Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Asima Chatterjee Muncul di Google Doodle Hari Ini


Ahli kimia Asima Chatterjee muncul pada Google Doodle hari ini, Sabtu, 23 September 2017. Wanita asal India tersebut dikenal karena karyanya dalam bidang kimia organik dan phytomedicine.

Karena itu dalam Google Doodle digambarkan karikatur Chatterjee lengkap dengan kacamata berbingkai besar khas yang menjadi ciri khasnya. Juga struktur senyawa kimia bernuansa hijau yang merepresentasikan kimia organik, bidang yang ditekuni Chatterjee.

Saat ia tumbuh dewasa di Calcutta, pada era 1920-1930an sangatlah jarang ditemui perempuan yang mempelajari bidang kimia. Chatterjee Chatterjee yang tertarik mempelajarinya, menjadi sebuah kejutan bagi dunia pendidikan kala itu.

Chatterjee tidak hanya menyelesaikan studinya di jurusan Kimia organik. Namun lebih dari itu, ia berhasil meraih gelar Doctorate of Science, sekaligus menjadi wanita pertama di India yang berhasil meraih gelar tersebut.

Penelitian yang dilakukan Chatterjee kemudian menjadi pilar penting bagi perkembangan dunia obat-obatan. Dia memang fokus dalam mempelajari sifat tanaman obat asal India. Sepanjang karirnya, penelitian yang dilakukannya berkontribusi besar terhadap pengembangan obat-obatan yang mengobati epilepsi dan malaria.

Kontribusi Chatterjee yang paling dikenal adalah karyanya yang terkait  Vinca Alkaloid. Ini adalah senyawa yang terbuat dari tumbuhan, dan sering digunakan sebagai pengobatan penyakit medis.

Vinca Alkaloid berasal dari tanaman periwinkle Madagaskar. Saat ini, ia digunakan dalam kebutuhan kemoterapi, karena memiliki fungsi untuk memperlambat atau menghentikan sel kanker agar tidak bertambah banyak.

Kerja keras dan prestasi Chatterjee tersebut diakui oleh universitas di seluruh dunia. Ia juga meraih penghargaan dari pemerintah India. Salah satunya adalah penghargaan tertinggi di India, seperti Padma Bhushan, untuk diangkat ke Majelis Tinggi Parlemen.

Wanita kelahiran 23 September 1917 itu juga melakukan kolaborasi dan mendirikan Departemen Kimia di Lady Brabourne College. Disana ia juga menjadi kepala departemen.

Dengan dedikasinya terhadap tanaman obat India, Chatterjee juga mendirikan sebuah institut penelitian dan membimbing banyak ilmuwan kimia India.

Google Doodle Asima Chatterjee hari ini merupakan penghargaan untuk memperingati 100 tahun kelahirannya. Dan juga untuk mengingatkan dunia akan sosok wanita yang luar biasa akan prestasinya di bidang sains.
Read More

Terbongkar! Propaganda Untuk Menyalahkan Rohingya, Menyamar Berpeci Berkerudung Bakar Rumah

Penguasa Myanmar menuding kekerasan yang terjadi terhadap Rohingya dikarenakan ulah mereka membakar rumah-rumah warga Budha. Penguasa Myanmar dan antek-anteknya juga menuding gerilyawan ARSA sebagai kambing hitam terjadinya kekerasan di Rakhine.

Merekapun membuat rekayasa dan propaganda salah satunya dengan menyamar tampilan berpeci putih dan mengenakan kerudung saat membakar rumah-rumah muslim Rohingya. Lalu foto-foto itu digunakan sebagai propaganda kepada dunia untuk mengelabui.
Tipuan itu didongkar oleh Rohingya Community di akun fbnya (6/9/2017):
Propaganda Murah oleh Tentara Myanmar / Budha.
Umat ​​Buddha mencoba menciptakan propaganda media baru dengan mempentaskan skenario / situasi ini seperti yang terlihat pada foto di bawah ini.
Di sini mereka mencoba untuk mengklaim bahwa “Rohingya sedang membakar rumah-rumah Buddha”. Tapi sebenarnya mereka hanya bertindak menyamar sebagai orang Rohingya dengan mengenakan jilbab seperti kain di kepala wanita dan topi Islami untuk Pria.
Bukti saya adalah sebagai berikut bahwa situasi ini benar-benar palsu / dipentaskan (dibuat) dan sebuah propaganda melawan Rohingya untuk menganiaya mereka lebih banyak lagi:

  1. Perhatikan topi putih yang dipakai para pria (aktor). Topi yang benar-benar masih baru. Di saat seperti sekarang ini dimana nyawa terancam hidup atau mati, orang-orang Rohingya tidak memakai pecinya, mereka sudah tak memikirkan memakai peci. Dan bahkan jika mereka mengenakan topi Islami, itu tidak akan sebersih dan mengkilap seperti di foto.
  2. Para wanita dalam foto berusaha menyerupai diri mereka sebagai wanita muslimah Rohingya sejati dengan mengenakan jilbab. Tapi wanita Rohingya tidak pernah memakai jilbab model seperti itu sama sekali. Sangat jelas bahwa mereka bahkan tidak tahu bagaimana memakai kain lap di kepala mereka.
  3. Orang-orang di foto itu menyembunyikan wajah mereka di bawah topeng.
  4. Semua dari mereka menghadap ke belakang kamera untuk menyembunyikan bentuk wajah aslinya.
  5. Fakta Terbesar: Sekarang mengapa di bumi seseorang bisa begitu bodoh untuk mendokumentasikan kejahatannya dengan membiarkan seorang kamerawan mengambil gambar dari semua sudut ?? !!

Kebenaran FAKTA:
Foto-foto itu adalah sebenarnya rumah keluarga Rohingya. Kemungkinan besar sebagian anggota keluarga terbunuh dan beberapa lainnya berhasil melarikan diri.
Kemudian aktor-aktor ini (Buddhis) datang untuk mengubah skenario kenyataan dengan mengambil gambar diri mereka untuk menunjukkan kepada media bahwa Rohingya adalah orang-orang yang membakar rumah-rumah Buddha.
Read More

Jawaban Mengejutkan Rakyat Rohingya, "Tolong Antar Kami Ke Aceh, Mereka Saudara Muslim Yang Baik"

Kabar pembantaian etnis Rohingya seolah tidak habisnya. Mereka masih menjadi sasaran peluru militer Myanmar.

Etnis Rohingya digambarkan sebagai suku yang paling teraniaya di dunia. Ditolak oleh negara yang mereka sebut rumah dan tidak diinginkan oleh tetangganya. Rohingya adalah potret kemiskinan tanpa kewarganegaraan.

Dalam beberapa bulan terakhir, puluhan ribu Muslim Rohingya telah melarikan diri setelah militer Myanmar membumihanguskan kampung mereka

Mereka telah menceritakan kisah-kisah mengerikan dari pemerkosaan, pembunuhan dan pembakaran rumah oleh pemerintah Myanmar - dulu Burma.

Aktivis mengutuk kurangnya respon internasional. Beberapa telah menggambarkan situasi ini sebagai Asia Tenggara Srebrenica, mengacu pada pembantaian Juli 1995 yang memakan korban lebih dari 8.000 Muslim Bosnia.

BBC, kantor berita internasional berhasil mewawancarai warga Rohingya di penampungan sementara setelah sebelumnya dilarang masuk oleh pemerintah Myanmar.

Saat ditanya kemana tujuan mereka jika berhasil keluar dari Myanmar, beberapa dari mereka kompak menjawab, "Tolong antar kami ke Aceh, mereka saudara muslim yang baik, yang mau menerima kami."

Seperti diketahui, sejak tahun 2015, Malaysia menutup perairannya untuk pengungsi Rohingya. Malaysia bahkan mengerahkan kapal perang untuk menakuti pengungsi.

