Diansyah di Jakarta, Senin (21/8/2017).

Sementara itu, kata Febri, berdasarkan pemeriksaan scan retina pada Senin (21/8/2017) siang diketahui kondisi pasca-operasi mata kiri baik, cutting, dan sambungan operasi tidak ada tanda-tanda yang tidak sesuai.

"Dilakukan juga pemotretan kedua mata, hasil potret akan dianalisa kemudian. Untuk mata kanan, dari uji melihat huruf dan angka, dengan mata saja terbaca hingga baris ke-15 dan dengan pinhole hingga baris ke-12," kata Febri.

Sebelumnya, Novel menjalani operasi di salah satu RS di Singapura pada Kamis (17/8/2017).

Salah satu dokter yang menangani Novel menyatakan bahwa operasi Novel berjalan lancar, namun setelah operasi Novel harus dirawat di rumah sakit selama sekitar 5 hari untuk pemulihan. Mata Novel pun tidak boleh mengenai air.

Pasca operasi Novel masih harus menjalani operasi lanjutan 2 bulan ke depan.

Menurut Novel pada wawancara sebelumnya, operasi yang dijalaninya adalah operasi artifisial.

"Operasi ini namanya operasi artifisial yang akan menggunakan gigi sebagai salah satu obat pengganti kornea dan plastik artifisial, sedangkan di bagian putihnya akan diganti dengan jaringan gusi sehingga ini adalah operasi besar," kata Novel kepada Antara di Singapura, Selasa (15/8/2017) lalu.

Kasus ini berawal dari Novel Baswedan yang disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di masjid dekat rumahnya. Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017. 
Read More

Seberapa kuat militer Myanmar dibanding Indonesia dan Malaysia?

rSeberapa kuat militer Myanmar dibanding Indonesia dan Malaysia?
eferensikitakita.blogspot.com
Aksi kekerasan yang dilakukan tentara Myanmar pada etnis Rohingya di Rakhine mendapat kecaman dunia. Hingga kini militer Myanmar masih menutup akses bantuan kemanusiaan ke Rakhine. Sementara ribuan orang Rohingya mengungsi ke perbatasan Bangladesh tanpa makanan maupun perbekalan yang memadai.

Myanmar yang dulu bernama Burma dikenal sebagai negara junta militer selama bertahun-tahun. Baru pada November 2015 lalu mereka menggelar Pemilu secara demokratis. Partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi meraih kemenangan dalam Pemilu.

Walau mendapat suara mayoritas di parlemen, pengaruh angkatan bersenjata tak hilang begitu saja. Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Senior U Min Aung Hlaing masih memegang kendali penuh atas pasukan dan masalah pertahanan keamanan negara itu.

Bertahun-tahun berkuasa, junta militer membangun angkatan bersenjata mereka dengan kuat. Situs globalfirepower menempatkan Myanmar di posisi 31 dunia. Bahkan lebih kuat dari Malaysia di posisi 33.

Namun masih jauh dibanding Indonesia yang berada di posisi 14 dan menjadi negara dengan kekuatan militer terkuat di kawasan Asia Tenggara.

Situs itu menyebut Myanmar memiliki 406.000 personel militer aktif. Sementara TNI tercatat memiliki 435.000 personel.

Angkatan Darat Myanmar juga cukup berotot. Mereka memiliki 592 unit tank, 1.300 kendaraan lapis baja dan ratusan meriam, peluncur roket dan artileri medan. Jumlah ini bahkan melampaui milik TNI AD dan Tentara Diraja Malaysia.

Tank kelas berat MBT 2000 buatan China dan T-72S buatan Ukraina jadi tulang punggung pasukan kavaleri Tatmadaw ini. Sementara untuk ranpur pengangkut pasukan, militer Myanmar menggunakan BTR-3U buatan Ukraina. 

Seperti diketahui, TNI AD mengandalkan Tank Leopard buatan Jerman, salah satu tank terbaik di dunia. Sementara Malaysia masih menggunakan PT-91M buatan Polandia.

Sementara Angkatan Udara Myanmar mengandalkan jet tempur multiperan MiG-29 buatan Rusia dan jet tempur buatan China seperti Nanchang Q-5, Chengdu J-7 dan Shenyang J-6. 