Sekitar satu juta Muslim Rohingya diperkirakan hidup di negara bagian Rakhine barat, di mana mereka adalah minoritas yang cukup besar. Wabah kekerasan komunal telah terjadi mulai  pada tahun 2012. Lebih dari 100.000 orang mengungsi, dan puluhan ribu Rohingya tetap di kamp-kamp jompo yang setiap saat harus siap dibantai.
Read More

Mengejutkan, 3 Tentara Myanmar di Tangkap Militan Rohingya. ini alasan mereka membunuh Etnis Muslim Rohingya

Mengejutkan, 3 Tentara Myanmar di Tangkap Militan Rohingya. ini alasan mereka membunuh Etnis Muslim Rohingya
Adu tembak antara militan Rohingya dan tentara Myanmar meletus lagi. Militan Rohingya yang lebih dikenal dengan ARSA berhasil menahan tiga tentara Myanmar.

Ketiganya langsung diinterogasi pihak ARSA. Dan jawaban dari ketiganya sangat mengejutkan para militan.

"Tentara Myanmar membunuh warga Rohingya agar cepat mendapatkan kenaikan pangkat. Ini sangat mengejutkan. Mereka bukan manusia," ujar Jamal (43), salah satu militan yang menginterogasi, seperti dilansir dari Incanews.com.

"Bukan hanya itu, mereka (Myanmar) memberlakukan sistem poin bagi tentaranya. Poin paling besar jika membunuh lelaki dewasa, kemudian wanita dewasa, dan terakhir anak-anak dan lansia," sambung Jamal.

"Makanya, tentara Myanmar rebutan untuk bisa membunuh etnis Rohingya. Jika lelaki dewasa sudah habis dibantai, anak-anak kami pun jadi sasaran berikutnya. Mereka sangat sadis," akhir Jamal dalam wawancara ekslusif.

Sebelumnya, Myanmar menyatakan menolak sebuah gencatan senjata yang diumumkan oleh Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA). ARSA mengusulkan gencatan senjata untuk memungkinkan penyampaian bantuan kepada ribuan orang terlantar di negara bagian Rakhine. Militer Myanmar menuturkan, mereka tidak melakukan negosiasi dengan teroris.

"Kami tidak memiliki kebijakan untuk bernegosiasi dengan teroris," kata militer Myanmar dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (10/9).

Seperti diketahui, kemarin ARSA mengumumkan gencatan senjata unilateral selama sebulan dalam perang melawan tentara Myanmar. Tujuannya, untuk memberikan kesempatan kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan menolong warga Rohingya di Rakhine.

”ARSA sangat menganjurkan semua aktor kemanusiaan yang peduli untuk melanjutkan bantuan kemanusiaan mereka kepada semua korban krisis kemanusiaan, terlepas dari latar belakang etnis atau agama selama periode gencatan senjata,” kata kelompok itu. Dalam pernyataan, ARSA juga meminta militer Myanmar untuk sementara waktu meletakkan senjatanya



Baca juga :
Read More

Kesaksian Warga Rohingya di Medan : Kami Ditembaki Lalu di Penggal, Rumah dan Mesjid Dibakar

Kesaksian Warga Rohingya di Medan : Kami Ditembaki Lalu di Penggal, Rumah dan Mesjid Dibakar
Rasa trauma mendalam tidak bisa dihilangkan oleh warga etnis Rohingya yang menjadi korban kekejaman rezim Myanmar. Etnis yang mayoritas beragama Islam itu banyak yang memilih kabur ke luar negeri.

Salah satuya pergi ke Indonesia dan saat ini masih berada di Rumah Deteksi Imigrasi (Rudenim) Belawan, Medan, merasakan trauma yang mendalam.

Salah satu imigran Rohingya, Muhammad Jabar mengaku sudah berada di Indonesia selama 5 tahun. Pelariannya dari Myanmar karena tidak tahan melihat kekejaman pemerintah dan militer yang melakukan kekerasan kepada mereka.

"Di depan mata saya, adik dan paman saya ditembak, ayah saya diculik dan rumah-rumah dibakar. Semua keluarga saya habis, makanya saya memilih kabur ke negara luar," kata Jabar kepada Sumut Pos (Jawa Pos Group), di Rudenim Belawan, Senin (4/9).

Peristiwa sadis dialami keluarganya terjadi pada 5 tahun silam. Masa itu, pemerintahan Myanmar menolak keberadaan etnis Rohingya. Akibatnya, seluruh warga Rohingya menjadi sasaran kekerasan dan kekejaman para militer Myanmar.

"Banyak masjid, Alquran dan rumah dibakar pada masa itu, mereka cukup kejam. Kami warga Rohingya mau dihabisi oleh pemerintah," kata Jabar yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini.

Jabar dan beberapa saudaranya sesama Rohingya bisa sampai ke Indonesia dengan cara menggunakan sampan mengarungi laut hingga menyasar ke daratan Indonesia.

Kepergiannya ke Indonesia meninggalkan seorang anak dan istri. Belakangan, ia mendengar kabar istrinya telah meninggal setahun lalu ditembak oleh militer Myanmar.

"Saya dengar dari teman satu negara saya, setahun lalu istri saya sudah meninggal ditembak militer, mamak, adik dan anak saya tidak tahu sekarang bagaimana. Karena rumah kami sudah habis dibakar," ungkap pria berusia 38 dengan nada sedih.

Pembantaian dan kekejaman yang terus-menerus terjadi, menyisakan trauma mendalam bagi Jabar. Makanya, dia memilih hidup di dalam penjara Rudenim Belawan daripada hidup di Myanmar dengan kondisi tersiksa. "Kami tak mau pulang ke Myanmar, kami lebih baik hidup seperti ini," ungkap Jabar.


Harapan Jabar yang mewakili sebanyak 27 imigran Rohingya Myanmar ini, mereka bisa menjadi warga negara lain yang bisa diakui oleh pemerintah.

"Kami sangat berharap pemerintah Indonesia bisa memberikan kami kehidupan dan mengakui menjadi warga negara, agar kami bisa bekerja dan berkeluarga," harapnya.

Disinggung dengan adanya peristiwa yang belakangan ini terjadi, Jabar mengaku sangat sedih dengan penderitaan saudara-saudara mereka. Bahkan, dia yakin pemerintah Myanmar akan terus membantai etnis Rohingya.

"Kami sebenarnya adalah bagian dari Myanmar, nenek moyang kami sudah ada 900 tahun lalu di Myanmar. Cuma, kami Rohingya Muslim tidak diakui dan bakal terus dibunuh. Jadi, apa yang terjadi saat ini merupakan kejadian yang sama pada masa kami kabur dari Myanmar," cerita Jabar.

Hal senada juga disampaikan Mussrof Husein. Pria berusia 21 tahun ini sudah 9 bulan di Indonesia. Dia mengaku trauma dengan kekejaman para militer Myanmar yang membantai warga Rohingya.

"Saya kabur dari Myanmar karena rumah dan semua keluarga saya dibunuh. Sebelumnya, saya sudah berada di Malaysia 3 tahun, belakangan ini saya coba mencari kerja dan kabur ke Indonesia," kata Mussrof.

Dikatakan Mussrof, seluruh warga Rohingya yang berada di Myanmar mengalami pembantaian sadis. Karena itu, mereka sangat mengharapkan perhatian dunia untuk keselamatan warga dan keluarga mereka yang masih berada di Myanmar.

"Ini sudah lama terjadi, saudara-saudara kami bakal terus disiksa dan dibunuh. Militer Myanmar sangat kejam, kami tahu apa yang mereka rasakan di sana, mereka pasti terancam dan tersiksa," ungkap Mussrof.

Terpisah, Kepala Rudemin Belawan, Abdul Karim mengatakan, adanya isu yang sedang hangat mengenai pembantai warga Rohingya tidak mempengaruhi psikologis bagi penghuni Rohingya di Rudemin Belawan.

"Mereka tahu ada peristiwa yang terjadi di negara mereka, tapi kita terus memberikan terapi dan pemahaman secara psikologis melalui lembaga IOM yang datang berjumpa dengan para imigran," kata Abdul Karim.

Dijelaskan Abdul Karim, di Rudenim Belawan ada sebanyak 27 imigran Rohingya Myanmar. Mereka dapat berbaur dengan para imigran lain dan tidak pernah melakukan tindakan di luar akal sehat.