Melihat ini, TNI AU dengan barisan SU-27/30 serta F-16 Blok 52ID ditambah T-50i Golden Eagle masih di atas angin.

Read More

Perkumpulan umat beragama di Tangerang berkumpul kecam kekerasan ke etnis Rohingya

Perkumpulan umat beragama di Tangerang berkumpul kecam kekerasan ke etnis Rohingya
Referensikitakita.blogspot.com
Pengurus perkumpulan Boen Tek Bio, Boen San Bio, Boen Hay Bio dan 11 rumah ibadah se-Tangerang Raya mengecam tindakan sadis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine state, Myanmar. Kecaman itu disampaikan dalam pernyataan sikap yang dibacakan pimpinan rumah ibadah Boen Tek Bio, Tan Lie di klenteng Boen Tek Bio, Pasar Lama, Kota Tangerang, Rabu (6/9).

Dalam kesempatan itu, sejumlah perwakilan rumah ibadah tersebut juga mengumpulkan donasi untuk membantu korban kekejaman militer dan sipil di kawasan Rakhine state yang disampaikan kepada perwakilan Majelis Ulama Indonesia Kota Tangerang. 

"Kami melaksanakan ini sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap tragedi yang terjadi terhadap suku Rohingya di Myanmar," ujar Ketua Badan Pengurus Boen Tek Bio, Tan Lie. 

Menurutnya, umat Budha, konghucu dan Tao sangat mengutuk segala bentuk kejahatan baik yang dilakukan oleh militer maupin sipil yang ada di Rakhine State terhadap suku Rohinya. 

"(Bantuan) ini adalah awal permulaan yang kita berikan karena spontanitas dari rekan-rekan kami yang mungkin jumlahnya baru sebagian kecil yang bisa kami berikan," imbuh Tan Lie.

Tan Lie mengatakan bahwa beberapa hari kedepan akan disediakan kotak amal yang akan ditempatkan di klenteng-klenteng dan perwakilan wihara yang hadir pada hari ini.

Sementara itu Perwakilan MUI Kota Tangerang KH. Drs. Hamidi Rusdi, Lc berpesan kepada seluruh umat beragama yang ada di Kota Tangerang, untuk tetap menjaga kondusifitas dan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Umat beragama untuk saling menahan diri, jangan ada yang terpancing. Mari menjaga persatuan dan kesatuan," katanya. 
Read More