"Untuk saat ini, tidak ada masalah khusunya bagi warga Rohingya Myanmar. Kita terus melakukan pengawasan dan memberikan pencerahan dengan pelatihan sosial, seni, penidikan dan olah raga,” jelas Abdul Karim.

Ditanya jumlah seluruh penghuni di Rudenim Belawan dan apakah ada perselisihan atau kendala yang terjadi, Abdul Karim mengatakan, ada sebanyak 309 penghuni imigran dari berbagai negara seperti Srilangka, Myanmar, Somalia, Pakistan, dan Palestina.

"Seluruh imigran yang berada di Rudenim dapat berbaur dan bersosialisasi dengan baik, jadi, selama ini tidak ada perselisihan atau tekanan mental yang mereka hadapi," jelas Abdul Karim di ruang kerjanya.
Read More

Jatuh ke Kawah Gunung Berapi, Pasutri dan 1 Anaknya Tewas

Jatuh ke Kawah Gunung Berapi, Pasutri dan 1 Anaknya Tewas
Satu keluarga dinyatakan tewas setelah jatuh ke kawah gunung berapi di Napoli, Italia. Pasangan suami istri ini jatuh diduga melewati garis batas saat hendak menolong anak laki-laki mereka yang berusia 11 tahun.

Seperti dilansir AFP, Rabu (13/9/2017), peristiwa ini terjadi di daerah wisata vulkanik Campi Flegrei, yang berada sekitar 30 kilometer (20 mil) timur dari Napoli, Italia. Satu anak mereka yang berusia 7 tahun selamat dan mengalami syok dalam insiden ini.

"Kami masih berusaha memahami apa yang terjadi," kata petugas taman Campi Flegrei kepada AFP melalui telepon.

"Mereka melintasi penghalang keamanan dan jatuh ke dalam lubang," sambungnya.

Diketahui keluarga tersebut sedang mengunjungi Solfatara, salah satu atraksi utama di daerah wisata vulkanik Campi Flegrei. Lalu anak laki-laki yang berusia 11 tahun tersebut jatuh setelah melawati pembatas. Selanjutnya pasutri tersebut berusaha menolong anaknya, namun nahas mereka tewas diduga menghirup asap gas.

"Hanya anak berusia 7 tahun yang tinggal di belakang penghalang dan ditemukan menderita syok," ungkapnya. 
Read More

Ngeri! Ada Hiu 'Nyasar' Berenang di Kolam Renang Sydney


Ngeri! Ada Hiu 'Nyasar' Berenang di Kolam Renang Sydney
Masyarakat yang ingin berenang di kolam renang di Sydney, Australia ini harus harap-harap cemas. Bagaimana tidak, di kolam dengan air asin tersebut ada ikan hiu yang berenang di dalamnya. 


Tapi bukan asal sembarang hiu tersebut berada di kolam renang yang dibuka untuk umum itu. Hiu yang diberi nama Fluffy tersebut sebelumnya terdampar di pantai Manly, Sydney. Warga pun langsung berbondong-bondong menyelamatkan hiu putih itu menggunakan tandu. 



Hiu itu kemudian ditaruh di kolam renang dengan air asin. Rencananya hiu itu akan dilepas kembali ke laut.




"5 orang berenang menyelamatkan hiu, mereka melompat dan mereka sangat cepat," ujar seorang saksi mata, Alex Martiniuk, seperti dilansir BBC, Rabu (13/9/2017). 


"Orang-orang itu perlu bekerja dengan cukup cepat dan mengangkat hiu itu ke kolam dan menuruni tangga," lanjutnya.



Robbie McCracken, pegawai tempat penangkaran kehidupan laut Manly mengatakan, hiu itu dalam keadaan stres. Ia berharap hiu tersebut dapat bertahan hidup dan bisa pulih kembali.



"Kesempatan terbaiknya untuk bertahan hidup, semoa ia memiliki kesempatan untuk beristirahat dan pulih," katanya kepada ABC.
Read More

Militan Rohingya ajukan gencatan senjata demi bantuan

Militan Rohingya ajukan gencatan senjata demi bantuan
Kelompok militan Rohingya menamakan diri Tentara Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA) menyatakan gencatan senjata sepihak selama satu bulan. Hal itu dilakukan dengan maksud buat memberi jalan pengiriman bantuan kepada korban konflik di Negara Bagian Rakhine.

Dilansir dari laman Al Jazeera, Minggu (10/9), ARSA mengajukan gencatan senjata itu Sabtu kemarin dan mulai berlaku hari ini. Mereka juga meminta pasukan Myanmar (Tatmadaw) sementara meletakkan senjata.

"ARSA meminta semua pihak mementingkan relawan buat kembali membantu para korban krisis kemanusiaan, tanpa melihat perbedaan etnis atau latar agama mereka selama gencatan senjata," demikian pernyataan disampaikan ARSA.

Hanya saja sampai saat ini belum diketahui dampak dari gencatan senjata diajukan ARSA. Sebab, perlawanan kelompok itu terhadap militer Myanmar juga tidak terlalu gencar. Militer Myanmar juga belum merespon gencatan senjata, tetapi mereka kemungkinan besar tidak bisa menolak. Sebab banyak kelompok relawan kemanusiaan di Rakhine menyatakan apa yang dilakukan tentara Myanmar lebih mengarah kepada aksi pembersihan etnis, ketimbang operasi militer.

Perwakilan Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Dunia (IFRC), Joy Singhal, mengatakan gencatan senjata akan membantu pekerjaan mereka mengirim bantuan ke Rakhine jika dilakukan kedua belah pihak. Dia mengatakan IFRC mengambil alih pekerjaan pengiriman bantuan ke Rakhine setelah Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa terpaksa menghentikan sementara kegiatan mereka, sebab pemerintah Myanmar menuding kalau PBB membantu pemberontak.

Singhal mengatakan pemerintah Myanmar mengundang mereka buat mengirim bantuan. Namun, hal itu harus dilakukan di bawah pengawasan pemerintah Myanmar, sehingga banyak orang Rohingya khawatir mereka tidak bakal menerima bantuan.

"Kami meminta keamanan di jalur pengiriman bantuan. Sebab kami bakal mengirim makanan, air minum, dan transportasi bagi orang-orang ke wilayah lebih aman," kata Joy
Read More

Gadis ini diperkosa 40 pria di desa dihuni hanya 100 orang

Gadis ini diperkosa 40 pria di desa dihuni hanya 100 orang
Polisi Thailand kini tengah menyelidiki kasus dugaan perkosaan massal terhadap seorang gadis berusia 14 tahun.

Korban adalah warga desa di Pulau Koh Raed, Provinsi Phang Nga dan pemerkosaan itu terjadi antara Mei hingga Desember tahun lalu. Dia mengatakan ada 40 pria yang memperkosanya. Desa itu hanya dihuni seratus jiwa penduduk.

Laman the Independent melaporkan, Jumat (8/9), gadis yang sekarang berusia 15 tahun itu melapor ke polisi pada Maret lalu. Dia mengatakan diperkosa oleh seorang pria di rumahnya ketika orangtuanya pergi bekerja malam hari.

Dia lalu mengatakan dirinya dipaksa pergi ke sebuah gubuk di dekat rumahnya lalu diseret dan dianiaya sejumlah pria.

Polisi Boonthawee Torraksa mengatakan kepada stasiun televisi CNN, pihaknya kini sedang menyelidiki kasus ini.

Wakil Gubernur Phang Nga, Eggarat Leesen, mengatakan tidak semua pria penyerang gadis itu berasal dari Koh Raed dan karenanya kasus ini menjadi lebih sulit untuk diungkap.

Menurut harian lokal The Nation, orangtua gadis itu bekerja di malam hari sebagai penyadap karet. Tiap malam dia ditinggal sendirian di rumah.

Leesen menuturkan warga Desa Koh Raed kaget dengan kabar ini.