Ketika Diplomasi Menteri Retno Disorot Dunia

Ketika Diplomasi Menteri Retno Disorot Dunia
Dunia internasional menyorot aksi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meredam krisis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.
Beberapa media asing turut memberitakan keberangkatan Retno ke Myanmar untuk berunding dengan sejumlah tokoh penting.
Berbekal instruksi Presiden Joko Widodo, Menlu Retno menyambangi National Security Adviser Myanmar Aung San Suu Kyi dan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar Jenderal Senior U Min Aung Hlaing.
Kantor berita Inggris, Reuters, memberitakan upaya diplomasi Indonesia meredam krisis Rohingya.
Reuters memberitakan keberangkatan Retno ke Myanmar dengan judul Indonesia Envoy to Urge Myanmar to Halt Vilonce Against Rohingya Muslims pada Minggu, 3 September 2017 lalu.
Pemberitaan yang sama juga muncul dari media Timur Tengah asal Qatar, Al Jazeera.
Pada tanggal yang sama, Al Jazeera memberitakan keberangkatan Retno ke Myanmar untuk berunding dengan sejumlah tokoh penting untuk menghentikan pembantaian terhadap etnis muslim Rohingya.
Sedangkan media Singapura, Channel News Asia pada Senin (4/9/2017) kemarin, memberi judul Indonesian Minister to Meet Suu Kyi Amid Protest over Rohingya terkait pertemuan Retno dan Suu Kyi serta Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar.
Al Jazeera juga memberitakan kelanjutan rangkaian diplomasi Indonesia melalui Menlu Retno yang kini tengah bertolak ke Dhaka, Bangladesh.
Kedatangan Retno ke Bangladesh bertujuan melobi pemerintah Bangladesh agar bersedia membantu melindungi pengungsi Rohingya yang mengungsi ke sana.
Menteri Retno telah menyampaikan beberapa poin penting kepada State Counsellor Myanmar, Daw Aung San Suu Kyi dan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar untuk menghentikan pembantaian yang masih berlangsung.
"Upaya untuk de-eskalasi situasi di Rakhine State harus menjadi prioritas utama bagi otoritas keamanan di Myanmar," ujar Retno kepada Jenderal Hlaing, seperti dikutip dari keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI.
Retno menekankan Indonesia dan dunia internasional sangat mengkhawatirkan perkembangan situasi di Rakhine State.
Kekerasan telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang telah memakan banyak korban meninggal, luka dan kehilangan tempat tinggal.
"Otoritas keamanan Myanmar perlu segera menghentikan segala bentuk kekerasan yang terjadi di Rakhine State dan memberi perlindungan kepada seluruh masyarakat termasuk masyarakat Muslim," kata Retno.
Dalam kesempatan yang sama, Jenderal Hlaing menyampaikan perkembangan situasi keamanan di bagian utara Rakhine State.
Disampaikan, otoritas keamanan terus berupaya untuk memulihkan keamanan dan stabilitas di Rakhine State.
Menanggapi hal itu, Retno berharap agar otoritas keamanan dapat segera mengembalikan keamanan dan stabilitas di Rakhine State, agar bantuan kemanusiaan dan proses rehabilitasi serta pembangunan inklusif yang selama ini berlangsung dapat kembali dilanjutkan.
Selain itu, Retno juga memberikan lima saran penting kepada Suu Kyi.
Pertama, Myanmar harus sesegera mungkin mengembalikan stabilitas dan keamanan.
Kedua, agar semua pihak di Myanmar menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah.
Ketiga, Indonesia meminta Myanmar memberi perlindungan kepada semua warga di Rakhine State tanpa memandang suku dan agama.
Keempat, agar Myanmar membuka akses seluas mungkin untuk bantuan keamanan.
"Dan elemen lainnya, adalah pentingnya agar rekomendasi laporan Komisi Penasehat untuk Rakhine State yang dipimpin Kofi Annan dapat segera diimplementasikan," lanjut Retno.
Tak Perlu Reaksioner
Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menanggapi serius kabar organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berencana mengirim ribuan anggota ke Myanmar. 
Wiranto berharap aksi itu tidak dilakukan karena ada aturan yang mesti dipatuhi.
"Indonesia kan punya aturan. Indonesia itu negara hukum, punya pemerintahan. Tidak bisa satu kelompok masyarakat liar ke sana, ke mari tanpa ada satu aturan yang harus dipatuhi dari negara ini," ujar Wiranto.
"Mereka siap-siap mau ke sana (Myanmar), siap mau bela, itu pernyataan spontanitas karena semangat, tapi pelaksanaannya tidak bisa seperti itu. Butuh satu mekanisme yang harus dipatuhi," tambah dia.
Wiranto pun meminta masyarakat tidak perlu reaksioner dalam menanggapi tragedi kemanusiaan yang dialami warga Rohingya.
Mantan Panglima ABRI itu meminta masyarakat mendukung upaya diplomasi yang sedang dilakukan pemerintah kepada Myanmar.
Pengungsi Rohingya Menyeberang ke Bangladesh.
Pengungsi Rohingya Menyeberang ke Bangladesh. ((Geo TV/AFP))
Selain itu, dia juga memastikan bahwa pemerintah memberikan perhatian dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan.
"Jadi begini, masyarakat tenang-tenang saja. Pemerintah Indonesia sangat peduli terhadap kemanusiaan dan sudah melakukan langkah yang sangat baik. Sehingga kelompok masyarakat saya imbau enggak usah ada aksi sendiri-sendiri. Sampaikan kepada pemerintah," kata Wiranto seraya meminta masyarakat tidak berpolemik dan menimbulkan perselisihan dengan menggunakan isu tragedi kemanusiaan warga Rohingya.
"Nah, (masyarakat) harus cerdas, bijak dan tidak emosi. Maka kemarin saya mendampingi Presiden untuk memberikan statement press bahwa kita sudah berbuat banyak untuk peristiwa kemanusiaan di Myanmar," urainya.
Usul Kirim Tentara
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy meminta Pemerintah RI melakukan langkah nyata untuk membantu kaum Rohingya yang mengalami kekerasan di Myanmar.
Romahurmuziy, yang biasa disapa Romy, mengusulkan agar pemerintah mengirimkan tentara perdamaian ke Rakhine State, tempat di mana banyak kelompok Rohingya mengalami kekerasan.
"Kami meminta supaya Indonesia bisa memprakarsai usulan kepada Dewan Keamanan untuk menempatkan tentara penjaga perdamaian di Rakhine," kata Romy.
Romy yakin, jika Pemerintah Indonesia melakukan upaya diplomasi yang baik, maka Myanmar akan mengizinkan tentara Indonesia masuk membantu Rohingya yang tertindas oleh kelompok ekstremis di sana.
Ia mengatakan, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara berpenduduk Muslim terbesar yang masih bisa diterima dengan mudah untuk masuk ke wilayah konflik.
"Jadi pemerintah sebaiknya segera menyampaikan perlunya penempatan tentara perdamaian di Rakhine State, karena kejadian yang berlangsung dua pekan terakhir ini bukan baru-baru ini, tapi sudah berlangsung dalam kurun waktu puluhan tahun sejak tahun 1962," ujar Romy.
Ia mengakui, konflik yang terjadi di Myanmar saat ini tidak bisa dilepaskan dari kebencian suku dan agama.
Namun, Romy mengingatkan masyarakat Muslim di Indonesia untuk tidak terpancing dengan kekerasan yang dialami kaum Rohingya.
"Jadi apa yang terjadi meskipun itu berbasis kebencian sektarian di satu negara, tidak pada tempatnya untuk dibawa ke Indonesia," kata dia.
Read More