"Banyak warga desa tidak percaya hal ini bisa terjadi. Karena desa mereka kecil, biasanya kejadian apa pun mereka pasti tahu," kata Leesen.

Keluarga korban yang kini mendapat ancaman dari warga sekitar sekarang sudah pindah dari desa itu dan dalam perlindungan polisi.
Read More

Fakta Asal Usul Etnis Muslim Rohingya, benarkah bukan pribumi Myanmar?

referensikitakita.blogspot.com
Derita nestapa seakan tiada henti melanda etnis Muslim Rohingya. Berbagai ujian dan cobaan berat kini harus mereka hadapi. Mulai dari penganiayaan, pembantaian, hingga terusir dari tanah kelahiran mereka sendiri yang sekarang disebut Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Pemerintah Myanmar saat ini menganggap masyarakat Rohingya sebagai "pendatang haram" yang tidak jelas asal-usulnya. Sebagai dampaknya, etnis Muslim itu kini harus berjuang keras menghadapi penindasan yang dilakukan etnis mayoritas Burma. Nyawa mereka pun menjadi taruhannya.

Francis Buchanan, mengungkapkan, kaum Mohammedan (yang secara harfiah berarti pengikut Muhammad atau Muslim) telah lama menetap di Arakan. "Orang-orang itu menyebut diri mereka sebagai Rooinga yang berarti masyarakat pribumi asli Arakan," tulis Buchanan dalam laporannya, "Asiatic Research 5", yang diterbitkan pada 1799.

Sementara tiu, sebagaimana dilansir Republika, Minggu (31/5/2015), sensus yang dilakukan pemerintah kolonial Inggris di Burma pada 1826, 1872, 1911, dan 1941 juga menyebutkan, masyarakat Rohingya yang diidentifikasi sebagai Muslim Arakan adalah salah satu ras asli di Burma.

Menurut hasil dokumentasi SIL Internasional (sebuah lembaga bahasa dunia yang memiliki status konsultatif khusus dengan PBB), bahasa Rohingya Myanmar masuk dalam rumpun dialek Indo-Arya. Bahasa ini terdaftar dengan kode "rhg" dalam tabel ISO 639-3.

Meski dialek yang dipertuturkan orang-orang Rohingya berbeda dengan yang diucapkan penduduk Burma di Rakhine sekarang, fakta sejarah membuktikan bahasa Rohingya mempunyai kesamaan dengan bahasa yang digunakan masyarakat Vesali kuno (antara 327-818).

Di samping itu, hasil kajian Universitas Oxford sepanjang 1935-1942 menyimpulkan, kebudayaan Rohingya sama tuanya dengan usia Monumen Batu Ananda Sandra yang didirikan di Arakan pada abad kedelapan silam.

Semua catatan di atas dapat menjadi gambaran bahwa etnik Muslim Rohingya memiliki akar sejarah yang kuat sebagai salah satu ras pribumi asli di Rakhine-- yang sekarang menjadi bagian dari wilayah Myanmar. Oleh karena itu, tidak ada pembenaran untuk mencap etnik Rohingya sebagai ras asing hanya karena mereka menganut ajaran Islam dan menggunakan nama-nama Muslim.

Pemimpin Rohingya yang juga politikus Partai Pembangunan Uni Nasional di Myanmar, Abu Tahay, memaparkan sejarah keberadaan kelompok etnis tersebut dalam karya tulisnya, "Rohingya Belong to Arakan and Then Burma and So Do Participate."

Di situ disebutkan, sejarah etnis Rohingya bermula ketika masyarakat kuno keturunan Indo-Arya yang menetap di Arakan (Rakhine sekarang--Red) memutuskan untuk memeluk Islam pada abad ke-8. Pada masa-masa selanjutnya, generasi baru mereka kemudian juga mewarisi darah campuran Arab (berlangsung pada 788-801), Persia (700- 1500), Bengali (1400-1736), dan ditambah Mughal (pada abad ke-16).

Catatan sejarah mengungkapkan, syiar Islam mencapai Arakan sebelum 788 Masehi.

Islam memainkan peranan penting bagi kemajuan peradaban di Arakan. Umat Islam, Buddha, dan Hindu hidup berdampingan selama berabad-abad dalam suasana rukun dan penuh persahabatan. Mereka (kelompok Muslim, Buddha, dan Hindu) juga memerintah negeri Arakan bersama-sama.

Letnan Kolonel Win Maung, yang pernah bekerja di Direktorat Transmigrasi Kementerian Pertahanan Myanmar, pernah menerbitkan buku berjudul The Light of Sasana (Cahaya dari Sasana) pada 1997 lalu. Pada halaman 65 buku itu disebutkan, agama Islam sudah diperkenalkan ke Myanmar sejak 1.000-1.200 tahun silam.



Baca juga :
Read More

Rohingya Dibantai, Panglima Ini Serukan Jihad Lawan Militer Myanmar


Kabar pembantaian muslim Rohingya sudah sampai di timur tengah. Panglima Alqaeda di Yaman, Khaled Batarfi menyatakan mengutuk keras kejadian itu.

Bhakan, Khaled Batarfi dengan tegas menyatakan perang terhadap pemerintah Myanmar sebagai sebagai bentuk dukungan untuk etnis Rohingya.

Dalam video yang dirilis al-Malahem, Khlaed Batarfi menyerukan kepada semua Muslim di Bangladesh, India, Indonesia dan Malaysia untuk membantu etnis Rohingya melawan "musuh-musuh Allah".

Khaled Batarfi juga mendorong cabang Alqaeda di India untuk melancarkan serangan balasan pada militer Myanmar.

"Kerahkan semua untuk melancarkan jihad melawan mereka dan menangkis serangan mereka, dan jangan sampai mengecewakan saudara-saudara kita di Burma (Myanmar)," ujar Khlaed Batarfi seperti dilansir Reuters, Sabtu (2/8).

Seperti diketahui, kelompok minoritas Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, kembali dibantai militer setempat. Rumah mereka dibakar, diusir, diperkosa dan tidak sedikit yang dibunuh.

Laporan resmi pemerintah Myanmar menyebutkan 400 orang tewas dan puluhan ribu mengungsi sejak kekerasan pecah di wilayah tersebut pekan lalu.
Read More

Memprihatinkan! 300 Ribu Orang Lakukan Eksodus, Begini Kondisi Pengungsi Rohingya

Memprihatinkan! 300 Ribu Orang Lakukan Eksodus, Begini Kondisi Pengungsi Rohingya
Jumlah warga Rohingya yang melakukan eksodus semakin bertambah.
Saat ini, mereka banyak yang melarikan diri sampai ke perbatasan Bangladesh, di barat laut Myanmar.
Dilansir dari Aljazeera, menurut seorang staf PBB yang ada di perbatasan Bangladesh, sejak pekan lalu, pengungsi Rohingya sudah mencapai 146 ribu jiwa.
Namun, angka tersebut terus bertambah secara besar-besaran.
PBB telah meningkatkan perkiraan jumlah pengungsi dari data tersebut ke angka 300 ribu jiwa.
Peningkatan perkiraan ini langsung dilontarkan oleh juru bicara Bangladesh untuk Program Pangan Dunia (WFP), Dipayan Bhattacharyya.
Kepada kantor berita Reuters, ia mengungkapkan bahwa kondisi pengungsi sungguh memprihatinkan.
Para pengungsi mengalami kekurangan gizi karena tidak ada makanan selama lebih dari sebulan.
"Mereka mengalami kekurangan gizi, mereka telah terputus dari makanan normal selama mungkin lebih dari sebulan," katanyaLebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa mereka pun terlihat kelaparan dan mengalami trauma.
Tidak hanya itu, kondisi pengungsi banyak yang mengalami sakit dan luka.
Bhattacharyya mengatakan, para pengungsi tiba di pengungsian melalui berbagai macam jalur, baik air maupun darat.
Berbagai bantuan kemanusiaan pun sudah mulai masuk di wilayah ini.
Di antaranya adalah berupa bantuan air bersih, sanitasi, dan makanan.
Saat ini memang banyak dari mereka yang tidak memiliki tempat berteduh.
Aung San Suu Kyi angkat bicara
Peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait nasib kaum Rohingya.
Seperti diketahui, Suu Kyi merupakan penasihat negara Myanmar dan menjadi pemimpin de facto negara tersebut.
Dilansir dari CNN, ia mengatakan bahwa pemerintahannya bekerja untuk melindungi hak Rohingya.
Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui telepon dengan Presiden Turki, Recep Tayyip ErdoÄŸan.
"Kami tahu betul apa artinya dicabut hak asasi manusia dan perlindungan demokrasi," ungkap Suu Kyi.
"Jadi kami memastikan agar semua orang di Myanmar melindungi hak kemanusiaan," tambahnya.
Selama telepon tersebut, Suu Kyi pun mengatakan banyak informasi keliru yang didistribusikan untuk mempromosikan kepentingan para teroris.
Read More

Gempa 8,1 SR Guncang Meksiko, 8 Negara akan Diterjang Tsunami dalam Tiga Jam

Gempa besar dengan magnitude 8,1 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Meksiko. Guncangan gempa ini diperkirakan bakal menimbulkan gelombang tsunami.

Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey (USGS), gempa terjadi pada pukul 04.49.21 Waktu Universal Terkoordinasi (UTC), Jumat, 8 September 2017.

Lokasi gempa berada 87 kilometer barat daya Kota Pijijiapan, Meksiko, atau berada pada koordinat 15.068°N- 93.715°W, sementara pusat gampa berada di kedalaman 69,7 kilometer.

Usai guncangan gempa itu, National Oceanic and Atmospheric Administration atau NOAA mengeluarkan peringatan gelombang tsunami.

NOAA memperkirakan gelombang tsunami bakal menerjang puluhan di delapan negara wilayah seperti Meksiko, Guatemala, El Salvador, Costa Rica, Nikaragua, Panama, Honduras, dan Ekuador.

Penduduk di sekitaran wilayah lepas pantai Meksiko dan tujuh negara lainnya diminta segera mengungsi usai gempa dengan kekuatan magnitude 8,1 Skala Richter mengguncang.

Pusat peringatan tsunami, National Oceanic and Atmospheric Administration atau NOAA menyatakan, gelombang tsunami diperkirakan bakal tiba dan menerjang pesisir pantai sekitar tiga jam setelah guncangan gempa.

Delapan negara yang diperkirakan bakal diterjang gelombang tsunami, di antaranya Meksiko, Guatemala, El Salvador, Costa Rica, Nikaragua, Panama, Honduras, dan Ekuador.

Diperkirakan ketinggian gelombang tsunami mencapai 0.3 hingga satu meter diperkirakan akan menerjang Kepulauan Cook, Ekuador, Fiji, Polynesia timur, Guatemala dan Kiribati.

Dilansir The Guardian, gelombang awal telah tercatat terjadi di kota-kota Meksiko, seperti Salina Cruz, Puerto Madero dan Huatulco, berada di antara ketinggian 0.3-0.7 meter di atas permukaan air pasang.

Sementara gelombang di bawah 0.3 meter diperkirakan terjadi di negara-negara sejauh Australia, Jepang dan Vietnam. Pusat peringatan tersebut mengatakan ancaman tsunami di Hawaii masih dalam evaluasi.

Sebelumnya dalam situs resminya, Badan Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey (USGS) menyatakan, gempa terjadi pada pukul 04.49.21 Waktu Universal Terkoordinasi (UTC), Jumat, 8 September 2017, atau Kamis, 7 September 2017 waktu Meksiko.(*
Read More

Presiden Jokowi Lepas 10 Kontainer Bantuan Indonesia untuk Rohingya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, berkomunikasi dengan Pemerintah Myanmar soal keberadaan komunitas Muslim Rohingya.
Melalui Retno, Presiden Jokowi menyampaikan pesan penting kepada Pemerintah Myanmar soal bagaimana memanusiakan warga Rohingya di Rakhine State.
"Pada 6 Desember 2016 saya telah mengutus Menlu Retno untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Myanmar Aung San Suu Kyi, menyampaikan pesan penting," ujar Jokowi saat melepas paket bantuan untuk Rohingya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (29/12/2016).
Ada tiga pesan penting yang disampaikan. Pertama, pemerintah Indonesia menegaskan soal pentingnya membuka akses bantuan kemanusiaan ke Rakhine State.
"Segera diciptakan stabilitas dan perdamaian di Rakhine State dan menegaskan perlunya perlindungan serta penghormatan hak asasi manusia, utamanya bagi komunitas Muslim," ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan, pesan tersebut terus diulang. Salah satunya saat Presiden Jokowi bertemu mantan Sekjen PBB Kofi Annan di Bali pada 9 Desember 2016.
Bahkan, dalam pertemuan antarmenteri di Yangoon, 19 Desember 2016, Menlu Retno Marsudi juga menyampaikan pesan tersebut ke dalam forum.
"Oleh sebab itu, harapan saya, perdamaian, stabilitas dan harmoni segera tercipta di Rakhine State," ujar Jokowi.
Pemerintah Indonesia sendiri telah mengirimkan sebanyak 10 kontainer berisi bantuan yang terdiri dari satu kontainer berisi sarung (10.000 potong).
Kemudian, lima kontainer berisi mie instan kuah, tiga kontainer berisi terigu dan satu kontainer berisi biskuit bayi.
Read More

Kondisi Terkini di Rakhine, Tak Terdengar Lagi Kontak Senjata

Kondisi Terkini di Rakhine, Tak Terdengar Lagi Kontak Senjata

Saat ini kontak senjata sudah tak terjadi lagi di Rakhine. Kondisi itu berlangsung selama lima hari terakhir.

Sementara, permukiman yang biasanya dihuni etnis Rohingya umumnya dalam keadaan kosong.

"Sebagian mereka eksodus, sebagian yang bertahan sekarang berada di hutan tak jauh dari tempat tinggal mereka di lingkungan yang dikuasai kelompok militan," ucap Duta Besar Republik Indonesia Untuk Myanmar Ito Sumardi. 

Ia menyampaikan itu berdasarkan laporan dari stafnya di lapangan.

Menurutnya, warga Myanmar yang juga sempat mengungsi karena konflik tersebut saat ini sudah kembali ke rumah. Mereka dikawal aparat keamanan.

Namun, sarana dan prasarana di Rakhine banyak yang mengalami kerusakan. Ada pula yang dibakar.

Ia mengatakan Pemerintah Myanmar memberi bantuan kepada pengungsi. Tapi hanya warga negaranya. 

"Sedangkan dari etnis Rohingya, saat ini mereka memang sangat-sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan," ucapnya.

Karena itu, Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengundang tujuh duta besar dari berbagai negara dan perwakilan PNN untuk berpartisipasi memberi bantuan.

"Dan mereka siap untuk segera menyalurkan bantuannya yang akan dikoordinir oleh Palang Merah internasional," terang Ito.
Read More