Jonru atas pelaporan polisi: Pengacara papan atas akan dampingi saya

Jonru atas pelaporan polisi: Pengacara papan atas akan dampingi saya
Pegiat media sosial, Jonru Ginting dilaporkan Ketua Advokat Muda Muannas Al Aidid ke Polda Metro Jaya, Kamis (31/8). Jonru harus berurusan dengan polisi atas buntut kisruh soal postingan akun medsos Jonru Ginting di salah satu acara televisi, Selasa (29/8) malam lalu.

Menanggapi laporan tersebut, Jonru mengaku mendapatkan informasi pelaporan tersebut di Facebook. Dia menegaskan belum ada panggilan resmi dari pihak kepolisian.

"Alhamdulillah, sejumlah pengacara papan atas Indonesia telah menyatakan bersedia mendampingi saya," tulis Jonru di Fanpage resminya, Jumat (1/9).

Jonru mengatakan tak ingin berkomentar apapun terkait pelaporan tersebut. Sebab, lanjut Jonru, hal itu merupakan urusan pengacara papan atasnya.

"Yang jelas, Teman-Teman JANGAN PERNAH TAKUT untuk membela kebenaran. Karena kita berada di jalan yang benar. Ayo terus berjuang hingga tetes darah penghabisan!!!" kata dia.

Dia menuturkan momen Idul Adha ini merupakan awal dari pengorbanan untuk membela NKRI, maka insya Allah dirinya siap dan ikhlas demi Allah semata.

"Mulai hari ini saya menginfaqkan jiwa dan raga saya untuk membela dan menyelamatkan NKRI," ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Advokat Muda Muannas Al Aidid melaporkan pegiat media sosial Jonru Ginting ke Polda Metro Jaya. Laporan itu buntut kisruh soal postingan akun medsos Jonru Ginting di salah satu acara televisi, Selasa (29/8) malam lalu.

Hal itu sesuai laporan polisi nomor : LP/4153/ VIII/2017/ PMJ/Dit. Reskrimsus Tertanggal 31 Agustus 2017. Muannas Al Aidid menilai, tudingan-tudingan Jonru di medsos selama Maret hingga Agustus dianggap provokatif dan membahayakan keutuhan bangsa.

"Akun ini acapkali diduga mempertentangkan dan mendikotomikan antara muslim dan bukan muslim serta semangat mempertajam sentimen individu dan etnis tertentu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," kata Muannas Al Aidid, usai memberikan laporan di Polda Metro Jaya.
Read More