Jadi Militan ISIS, Bocah 11 Tahun Asal Indonesia Ini Tewas Terkena Ledakan Bom

Hatf Saiful Rasul berusia 11 tahun saat dia mengatakan kepada ayahnya, seorang militan Islam yang sudah dijatuhi pidana, bahwa dia ingin meninggalkan sekolah dan pergi ke Suriah untuk memperjuangkan Negara Islam.
Anak laki-laki tersebut mengunjungi ayahnya di sebuah penjara keamanan maksimum saat istirahat dari Ibnu Mas'ud, pesantrennya, Syaiful Anam mengungkapkan dalam esai 12.000 kata tentang putra dan agamanya yang dipublikasikan secara online.
"Awalnya, saya tidak merespon dan menganggapnya hanya lelucon seorang anak," tulisnya. "Tapi itu menjadi berbeda ketika Hatf menyatakan kesediaannya berulang kali."
Hatf mengatakan kepada ayahnya beberapa teman dan guru dari Ibnu Mas'ud telah pergi untuk memperjuangkan Negara Islam dan "menjadi syahid di sana", Anam menulis.
Anam setuju untuk membiarkannya pergi, mencatat dalam esainya bahwa sekolah tersebut dikelola oleh "kawan yang berbagi ideologi kita".
Hatf pergi ke Suriah bersama sekelompok kerabat pada tahun 2015, bergabung dengan sekelompok pejuang Prancis.
Reuters berbicara dengan tiga pejabat kontra-terorisme di Indonesia yang mengkonfirmasi bahwa anak laki-laki tersebut memang pergi ke Suriah.
Hatf adalah satu dari sekurang-kurangnya 12 orang dari pesantren Ibnu Mas'ud yang pergi ke Timur Tengah untuk memperjuangkan berdirinya negara Islam.
Dia berusaha untuk pergi ke sana, antara tahun 2013 dan 2016.
Sedikitnya 18 orang lainnya terkait dengan sekolah tersebut telah dihukum, atau ditangkap, untuk plot dan serangan militan di Indonesia, termasuk tiga serangan paling mematikan di negara tersebut dalam 20 bulan terakhir.
Jumadi, juru bicara Ibnu Mas'ud, membantah sekolah tersebut mendukung ISIS atau kelompok Islam militan lainnya, atau mengajarkan interpretasi ekstrim atau ultra-kekerasan terhadap Islam.
Ibnu Mas'ud adalah satu dari sekitar 30.000 pesantren, atau pesantren, di seluruh Indonesia.
Sebagian besar mendidik siswa dalam Islam dan mata pelajaran lainnya, namun beberapa terkait dengan ekstremisme dan bertindak sebagai pusat rekrutmen, kata polisi dan pejabat pemerintah Indonesia.

"Bukan domain kami"
Ibnu Mas'ud telah ada selama satu dekade, terlepas dari kaitannya dengan militan.
Irfan Idris, kepala deradikalisasi badan nasional anti-terorisme di Indonesia, menyalahkan hukum dan birokrasi yang lemah karena tidak ada tindakan terhadap sekolah semacam itu.
Jumadi mengatakan Hatf belajar di Ibnu Mas'ud tapi dia tidak tahu tentang kepergiannya.
Dia mengatakan bahwa dia tidak mengetahui adanya staf atau siswa yang bepergian ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS, selain tiga guru dan satu siswa yang ditahan di Singapura tahun lalu.
Mustanah, mantan mahasiswa yang dideportasi dari Irak pada bulan Agustus, telah mengatakan kepada polisi bahwa beberapa mantan siswa dari Ibnu Mas'ud telah melakukan perjalanan ke Suriah.
Terletak di kaki Gunung Salak, sebuah gunung berapi yang tidak aktif, di desa Sukajaya, 90 km (55 mil) selatan ibukota Indonesia, Ibnu Mas'ud terdiri dari kompleks ruang kelas, asrama dan ruang sholat yang dapat menampung hingga 200 orang siswa dari sekolah dasar sampai SMP.

Mujahid kecil yang gembira
Pesantren memiliki akar yang dalam di Indonesia, beberapa abad yang lalu, saat mereka menjadi bentuk pendidikan utama bagi masyarakat miskin dan pedesaan.
Bahkan ketika sistem pendidikan Indonesia yang dimodernisasi dan sekolah sekuler yang dijalankan pemerintah diperkenalkan, pesantren yang sangat pribadi tetap menjadi penting.
Amin, di Kementerian Agama RI, mengatakan kepada Reuters pada bulan Juli bahwa kementerian tersebut sedang mengupayakan sebuah kebijakan baru untuk membakukan kurikulum di pesantren dan mengambil alih persetujuan mereka. Belum ada kebijakan yang diumumkan.
Anam, ayah Hatf, mengatakan kepada Reuters dalam tulisan tangan untuk menanggapi pertanyaan selama persidangan di Jakarta pada bulan Juli bahwa dia bangga dengan anaknya.
Foto yang dilihat oleh Reuters, yang menurut Anam diambil di Suriah dan diposkan di media sosial oleh Hatf, menunjukkan anak laki-laki tersebut sedang makan dengan pria yang lebih tua dan seorang di mana anak muda berwajah segar itu memegang senapan AK-47 hampir sebesar dirinya.
Hatf bisa membongkar senapan dalam 32 detik, Anam menulis.
Dia juga mengeluarkan "pistol 9mm, 2 granat tangan, pisau komando dan kompas."
Anam juga dikabari bahwa Hatf selamat dari satu serangan udara, terbang di udara akibat ledakan tersebut dan muncul dengan hanya telinga berdarah dan gangguan pendengaran.
Pada tanggal 1 September 2016, dua bulan setelah ulang tahunnya yang ke 13, Hatf terkena serangan udara lain.
Tak lama kemudian, kematian tiga orang Indonesia di dekat kota Jarabulus di Suriah diumumkan oleh ISIS.
"Mujahid kecil yang bahagia" sudah meninggal, tulis Anam dalam esainya, "tubuh kecilnya yang compang-camping hancur oleh bom".
"Saya tidak merasa sedih atau kehilangan, kecuali kesedihan yang terbatas seperti ayah yang ditinggalkan oleh anak tercintanya," kata Anam kepada Reuters dalam catatan yang dia berikan di persidangan. "Sebaliknya, saya merasa bahagia karena anak saya telah mencapai kesyahidan, insya Allah." (reuters)
Read More

Ini Profil Presiden Chechnya yang Ingin Memusnahkan Rezim Setan Myanmar

referensikitakita.blogspot.com
Pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov mendadak menjadi perhatian dunia. Setelah mengeluarkan pernyataan keras, dan menyebut pemimpin Myanmar sebagai rezim setan. Karena telah melakukan pembantaian sadis terhadap Muslim Rohingya.

Siapa sebenarnya sosok Ramzan Kadyrov itu? Berikut profilnya.

Presiden Panutan

Bernama lengkap Ramzan Akhmadovich Kadyrov, lahir di Tsentoroi, Chechen-Ingush ASSR, Chechnya tanggal 5 Oktober 1976. Di usia yang masih sangat muda ia dilantik menjadi presiden Republik Chechnya, pada tanggal 15 Februari 2007 penunjukan Presiden Vladimir Putin, Chechnya adalah salah satu negara pecahan Uni Sovyet di masa lalu .  Sebelumnya, Ramzan Kadyrov adalah komandan militer yang tangguh dalam menghadapi pasukan Rusia demi membela rakyat Chechen.

Presiden Ramzan Kadyrov adalah sosok yang sangat teguh dalam ketaatan menjalankan syariat Islam. Di bawah kepemimpinannya, ia memberi dukungan penuh kepada muslimah yang ingin berhijab. Ia juga melarang praktik perjudian dan minuman keras. Ketika terjadi penghinaan atas diri Nabi Muhammad SAW oleh kartunis Denmark, ia bereaksi sangat keras.

Ia menyebut Denmark sebagai negara yang mendukung terorisme karena ulah salah satu warganya yang menghina Islam atas nama kebebasan.  Lebih jauh, Kadyrov melarang semua turis yang berkewarganegaraan Denmark memasuki wilayah Chechnya. Ia juga melarang aktivitas LSM Denmark di Chechnya. Bahkan Kadyrov menghalalkan darah pelukis kartun nabi untuk ‘dikubur hidup-hidup’.

Tidak hanya dikenal tegas dan berani, Ia juga disebut sebagai presiden panutan dalam menerapkan nilai-nilai dan ajaran agama Islam. Setidaknya ada beberapa kebiasaan dan program yang diterapkan sejak awal memimpin Chechya,  diantaranya :

1. Kebiasaannya Hariannya membaca Sholawat 5000* / hari
2. Semua Pejabat Negara dan Menteri Wajib Sholat Isya’ Dan Subuh Berjamaah di masjid, Yg tidak melaksanakan dipecat dari jabatannya
3. Anaknya yg  berumur sekitar 10 tahun telah menghapal al qur’an
4. Cinta dengan ulama’ dan habaib.

Ramzan Kadyrov juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang cinta dan dekat dengan Ulama’ Lisannya tak pernah kering dari melantunkan salawat nabi. Ia pun mengajak seluruh aparatur negara untuk membiasakan diri membaca salawat nabi…

Menurut beberapa sumber terpercaya Ramzan memang seringkali tampak menggumamkan salawat kepada Nabi Muhammad, manakala tak sedang berbicara.

Terlepas dari sikap tegasnya dalam membela Islam, Kadyrov adalah sosok yang lembut. Lisannya tak pernah kering dari melantunkan salawat nabi. Ia pun mengajak seluruh aparatur negara untuk membiasakan diri membaca salawat nabi.

Tidak itu saja. Presiden yang kini berusia ini juga mewajibkan seluruh polisi dan tentaranya untuk berjamaah salat Subuh dan Isya di masjid. Kabarnya, siapa saja yang membangkang terhadap perintah ini maka resikonya adalah dipecat dari jabatannya.

Saat salat Jumat tiba, Presiden yang salih ini tidak mau berada di shaf terdepan. Itu karena penghormatannya terhadap para Habib dan ulama di shaf pertama dan kedua. Karenanya ia lebih memilih berada di shaf ketiga saja.

Wajahnya jauh dari klimis. Orangnya tegas dan tidak bertele-tele. Suka memelihara kucing Siam dan  singa Afrika.

Obsesi Ramzan Membangun Masjid Terbesar di Eropa

Ramzan Kadyrov berasal dari dunia yang cukup keras: pimpinan milisi bersenjata ketika Chechnya berada dalam situasi chaos penuh kekerasan bersenjata. Tetapi ia punya sikap. Setidaknya bisa dilihat dari ketegasannya untuk membuang asumsi pencitraan. Ia juga mengharamkan judi dan alkohol di negerinya.

Satu lagi yang menjadi obsesi terbesarnya. “Saya mau membangun masjid terbesar di Eropa,” kata Ramzan kepada surat kabar setempat, The Guardian, saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid tersebut. Kini obsesi itu menjadi kenyataan, sebuah masjid berkapasitas 10.000 jamaah dan menjadi masjid terbesar di kawasan Eropa telah berdiri di Kota Shali Chechnya.

Dewan Ulama Chechnya ulama  dalam siaran persnya mengatakan, masjid baru ini akan dilengkapi sarana pendidikan Islam (madrasah) dan sekolah penghafal Al-Quran (hafidz). “Itu hasil upaya pemimpin kami, (Presiden Chechnya) Ramzan Kadyrov,” katanya.

“Chechnya telah menciptakan kondisi dan menjamin kebebasan untuk mempelajari dan mengakui Islam,” katanya seperti dikutip situs radio Voice of Rusia.

Pembangunan masjid, yang desainnya dirancang oleh tim arsitek dari Uzbekistan, diperkirakan akan memakan waktu tiga tahun.

Saat ini Chechnya sudah memiliki masjid besar, Akhmad Kadyrov Mosque, yang dikenal sebagai ‘Heart of Chechnya’  (jantung Chechnya). Akhmad Kadyrov adalah ayah Ramzan Kadyrov. Checnya memang menjadi negara Islam yang ingin membangkitkan sejarah Islam dan kebesaran Islam masa lalu.

Sejak terpilih sebagai presiden, Ramzan memang disibukkan dengan tugas pengelolaan negara. Banyak pihak menilai, Chechnya yang sempat hancur karena perang, kini mulai tertata menjadi rapi dan bersih.

Read More

Patroli di Nunukan ditingkatkan antisipasi masuknya pengungsi Rohingya

Kepolisian di Nunukan, Kalimantan Utara, yang berbatasan langsung dengan Malaysia, meningkatkan patroli. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya pengungsi Rohingya.

"Memang, di perbatasan perairan, ada peningkatan kewaspadaan ya. Karena memang isu terkini, soal pengungsi Rohingya. Bukan tidak mungkin, Nunukan jadi jalur masuk pengungsi," kata Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, kepada merdeka.com, Kamis (7/9).

Wilayah utara Kalimantan memiliki sederetan peristiwa terdamparnya warga asing. Seperti nelayan asal Filipina, yang pernah terdampar di Bulungan.

"Di Nunukan juga dulu pernah warga asing dari Filipina terdampar. Dari kejadian itu, seperti yang saya bilang tadi, tidak menutup kemungkinan pengungsi Rohingya masuk ke Kalimantan Utara, salah satunya di Nunukan," ucapnya.

Dia menuturkan, kemungkinan masuknya pengungsi Rohingya juga sudah dibahas di rapat Muspida Pemkab Nunukan. "Semua pihak, siap menangani giat kemanusiaan, kalau pengungsi Rohingya masuk ke Nunukan," tambahnya.

Peningkatan patroli juga untuk meminimalisir masuknya militan Maute dari Marawi, Filipina yang semakin terdesak akibat gempuran militer.

"Tempo hari kan, kita waspadai militan yang kabur dari Marawi. Tapi kan ini karena konflik bersenjata. Kalau Rohingya ini, karena alasan kemanusiaan, isu terkini masyarakat luas," sebut Jepri.
Read More

Belum Lama Badai Harvey Tenggelamkan Kota Besar AS, Kini Badai Irma Menyusul. Lebih Destruktif!

referensikitakita.blogspot.com
Akhir-akhir ini kita kerap dipusingkan dengan musim yang nggak menentu. Nggak perlu jauh-jauh ke Amerika dulu deh, tengoklah kondisi cuaca di Indonesia. Menurut teori buku SMA, sekarang seharusnya sudah memasuki musim penghujan, tapi beberapa daerah justru masih dilanda kemarau. Sebaliknya, saat musim kemarau kemarin, di beberapa kota malah turun hujan.

25 Agustus kemarin negara adidaya Amerika dilanda badai Harvey tepatnya di kota Houston, Texas, AS. Nggak cuma sehari aja, bahkan badai yang disebut-sebut terbesar selama 4 tahun terakhir itu, berhasil ‘menghajar’ AS selama empat hari berturut-turut. Seketika wajah salah satu kota terbesar di AS itu berubah drastis! Kalau kamu mau lihat beberapa foto perbedaan kota itu sebelum dan sesudah dilanda Harvey, bisa cek di sini.

Nah, Rabu (6/9) pagi kemarin agaknya jadi hari terburuk bagi penduduk di Kepulauan Karibia. Pasalnya Badai Irma yang digadang-gadang sebagai badai Samudera Atlantik paling kuat dalam 25 tahun terakhir, sudah menghilangkan hampir 95% bagian Pulau Saint Martin! Bahkan badai dengan kategori 5 (kategori tertinggi dalam skala pengukuran badai) ini diprediksi bakal menghantam pantai Florida di AS pada akhir minggu ini. Semakin gawat aja ya kejadian alam yang benar-benar di luar kekuasaan manusia ini! Yuk simak selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!

Awalnya mata badai Irma melewati Antigua dan Barbuda sekitar jam 02.00 dini hari. Meskipun sudah ada peringatan dini, badai yang maha dahsyat tetap saja membawa kerusakan yang tak terbayangkan!

Tidak ada yang kiranya bisa mempersiapkan penduduk di pulau kecil di wilayah Karibia ini ketika salah satu badai terkuat dalam sejarah memporak-porandakan rumah mereka. Meski sudah ada peringatan badai sejak beberapa hari yang lalu, tingkat kerusakan akibat badai Irma ini sangat hebat.

National Hurricane Center mengatakan kalau badai Irma ini membawa angin berkecepatan 298 kilometer/jam disertai hujan lebat. Setidaknya 6 orang tewas akibat bencana itu. Katanya sih angka ini bukan jumlah total dan perkiraannya lebih dari itu. Sedangkan kerusakan properti nggak usah ditanya lagi lah. Menurut Perdana Menteri Gaston Browne, sebanyak 95% properti di Barbuda rusak, bahkan 30% di antaranya hancur total.

Badai Irma belum selesai. Badai ini akan ‘menyambangi’ Puerto Riko, Republik Dominika, Haiti, dan Kuba, pada akhir minggu ini. Presiden Trump sudah layangkan perintah evakuasi

Mimpi buruk belum berakhir. Kabarnya badai Irma akan menuju barat dan menghantam beberapa daerah. Kekuatan badai ini yang dinilai cukup tinggi membuat Trump melalui Otoritas Keamanan Sipil Amerika, mengeluarkan perintah evakuasi. Ngomong-ngomong soal badai Irma, katanya saking hebatnya badai ini bisa menerbangkan rumah, gedung, dan pepohonan lho! Pemulihannya bakal bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Belum lagi hujan yang dibawa, bisa menimbulkan banjir dan longsor. Fix, ini sih bencana terburuk sepanjang sejarah!

Tapi bicara soal badai Harvey dan Irma, keduanya punya huruf depan yang berurutan sesuai kejadiannya. Ternyata badai-badai yang telah dan akan melanda Amerika memang diberi nama urut sesuai abjad!

Sudah sejak lama Amerika menggunakan metode penamaan badai yang menyerang wilayahnya. Alasannya sih sederhana, supaya memudahkan pengucapan atau penandaannya. Manfaat ini banyak dirasakan oleh para ilmuwan atau jurnalis. Ya sekarang coba bayangkan misal di daerah A terjadi badai, biasanya media akan menyebutnya sebagai “badai yang menerjang daerah A”. Selain kurang efektif, memakai nama daerah yang terlanda juga rawan salah. Belum lagi kalau di daerah A sudah pernah beberapa kali terjadi badai. Haruskah menambahkan tanggal di setiap penyebutannya biar membedakan? Ribet banget ‘kan?

Bahkan untuk badai-badai yang terjadi 2020 mendatang sudah ada calon-calon namanya lho!
Penamaan badai di tiap tahun sudah tercatat beberapa tahun sebelumnya. Aturannya, nama badai yang pertama kali terjadi di tahun tersebut diawali dengan huruf A, selanjutnya B, C, D, dan seterusnya. Nama orang dipilih supaya mudah mengingat. Tapi entah kenapa, daftar nama badai cuma sampai huruf ‘W’ aja. Sedangkan kalau badai di tahun itu lebih dari 23 kali, namanya akan dilanjutkan dengan alfabet Yunani mulai dari Alpha, Beta, Gamma, dan lain-lain.

Nah, daftar nama ini dibuat untuk 6 tahun. Setelah tahun ke-7, penamaannya akan kembali lagi ke tahun pertama. Begitu seterusnya. Lalu mungkin nggak sih ada nama-nama yang nggak dipakai? Jawabannya ada. Ini berlaku untuk badai yang sifatnya paling mematikan. Seperti badai Katrina yang pernah terjadi di Amerika 2005 silam, yang selanjutnya namanya nggak akan dipakai lagi.


Baca juga :
Read More

Ini Jenderal Myanmar paling bertanggung jawab atas pembunuhan di Rohingya

referensikitakita.blogspot.com
Nyaris telunjuk seluruh dunia diarahkan pada Aung San Suu Kyi saat terjadi kekerasan pada etnis Rohingya di Myanmar. Desakan agar nobel perdamaian yang diterima Suu Kyi dicabut juga terus menguat. 

Padahal ada satu nama yang tak bisa dilepaskan dari pelanggaran HAM di Myanmar. Dia adalah Jenderal Senior Min Aung Hlaing, panglima tertinggi seluruh angkatan bersenjata Myanmar. Aung San Suu Kyi tak memegang kendali atas pasukan. Semuanya ada di bawah Jenderal Min. 

Myanmar tak pernah sepi dari aneka pemberontakan bersenjata. Ada saja daerah yang ingin memerdekakan diri dari pemerintah di Yangon dan Naypyidaw.

Junta militer tak mengenal kompromi. Operasi militer adalah jawaban dari semua suara ketidakpuasan. Tak cuma gerilyawan yang dibunuh, warga sipil juga harus merasakan tindakan represif Tatmadaw, sebutan untuk militer Myanmar. Mulai dari relokasi paksa, pembunuhan, pemerkosaan dan kerja paksa di bawah militer.

Saat tentara Myanmar menumpas gerakan Nasionalis Karen di Kayin tahun 2006, diperkirakan setengah juta warga sipil ikut merasakan dampaknya.

Pasukan Myanmar juga berperang dengan Tentara Kemerdekaan Kachin dan perlawanan bersenjata di Kokang tahun 2014 dan 2015 lalu.

Kini di Rohingya, Jenderal Min Aung Hlaing meneruskan gaya kekerasan yang dilakukan oleh pemerintahan Junta Militer. Ratusan ribu orang mengungsi. Wanita-wanita diperkosa sementara pembunuhan dan pembakaran terus terjadi.

Siapa sesungguhnya Jenderal Min Aung Hlaing?

Dia lahir dari keluarga kelas menengah tahun 1956 di Savoy, wilayah Tanintharyi. Ayahnya seorang insinyur sipil yang bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum Burma.

Tahun 1973, Min sempat belajar hukum di Universitas Yangon. Namun pemuda ini kemudian tertarik masuk dunia militer. Dia kemudian masuk akademi militer Burma dan lulus dengan pangkat letnan dua tahun 1977.

Konon selama di akademi militer dia kurang disukai teman-temannya karena sifatnya yang pendiam dan kurang ramah.

Karir perwira muda di bawah Junta Militer ini cemerlang. Setelah bertugas bertahun-tahun dia dipromosikan menjadi komandan divisi infanteri 44 di Thaton. 

Namanya mulai dikenal saat dia menjadi komandan militer di wilayah segitiga konflik tahun 2002. Di daerah itu dia menghadapi tentara pemberontak Wa yang beraliran komunis dan tentara pemberontak Shan yang dipimpin para panglima perang lokal.

Tahun 2008 dia menjadi Mayor Jenderal dan diangkat menjadi Kepala Biro Operasi Khusus. Seluruh kendali pasukan di perbatasan menjadi tanggung jawabnya.

Tahun 2009 gencatan senjata antara tentara pemerintah dan pemberontak Myanmar National Democratic Alliance Army (MNDAA) bubar. Mayjen Min langsung menggelar operasi militer dan menghabisi para pemberontak. 

Selama operasi militer, tentara pemerintah diyakini melakukan pelanggaran HAM mulai dari pembunuhan massal, pemerkosaan dan pengusiran paksa. Lebih dari 37.000 warga sipil terpaksa mengungsi ke perbatasan China.

Operasi militer ini dinilai sukses oleh komandannya. Dia segera dipromosikan menjadi Letnan Jenderal di tahun yang sama. 

Tahun 2010, Min Aung Hlaing menggantikan Jenderal Shwe Mann sebagai kepala staf gabungan angkatan darat, laut dan udara. Kembali pangkatnya naik jadi jenderal bintang empat.

Dia menjadi pemimpin junta militer dan menjadi Jenderal Senior tahun 2013. Jenderal Min Aung Hlaing adalah orang yang sesungguhnya paling berkuasa di Myanmar.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi telah menemui sang jenderal senior ini. Menlu menyampaikan bahwa penurunan ketegangan di Rakhine State harus menjadi prioritas pemerintah Myanmar.

Jenderal Min tetap bersikeras apa yang pasukannya lakukan di Rakhine adalah dalam rangka memburu pemberontak ARSA yang melakukan tindakan teror di Rakhine. 

"Para ekstrimis Bengali itu melakukan serangan di wilayah Buthitaung dan Maungdaw," kata Min.

Namun dia berjanji akan mempertimbangkan akses bagi bantuan kemanusiaan yang diminta oleh Menlu Retno. 

"Indonesia telah siap untuk segera membantu Myanmar dalam memberikan bantuan kemanusiaan, kita menunggu akses untuk dibuka," ujar Menlu Retno, Senin (9/4).

Menlu berharap bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia dapat mencapai semua orang yang memerlukan, tanpa terkecuali. Dia mengatakan, bantuan kemanusiaan di wilayah-wilayah di mana penduduk sangat memerlukan bantuan pangan dan obat-obatan harus didahulukan.

Read More